Aku Bukan (Lagi) Bonekamu

Aku Bukan (Lagi) Bonekamu
Pagi yg Indah


__ADS_3

Seluruh keluarga besar Samudra sedang menikmati makan pagi mereka diruang makan di mansion itu. Galang yg biasanya paling ceriwis saat makan, pagi ini sangat bersemangat dalam menyantap sarapannya dalam diam tapi dari gerak geriknya, dirinya tampak sangat senang. Adam dan Clara yg sudah terbiasa dengan tingkah jail Galang saat dimeja makan dibuat heran dengan perubahan sikapnya ini.


"eehhmmm... ehh...mmm...." Adam yg pura pura batuk berusaha menarik perhatian dari Galang, tapi sepertinya usaha sang kakek itu tidak mempengaruhi sikap Galang di meja makan yg tampak sangat menikmati makan paginya. Jingga yg mengerti kebingungan diwajah kedua mertuanya karna perubahan sikap galang yg pagi ini tampak sangat pendiam, hanya bisa mengulum senyumnya. Ariella sang adik juga merasa heran dengan sikap kakak tertuanya itu. sambil menyantap sarapan paginya Ariella pun menatap Galang dengan sikap menyelidik khas anak anaknya. sementara yg lainnya sedang sibuk dengan pemikirannya masing masing tentang sikap Galang yg pagi ini tampak "kalem", Arlan dan Putra "fotocopy timbal baliknya", Gilang, memilih untuk segera menyelesaikan makan paginya karna alasan yg berbeda. kalau Arlan harus bergegas berangkat ke perusahaannya karna pagi ini ada rapat penting, lain hal nya dengan putranya Gilang yg ingin segera bertemu dengan gadis manis cengengnya, Hanella.


"ma.. pah.. Gilang pamit ke kamar dulu ya...


Opa ..Oma.. Gilang duluan ya.."


"iya ....sayang...


nanti kalau udah selesai mandi dan berpakaian, langsung turun aja ya sayang. gak perlu mama teriak teriakin lagi ya nak dari bawah sini.." Jingga pun menatap kepergian Gilang sekilas yg sesaat lalu hanya menanggapi omongannya dengan satu anggukan pelan, tegas dan berwibawa yg kalau diingat ingat lagi, sikap Gilang tadi benar benar mirip suaminya, Arlan.


Jingga hanya geleng geleng kepala dengan sikap putranya itu. Clara yg mengerti isi hati menantu kesayangannya itu pun berkomentar


"like father, like son.."


keduanya pun saling pandang dan tertawa lepas. Arlan yg mengerti maksud maminya hanya tersenyum samar dan segera menyelesaikan sarapannya. Jingga yg mengerti kalau Arlan sedang di buru waktu memilih menyudahi makannya dan bergegas membantu sang suami bersiap siap dan mengantarkannya sampai ke depan mansion mereka.


"sayang... mas.kerja dulu yaa... baik baik dirumah yaa.. mas usahain hari ini pulang lebih awal yaa.. muuacchh.." sekilas Arlan mengecup puncak kepala istrinya itu

__ADS_1


"I love you sayaang ... bye...."


"love you too hubby,, bye.. hati hati dijalan"


Arlan yg sudah berangkat ke kantornya merasa sangat bersemangat karna saat subuh tadi ia sudah mendapatkan "jatah" wajibnya dari sang istri. entah mengapa bertahun tahun menikah tak jua mengurangi kadar cintanya pada Jingga, malahan semakin hari semakin besar saja.


"kak Galang lagi sakit ya...." akhirnya Ariella tak tahan juga untuk bertanya.


"enggak kok. kakak sehat sehat aja. yahh udah.. Aku duluan yaa ke atas biar siap siap dulu." dengan senyum kharismatik nya Galang pun menyusul Gilang menuju kamar mereka.


"kok Galang gak biasanya jadi pendiam gini. aneh bgt.' Clara bertanya keheranan ke arah Jingga.


selang 20 menit Galang dan Gilang sudah bersiap siap di ruang tamu. keduanya terlihat sangat tampan. Ariella dan Jingga juga sudah bersiap. keempatnya langsung berangkat menuju butik mamanya Jelita.


"lho.. mbak Jingga, tumben nih pagi pagi udah main ke sini.." sapa mamanya Jelita, sambil bercipika cipiki.


"iyaa.. nih mbak... anak anak saya nih.. pagi pagi udah ngajakin main ke sini, katanya mau nyari baju Couple keluarga untuk dipakai di acara sekolah mereka nanti.


"ohh.. gitu...ya udah...Mari mbak....saya antar.liat liat..dulu. anak anak langsung ke lantai 3 aja yahh.. disana udah ada Jelita sama Hanella lagi main diruang khusus bermain anak anak." ucap mamanya Jelita.

__ADS_1


"ok.. makasih Tante..kalo gitu Kami semua ke atas dulu ya ma...Tante.." ucap Galang bersemangat yg disusul oleh Gilang dan Ariella di belakangnya.


ruang bermain khusus anak yg ada di butik ini benar benar sangat lengkap. semua permainan anak anak tampak menghiasi ruangan ini yg dilengkapi toilet dan juga rest area khusus anak. suasana ruangan yg ditata apik dan ceria dengan lukisan dinding warna warni Lucu di setiap sudut ruangan menambah kenyamanan setiap anak yg datang bermain. tampak di sudut ruangan Jelita dan Hanella sedang asik bermain boneka dan rumah rumahan. Ariella langsung bergabung dengan mereka dan langsung ikut bermain dengan ceria.


"dari mana kamu tau kalau Hanella juga ada disini sepagi ini..?? tanya Gilang penuh selidik.


"aku gak sengaja dengar waktu itu di pesta ulang tahunnya Ariella, mamanya Hanella minta tolong ke mamanya Jelita untuk jagain Hanella untuk sementara waktu karna dia mendadak harus ke luar negri." jawab Galang sambil terus menatap ke arah Jelita dengan senyum tampannya.


pun juga Gilang yg terus menatap ke arah Hanella.


melihat senyum dan tawa kedua gadis itu, kedua pasang mata anak kembar itu pun dibuat takjub berbinar.


"manis.. " batin Galang.


"pagi yg indah .." batin Gilang.


❤️❤️❤️🦋🦋🦋🌄🌄🌄🌺🌺🌺


Semangat Menulis ✍️✍️

__ADS_1


__ADS_2