
sebulan sudah Rangga memulai hidup barunya bersama Tiara dan kakek Barra di mansion Prakasa. dan selama itu pula hidup mereka selalu diliputi kebahagiaan. di mansion itu hanya terdengar canda tawa dan kebahagiaan mereka saja. tapi dibalik itu semua ada sebuah rahasia yg disimpan rapat oleh Rangga dari Tiara dan Jingga. dia hanya bercerita pada para lelaki yang ada di dalam keluarga nya saja. permasalahannya adalah sudah seminggu ini dia selalu mendapat SMS bernada ancaman.
"jadi bagaimana menurut kalian??" tanya Rangga setelah para pria berkumpul di ruang pribadi kakek barra.
"sepertinya ayah Sandra sudah mulai curiga kalau kau dan Rangga Ramadhan adalah orang yg sama." kakek Barra menatap putranya itu yakin sedangkan Sebastian masih membaca dengan seksama pesan pesan singkat itu.
"padahal kita sudah yakin bahwa hal ini tidak akan terungkit lagi mengingat di mobil itu jasad Sandra dan "suaminya" juga ditemukan tewas terbakar dalam mobil itu. sepertinya lawan kita kali bukan orang yg bisa diperdaya dengan mudah." pungkas Arlan.
mereka tidak menyangka satu tahun kepergian Rangga ke Spanyol guna menguatkan alibi mereka bahwasanya Rangga Ramadhan telah tiada karna ikut menjadi korban ledakan mobil kasus perampokan dan penculikan bersama Sandra istrinya setahun yg lalu menjadi sia sia belaka. padahal Rangga sudah mengubah identitas nya menjadi Rangga Prakasa yg memang pada kenyataannya itulah jati dirinya yg sebenarnya. bahkan dirinya pun setahun belakangan ini rajin fitness dan gym guna membentuk otot dan agar bentuk tubuhnya lebih atletis. penampilannya saat ini memang tampak lebih muda dari usianya. disamping karna dia ingin memikat kembali hati Tiara, perubahan ini pun sengaja ia lakukan demi mengubur image Rangga Ramadhan dalam dirinya dan berganti menjadi Rangga Prakasa yg fresh dan menawan. tapi... sepertinya usahanya itu tampak menjadi sia sia belaka, karna bunyi pesan singkat di ponsel nya ;
"KENAPA KAU MASIH DISINI ??? BUKANKAH SEHARUSNYA SAAT INI KAU BERSAMA PUTRIKU DI ALAM BAKA ?? TAPI... TIDAK APA APA. AKU AKAN MEMBANTUMU UNTUK KEMBALI KESANA, MENEMANI SANDRA DISANA, SELAMAYA!!! TUNGGU KEDATANGAN KU."
Rangga kembali frustasi akan isi pesan singkat itu.
"Jangan khawatir pa.... walaupun musuh kita kali ini bukanlah lawan yg sembarangan, tapi kita juga kuat dan tangguh." Arlan mencoba menenangkan mertuanya itu.
”apa yg Arlan katakan benar pa.. kami pasti bisa menyelesaikannya dengan sangat baik, dan dengan cara kami sendiri. jadi papa juga kakek tenang saja dan serahkan saja permasalahan ini biar kami yg menghadapi dan menyelesaikannya. percayalah kepada kami." Sebastian juga berusaha meyakinkan ayah dan kakeknya.
__ADS_1
melihat keyakinan teguh dimata keduanya, kakek Barra dan Rangga akhirnya bisa lega dan lebih tenang dalam menghadapi permasalahan ini. sejam sudah mereka membahas strategi terbaik mereka dalam menghadapi musuh mereka kali ini. dan bukan perkara mudah mengingat musuh mereka kali ini adalah bos mafia besar di negeri ini. saat mereka sedang sibuk membahas sesuatu tiba tiba pintu dibuka dan Tiara masuk dan mendekati mereka ;
”apa kalian masih lama ?? makanan sudah siap, ayo .... sebaiknya kita semua makan dulu.. Jingga dan Sahaja juga nyariin kalian berdua dari tadi. Ar... Tian... pah....mas..... yuk ah ntar keburu dingin makanannya."
"siap ma.... laksana kan !!" Sebastian menjawab Tiara sembari merangkul sayang mamanya itu.
"eiittttts..... Tian !!! minggir !!!! kalo soal rangkul merangkul mama kamu itu udah jatahnya papa.... minggir sana...!!! Rangga menggeser paksa posisi Sebastian dari sisi istri cantiknya itu.
"iiissstt,..... papa .... apa apaan sihh... sama anak sendiri dicemburuin.... Tian kan juga pengen gitu dimanja sama mama Tian sendiri..." Sebastian pura pura pasang tampang juteknya, tapi Rangga cuek aja dan terus berjalan sambil merangkul mesra istri cantiknya itu.
"mah.... mamah......" panggil Sebatian dengan manja.
”duhhh... anak mama nih kok jadi manja bgt gini sihh... udah cepetan Ayuk... gak malu apa sama ponakan sendiri si Galang Ama si Gilang aja gak segini amat dehh.... "
Sebastian hanya nyengir dan merangkul mamanya itu manjah.. "dadaahh... papa.... duluan yaaa..." tawa Sebastian yg berhasil membawa kabur mamanya itu dari sisi Rangga.
"tiiiiaaan..... balikin istri papaa....😡😡😡...." Rangga berteriak sebal yg hanya menambah derai tawa ibu dan anak sambung itu.
__ADS_1
momen seperti inilah yg selalu Sebastian rindukan. bercanda tawa dengan keluarganya yg utuh. kakek Barra dan Arlan pun sangat memahami akan hal itu. jadi mereka membiarkannya saja dan mereka sendiri sudah sedari tadi berlalu dari tempat itu menuju ruang makan di mansion itu.
saat tiba di ruang tengah, gantian Sebastian yg di godai oleh Rangga. saat Rangga melihat Sahaja yg berdiri didekatnya Rangga pura pura encok dan mengaduh ke arah Sahaja...
"addduduuduuhhh.... encok papa kambuh nih... nak Sahaja tolong papah papa ke kursi dong... duuh... "
Sahaja yg memang tidak tega melihat mertuanya itu kesakitan langsung mendekat dan mencoba menolong. belum sampai tangannya memapah Rangga tiba tiba tangannya di tarik lembut oleh suaminya itu.
"biar... mas aja sayang. nti kamu capek lho... " Sebastian langsung berdiri menghalangi istrinya itu. Rangga yg melihat respon Sebastian hanya tersenyum simpul dan berucap pelan
"satu samaaa..."🤪🤪🤪
dan berjalan santai ke arah kursinya.
Sahaja yg dibuat bingung dengan kejadian tadi hanya melongo melihat tingkah polah Sebastian dan papanya itu, sementara kakek Barra, Arlan, Tiara dan Jingga hanya memutar bola mata mereka dengan malas karena adegan seperti ini belakangan ini sudah sering mereka alami. 😂😂😂
Semangat Menulis ✍️✍️
__ADS_1