
Malam ini Arlan dan Sebastian memimpin langsung misi penyelamatan Rangga. lebih dari 200 orang anggota mereka siapkan untuk misi penyelamatan ini dan agar misi kali ini berhasil dan tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari mengingat yg mereka hadapi adalah kelompok mafia besar, mereka sengaja membuat skenario perampokan. menyamar sebagai kawanan perampok dan seolah olah menculik tuan rumah. sebagai sekawanan perampok mereka semua berpakaian serba hitam dan memakai topeng dan rambut palsu. mereka pun dilarang berbicara saat menjalankan misi dan hanya menggunakan bahasa isyarat. lagipula si jenius Arlan di bantu Sebastian dalam waktu yg relatif singkat sudah menyusun strategi yg sangat fantastis dan mustahil untuk gagal. dia juga menyiapkan beberapa hackers untuk mengacaukan gambar cctv di rumah itu. setiap kelompok dari mereka sudah paham situasi dan tugas nya masing masing bahkan Rahmat dan Hadi ikut terlibat untuk membantu dalam misi ini. satu kelompok dengan cepat melumpuhkan pengawal di depan gerbang dan segera digantikan oleh kelompok lain dengan memakai seragam yg sama dengan para pengawal Sandra yg sudah dilumpuhkan itu. tentu saja pada bagian ini para hackers tadi harus bertindak cepat untuk mengamankan situasi cctv kamera depan agar segala suatunya tetap tampak normal. setelah kelompok dua masuk yg berjumlah puluhan orang mereka yg dipimpin oleh Arlan dan Sebastian mulai memasuki rumah itu dengan senjata api peredam suara ditangan mereka masing masing. mereka menghabisi anak buah Sandra yg ada disetiap ruangan itu dengan tepat karna sebelumnya mereka semua sudah dijelaskan oleh Fahri mengenai jumlah dan posisi setiap pengawal di rumah itu sebelum mereka memulai aksi mereka. dan saat mereka memasuki kamar Sandra kamar itu kosong, yg kebetulan Sandra sedang berada di ruang penyekapan Rangga untuk sekedar memastikan keadaanya dan sedikit berbasa basi menanyakan keadaannya seperti yg biasa ia lakukan sehari hari saat malam menjelang tidur. saat Arlan Sebastian beserta anggotanya masuk ke dalam ruangan itu dan seketika itu juga lampu di rumah itu pun padam. hanya dalam waktu 2 menit lampu kembali menyala dan sekarang sudah ada 8 orang yg wajahnya ditutupi Hoodie, mulutnya di lakban dan memakai jubah hitam sedangkan tangannya di ikat kebelakang. kedelapan orang berjubah itu di bawa paksa keluar dari rumah itu oleh para kelompok bertopeng dimana dua diantara mereka adalah Rangga dan Sandra dan enam orang lainnya adalah anggota kelompok itu sendiri. hal ini sengaja mereka lakukan agar jalan mereka untuk mengecoh lawan dan menghilangkan jejak semakin besar. mereka sengaja membiarkan kamera cctv di depan rumah kembali normal agar kegiatan perampokan dan penculikan itu bisa terekam dengan baik dan agar ayah Sandra yg tak lain adalah ketua mafia besar yg terkenal kejam dan sadis itu berfikir bahwa ini adalah perampokan dan penculikan biasa dan bisa saja dilakukan oleh salah satu musuh mereka. di depan rumah Rangga, kelompok yg lainnya yg juga menyamar dan memakai topeng sudah bersiap. saat mereka melihat gerombolan perampok yg lain berhasil menjalankan misinya, kelompok ini mulai bergerak masuk membawa 8 mobil Van beriringan dan orang orang yg disandera itu pun dibawa pergi dengan mobil Van yg berbeda dimana 1 mobil Van membawa 1 orang Sandera yg berbeda dan setelahnya langsung berpencar dengan kecepatan penuh ke segala arah dan juga menggunakan plat mobil palsu. saat mobil Van yg dibawa Sandra masuk ke dalam terowongan gelap disana sudah menunggu satu mobil Van lagi yg berisikan para anak buah Sandra yg sudah tak bernyawa yg sengaja mereka pakaikan konstum dan topeng yg sama. mereka juga memasukkan koper koper yg berisikan setumpuk uang dan perhiasan yg mereka ambil dari membongkar brankas di rumah Rangga tadi untuk menyempurnakan skenario perampokan dan penculikan itu. setelah pertukaran singkat itu, mobil Van yg berisikan Sandra dan mayat anak buahnya itu dibawa oleh Sebastian sendiri dengan kecepatan penuh menuju pinggir jurang. saat mobil sudah semakin dekat ke bibir jurang dengan cepat Sebastian membuka pintu kemudi dan melompat keluar dari mobil itu yg terus melaju dengan kecepatan penuh dan terjun bebas sampai ke dasar jurang yg dalam. Sebastian yg selamat dan hanya luka lecet ringan berdiri di tepi jurang dan sambil memandang ke mobil yg terbakar itu dirinya pun berucap ;
__ADS_1
"jangan pernah menyakiti anggota keluarga Prakasa.. 😶😶😶 !!!" setelah itu ia segera berlalu pergi dari tempat itu dan menunggu jemputan di tempat aman yg sudah disepakati.
__ADS_1
Semangat Menulis ✍️✍️
__ADS_1