
Mendengar kabar tentang putranya yg disekap oleh istri barunya, Sandra membuat jiwa muda kakek Barra kembali berkobar kobar. tadinya Sebastian ingin menutup nutupi keadaan pamannya itu, demi menjaga kesehatan sang kakek yg akhir akhir ini mulai menurun. tapi saat otak cerdasnya mulai berfikir dan merangkai kata yg tepat untuk menyampaikan penjelasannya tentang keadaan pamannya itu, dengan gamblang Arlan mengatakan secara detail segala informasi tentang keberadaannya Rangga dan apa saja yg sudah ia alami selama 12 tahun ini. otak jeniusnya seolah mengcopy paste informasi tentang Rangga tadi yg ia dengar dari Fahri. bahkan setiap kata yg ia ucapkan sama persis seperti apa yg telah diucapkan Fahri di cafe tadi. Sebastian melongo tidak percaya menatap sang sahabat antara kagum dan kesal bercampur aduk jadi satu dalam hatinya. Sebastian kagum akan daya ingat sahabatnya itu tapi juga kesal karna sifat sahabatnya yg kurang peka itu. tadinya kakek Barra syok dengan fakta tentang Rangga yg baru ia ketahui sore ini. tapi sedetik berikutnya dengan amarah didada dan semangat yg membara sesuai dengan namanya, dia langsung berdiri dan tanpa pikir panjang langsung mengajak cucu dan cucu menantu kesayangannya itu untuk bergegas menyelamatkan Rangga malam ini juga. tapi lagi lagi sang manusia es nan jenius itu langsung menghentikan langkah kakek Barra sambil berucap ;
"kita tidak bisa datang begitu saja tanpa adanya rencana yg matang kek..karna yg kita hadapi kali ini bukanlah orang sembarangan. aku sudah menyelidikinya tadi dan feelingku yg mengatakan bahwa Sandra bukanlah wanita biasa benar terbukti. saat menuju ke mansion ini, di perjalanan aku meminta asistenku untuk mencari informasi sebanyaknya dan sedetail mungkin yg bisa ia kumpulkan mengenai Sandra. dan terbukti, bahwa wanita itu adalah benar putri dari seorang mafia kejam. informasi yg aku dapat mengatakan bahwa organisasi Hitam yg ayahnya pimpin adalah salah satu yg paling besar di negara ini. jadi lawan kita ini bukanlah orang amatiran. mereka tidak segan segan menghabisi seluruh anggota keluarga seseorang bila berani mengusik salah satu anggota keluarga mereka dan Sandra adalah putri tunggal dari bos mafia kejam ini."
__ADS_1
mendengar itu seketika kakek Barra pun kembali duduk dan termenung dalam diam. melihat respon kakeknya itu membuat Sebastian sangat khawatir, takut kalau kalau penyakit lama kakeknya itu kambuh lagi karna beban fikiran. dirinya pun mencoba menenangkan kakeknya itu.
"sebaiknya kakek tunggu di sini saja. kakek sudah tua dan lagi ada kami berdua yg akan menyelamatkan paman Rangga. aku berjanji akan membawa pulang paman kehadapan kakek dalam keadaan sehat dan selamat. jadi, biar kakek duduk tenang dan menunggu disini saja ya kek.." Sebastian berucap setengah memohon. Rangga terduduk bukan karna takut dengan informasi yg disampaikan Arlan melainkan dirinya tersadar kalau segala sesuatu itu memang harus direncanakan terlebih dulu. tadi dirinya terbawa emosi sesaat . untung saja Arlan cepat tanggap dan menyadarkan dirinya. setelah mereka semua berfikir dengan tenang, akhirnya Sebastian mengungkapkan rencananya dan pembahasan serius itu pun berlanjut sekitar satu jam lebih dan mereka akan memulai aksinya malam ini juga. Sebastian sengaja meminta tolong kakek Barra agar sedikit berbohong kepada Sahaja dan Jingga bahwa dia butuh ditemani oleh Arlan dan Sebastian mengabiskan waktu malam mereka di mansionnya. dia berdalih saat ini dia rindu kebersamaan mereka bertiga yg dulu dan "meminjam" suami suami mereka malam ini saja untuk sekedar bermain kartu. baik Sahaja maupun Jingga pun dengan senang hati dan tidak keberatan dengan permintaan khusus dari kakeknya Sebastian itu. mereka berdua menyadari bahwa kakek Barra juga butuh perhatian dari suami suami mereka dan satu hari yg menyenangkan untuk kakek Barra nikmati bersama cucu cucu kebanggaannya itu rasanya bukan sesuatu hal yg aneh. Arlan dan Sebastian yg merasa tidak nyaman kalau istri istri mereka sendirian dirumah tanpa ditemani keluarga kemudian menghubungi Tiara dan juga Rina untuk meminta mereka menginap di rumahnya masing masing menemani putri mereka malam ini, mengingat usia kandungan istrinya yg sudah memasuki 9 bulan.
__ADS_1
sementara itu di tempat yg berbeda, beberapa orang sedang serius menyusun strategi di sebuah ruangan dimana diluar ruangan itu sudah bersiap siap ratusan orang untuk membantu misi penyelamatan itu.
Semangat Menulis ✍️✍️
__ADS_1