Aku Bukan (Lagi) Bonekamu

Aku Bukan (Lagi) Bonekamu
Kejutan Super Manis Untuk Semua


__ADS_3

Saat tiba di rumah sakit pribadi keluarga Samudra, Jingga langsung di tangani oleh dokter Windy Miller selaku dokter terbaik di rumah sakit itu. saat melihat Arlan datang awalnya dokter Miller berfikir "drama apa lagi sih kali ini tuan muda?? kok bisa bisanya sih aku terus terusan terlibat sama pasangan drama_tis ini?? dengan menggeleng pelan dirinya pun bergegas menuju pintu masuk dan betapa terkejutnya dirinya ternyata Jingga kembali pingsan dan untuk kedua kalinya dirinya dipaksa untuk menghadapi sikap cemas berlebihan tuan mudanya itu. karna merasa terganggu dengan sikap Arlan yg seperti memojokkannya karna sang istri tidak juga sadarkan diri, dokter Miller pun tiba tiba mendapat ide cemerlang agar sang suami posesif itu keluar sebentar dari ruangan pribadi super mewah yg dulu juga ditempati Jingga saat pingsan, agar tidak menggangu dirinya yg sedang menjalankan tugasnya sebagai dokter.


"apa tuan sudah menghubungi orangtua tuan, atau orangtua nona muda? mungkin dengan kehadiran mereka nona bisa cepat sadar."


tanpa menjawab sang dokter Arlan segera bergegas keluar, tapi sesaat kemudian dirinya kembali lagi.


*set dahh!!! apa lagi sihhh manusia es balok ...😡😡? ! sang dokter menggerem dalam hati.


"pinjami saya ponsel. saya tadi terburu buru jadi lupa bawa ponsel saya." dengan mimik wajah datar dan dingin Arlan menengadahkan tangan meminta ponsel dokter Miller. dengan buru buru sang dokter merogoh sakunya dan secepatnya menyerahkan ponselnya kepada tuan muda arogannya itu. setelah Arlan berlalu dari kamar rawat super mewah khusus pemilik rumah sakit itu, dokter Miller pun menghembuskan nafas lega dan kembali memeriksa Jingga dengan lebih teliti. saat dia melihat pergerakan sang nona muda yg seperti akan sadar dari pingsannya dirinya pun kembali melanjutkan tugasnya dan menatap dalam sang menantu pemilik rumah sakit itu. dirinya dan beberapa suster yg ikut merawat Jingga pun seolah memiliki pemikiran dan diagnosa yg sama. saat Arlan kembali keruangan itu, hatinya sangat bahagia melihat istri cantiknya itu sudah sadar. dengan berurai air mata dia merengkuh Jingga kedalam pelukannya dan melupakan "penonton dadakan" yg ada di sekitarnya.


* drama lagiii... drama lagiii. !! dokter Miller memutar bola matanya malas.


dengan berdehem pelan sang dokter pun menginterupsi momen haru nan romantis yg ada dihadapannya itu.


"ehheemmm... maaf tuan muda. seperti nya nona muda perlu pindah ruangan sebentar demi pemeriksaan lebih lanjut."


dan dengan tegas Arlan menolaknya.


*huuuffttt... gue kate juga ape. ..emang gampang apa, mengahadapi suami posesif ini...dulu sebelum nikah aja kadar khawatirnya Udeh berlebih... apa lagi.. sekarang yg udah jadi suami..hadeehh... harus pake tenaga ekstra nih.


sang dokter bermonolog ria dalam hati.

__ADS_1


"kalau perkiraan saya tidak salah, sepertinya saat ini nona muda sedang mengandung. jadi untuk lebih memastikan sebaiknya kita..."


belum selesai sang dokter berucap Arlan sudah lebih dulu menimpali perkataannya ;


"CEPAT LAKUKAN SEKARANG JUGA !!


Dan disini lah mereka saat ini diruangan pemeriksaan antenatal care atau ruang khusus pemeriksaan ibu hamil. dengan harap harap cemas kedua pasangan muda nan serasi itu sedang bersiap siap dengan proses pemeriksaannya tepatnya Jingga yg diperiksa, tapi Arlan yg sangat gugup dan deg deg an. saat dokter kandungan diruangan itu meletakkan alat medisnya di perut Jingga yg sebelumnya sudah diolesi gel khusus oleh asistennya yg ada diruangan itu, sang dokter pun tersenyum dan berucap..


"selamat tuan. nona muda. kalian akan segera menjadi orang tua. coba anda perhatikan dimonitor ini.. yg saya lingkari ini adalah janin yg sedang bertumbuh di rahim nona muda. dari pemeriksaan saya, sepertinya usia kandungan masih berjalan 6 Minggu. sekali lagi selamat untuk tuan muda dan juga nona. ohhh.. iya mengenai pingsannya nona tadi, itu kondisi yg biasa terjadi pada seorang ibu diawal kehamilannya. yg tentu saja reaksi tubuh wanita diawal kehamilannya itu berbeda beda. jadi.. tak ada yg perlu dikhawatirkan tuan. semua baik baik aja. dan lagi, janin nona muda juga sangat kuat dan juga sehat. kalau begitu nona muda silahkan kembali ke ruangan nona untuk beristirahat. dan saran saya di trisemester awal kehamilan anda, mohon nona muda untuk menjaga pola makan sehat, jangan dulu berkegiatan yg terlalu memporsir tenaga dan yg paling penting hindari stress."


dengan haru dan berurai air mata Jingga mengucapkan terima kasih kepada dokter itu sembari tetap memeluk sayang sang suami posesif yg sudah lebih dulu banjir air mata dan melupakan wibawanya di depan para dokter dan suster yg masih ada diruangan itu.


Tak berselang lama, mereka pun telah kembali ke ruangan mereka yg sudah ditunggu oleh Adam, Clara, dan juga Tiara. dengan harap harap cemas mereka menunggu diruangan itu setelah tadi mereka mendapat kabar dari Arlan. yg membuat mereka semakin gelisah sekaligus excited adalah karna Jingga yg dikabarkan oleh dokter Miller sedang berada di ruang pemeriksaan khusus kehamilan. saat pasangan muda itu memasuki kamar super mewah itu, sontak para orang tua itupun berdiri dan mengerumuni Jingga yg sedang duduk di kursi roda dan menyingkirkan posisi Arlan dengan tubuh mereka. Arlan yg kesal karna merasa tak dianggap kehadirannya lebih kesal lagi kala mengetahui istrinya itu sekarang menjadi pusat perhatian dari ketiga orangtua itu dan benar benar melupakan keberadaan dirinya. sebenarnya Jingga bisa berjalan sendiri tadi dari ruang pemeriksaan itu. tapi lagi dan lagi, sang suami bersikap berlebihan dengan membawanya dengan kursi roda khusus. tadi suaminya memberikan dua pilihan; digendong, atau duduk di kursi roda. dan dengan pasrah Jingga pun memilih pilihan yg kedua.


dengan tak sabar Tiara mendekat ke arah putrinya itu sambil membungkuk untuk mensejajarkan diri.


"aku hamil ma... " dengan terisak bahagia Jingga memeluk haru sang mama yg disambut ucapan syukur oleh ketiga orangtua itu. tanpa bisa berucap tangis bahagia pun luruh juga dari mata indah Tiara.


"Alhamdulillah....🤗🤗🙏🙏..."


"selamat ya sayang... akhirnya... kamu akan menjadi seorang ibu." Clara memeluk sayang menantunya itu dan mengecup kening jingga.

__ADS_1


"selamat ya nak.." Adam juga menyelamati sang menantu kesayangannya itu.


"EHHMMM... PERMISI.


saya suaminya pasien. saat ini istri saya butuh istirahat yg cukup mengingat usia kehamilannya yg masih 6 minggu. oh iyaa. saya juga calon ayah kalo anda sekalian ingin memberi ucapan selamat. dengan tegas dan arogan Arlan mendorong kursi roda istrinya yg belum dua langkah dirinya sudah ditarik dan di peluk manjah oleh kedua orangtuanya..


"selamat ya sayang.... anak mami memang hebat."


"selamat ya nak. papi bangga sama kamu."


dan seketika itu pula Arlan kini menyesali kata katanya tadi yg memacing kelebay an orangtuanya muncul kepermukaan. dirinya yg merasa sesak dalam himpitan dekapan kedua orangtuanya pun meminta bantuan sang istri yg dengan cueknya berlalu dari tempat itu dibantu oleh Tiara.


satu jam setelah kunjungan orangtua mereka, saat ini Arlan dan Jingga sedang berbaring diatas ranjang super mewah yg dulu menjadi titik awal mereka bersatu menjadi pasangan suami istri pada saat ini. Jingga yg sedang berada dalam pelukan suaminya itu pun mengingat ingat lagi kejadian dirumah mereka tadi.


"mas... kok tadi dirumah mas marah marah ke Jingga sih. kan Jingga cuma niatnya bercanda. tadi nya Jingga mau ngasih surprise sama mas tapi sebelum itu Jingga mau ngerjain mas dulu dikit.. biar seru gitu mas... hehehe... ehh. . . belum apa apa mas nya marah marah, terus aku nya pingsan. jadi gak jadi deh surprisenya." dengan sedikit melamun Jingga bersandar didada suaminya dan kembali tersenyum. "sekarang, malah Jingga yg dapat surprise dari Allah. Jingga bahagia mas.🤗🤗."


"iyaa. sayang.. mas lebih bahagia.. makasih ya sayang.. I LoVe You.. 😘😘😘. ooh iya.. ngomong ngomong, emang tadi sayangnya mas ini mau ngasih surprise apa sih.. kok pake ngerjain mas dulu??"


dengan malu malu Jingga pun membisikkan sesuatu ke telinga suami posesifnya itu yg sontak saja membuat Arlan seketika itu dalam posisi on. dengan suara berat dan kilatan mata penuh hasrat Arlan pun membalikkan posisi sang istri dan berucap;


"surprisenya sekarang aja ya sayangku... "💪💪🥰🥰

__ADS_1


dan Jingga pun akhirnya melewati malam indah dan penuh gairah dikamar kenangan mereka itu. Arlan sendiri berusaha hati hati, bermain perlahan dan sangat lembut demi menjaga sang calon pewaris kerajaan bisnisnya. suara suara penyatuan cinta mereka pun menggema di seluruh ruangan itu dan akhirnya kegiatan yg menguras tenaga dan peluh itu pun berakhir manis. ❤️❤️❤️


Semangat Menulis ✍️✍️


__ADS_2