
Sudah satu minggu, kini Ben menangguhkan pekerjaannya sebagai sekretaris. Orang yang menjadi sekretaris Tuan Juna harus terseret juga ke dalam hukum karena ikut juga dalam kasus penggelapan uang. Juna pun belum memutuskan untuk mencari sekretaris baru sebagai pengganti Micha. Justru Juna berpikiran untuk meminta agar Aleena mau menjadi sekretarisnya kembali.
"Gimana, belum berhasilkah membujuk Aleena untuk bekerja disini?" tanya Juna yang kini sedang duduk dikursi kebesarannya dan sambil menatap Ben, asisten pribadinya.
"Belum Tuan, saya sudah mencoba membujuk Aleena dengan gaji yang sangat besar tapi Aleena tetap menolak Tuan," jawab Ben sambil membayangkan, tiga hari yang lalu membujuk Aleena untuk bekerja kembali di PT. Intern group tapi Aleena menolak mentah mentah dan bahkan Ben di usir dengan tidak hormat oleh Aleena dari kost nya.
"Harus gimana lagi membujuk Aleena, supaya mau bekerja diperusahaan kita, Ben? Arrgh ... saya benar benar pusing, dan saya butuh seseorang untuk menjadikan perusahaan kita menjadi maju dan berkembang pesat lagi Ben. Karena saya hanya percaya sama Aleena yang bisa membantu perusahaan kita menjadi lebih baik lagi," ucap Juna sambil memijit kepalanya yang sedikit pusing.
"Entahlah Tuan, saya juga tidak tahu. Mungkin Tuan bisa meminta tolong kepada Tuan Veri, agar Aleena mau bekerja kembali di perusahaan kita," ucap Ben sambil menatap Juna.
"Benar juga ya. Karena dengan bujukan Veri, saya yakin Aleena akan menyetujuinya." Juna sambil beranjak dari tempat kursinya.
"Tuan mau kemana?" tanya Ben saat Juna berjalan menuju gerbang pintu.
"Tentu saja, saya ingin bertemu dengan Veri. Saya akan meminta Veri, supaya mau membujuk agar Aleena bisa bekerja jadi sekretaris saya." Juna sambil berlalu pergi meninggalkan Ben seorang diri di ruangan.
Kini Juna pun sedang berada di dalam mobil menuju perjalanan ke PT. Alaska group.
Setengah jam kemudian.
__ADS_1
Juna segera keluar dari mobil tersebut, setelah sampai di tempat PT. Alaska group. Lalu berjalan masuk ke dalam perusahaan tersebut.
"Selamat siang Tuan Veri," ucap Juna yang tiba tiba masuk ke dalam ruangan dimana Veri berada.
"Juna? Tumben sekali kamu kesini. Biasanya selalu mengabari kalau mau datang kesini. Kenapa kamu tiba tiba datang kesini tanpa mengabari saya, Tuan Juna." Veri sambil menatap Juna yang kini sedang duduk di sofa.
"Kan, namanya juga suprise Ver. Emangnya tidak boleh ya, sahabat sendiri bermain ke perusahaanmu," Juna sambil menyilangkan satu kakinya ke kaki kanan.
"Tentu saja boleh kok Juna," ucap Veri.
"Oya, kemana sekretarismu itu? Aleena tidak masuk kerjakah?" tanya Juna sambil menatap tempat kerja Aleena yang kosong.
"Dia tidak masuk kerja Jun, katanya Aleena lagi sakit," ucap Veri sambil menatap Juna.
"Sejak kapan, kamu peduli sama Aleena hah? So perhatian lagi," sindir Veri.
"Iss kamu ini menyebalkan sekali Ver," gerutu Juna sambil menatap Veri.
"Lagian kamu ini, mau apa sih kesini hah? Kayaknya ada sesuatu yang penting nih, dilihat dari aura wajah kamu itu," Veri sambil menandatangi berkas berkas yang tadi dibawakan oleh Staff untuk meminta tanda tangan dari Pimpinannya.
__ADS_1
"Nah, itu kamu tahu Ver. Sebenarnya kedatangan saya kesini, mau meminta tolong sama kamu Ver," ucap Juna.
"Emangnya mau meminta tolong apaan Juna?" tanya Veri.
"Iya saya mau meminta tolong, agar kamu mau membujuk Aleena untuk berkerja diperusahaanku sebagai sekretaris saya," Juna sambil berjalan menghampiri Veri yang kini sedang duduk dikursi kekuasaannya.
"Yang benar saja kamu itu Juna, masa mau meminta Aleena untuk bekerja kembali lagi jadi sekretarismu. Benar benar gila ya kamu itu Juna. Lagian Aleena tetap harus jadi sekretarisku." Veri sambil menatap Juna.
"Lagian apa yang dikatakan kamu itu benar Ver, saya benar benar gila karena perusahaan saya semakin memburuk setelah ada kasus penggelapan uang. Jadi saya mohon sama kamu Ver, biarkan Aleena bekerja jadi sekretaris saya lagi. Karena Aleena satu satunya orang yang saya percayai bisa membuat perusahaan saya berkembang pesat lagi dan maju. Jadi saya mohon sama kamu, please bantu saya," Juna dengan sangat memohon dan berharap Veri menyetujuinya.
Veri pun seketika diam dan menatap Juna dengan tatapan yang susah di artikan.
"Ver gimana, kamu maukan membantu saya agar Aleena mau jadi sekretaris saya lagi? Kasihanilah saya Ver, perusahaanmu sudah sangat berkembang pesat dan jauh lebih baik lagi. Sedangkan perusahaan saya sekarang makin memburuk," ucap Juna dengan wajah penuh kekecewaan.
"Oke, baiklah saya akan membantu kamu, agar Aleena mau jadi sekretarismu lagi," ucap Veri sambil tersenyum.
"Thank's Friend, sudah mau membantu saya," ucap Juna.
"Tapi sayang sekali, saya tidak mau bekerja lagi diperusahaanmu Tuan Juna," ucap Aleena yang tiba tiba saja masuk ke dalam ruangannya.
__ADS_1
"Aleena?" ucap Juna merasa tidak percaya dengan hadirnya Aleena, padahal Veri tadi bilang Aleena tidak masuk kerja dan lagi sakit.
Bersambung...