Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)

Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)
37. Ibu sama Bapak pamit


__ADS_3

Acara pun sudah selesai. Satu persatu para tamu undangan mulai meninggalkan acara kemeriahan pernikahan Aleena dan Juna. Kini hanya tinggal keluarga dari Juna Prakasa dan Aleena Santika.


"Ibu, Mommy, Aleena mau permisi dulu ya. Pingin istirahat dulu sebentar, Aleena merasa lelah nih." Ucap Aleena.


"Iya silahkan sayang. Mendingan kamu istirahat saja sana." Jawab Mommy Monik.


"Baiklah Mom." Jawab Aleena.


"Aleena tunggu!" Panggil Ibu Lean kepada putrinya.


"Iya ada apa Bu?" Tanya Aleena.


"Ibu sama Bapak, mau pulang dulu ya Nak." Ucap Bu Lean.


"Loh cepat banget pulangnya Bu. Enggak mau nginep disini Bu?" Tanya Aleena sambil menatap Ibunya.


"Pinginnya sih begitu Na. Kan kamu tahu sendiri, kalau besok adikmu ada wisuda kelulusan kuliah. Jadi tidak mungkin, meninggalkan adikmu sendirian." Ucap Bu Lean sambil menatap Aleena.


"Iya juga ya Bu. Ya sudah, kalau Ibu sama Bapak mau pulang, Aleena tidak apa apa kok Bu." Jawab Aleena.


"Ya sudah kalau begitu sayang. Semoga kamu selalu bahagia bersama suamimu, dan secepatnya diberikan cucu untuk Ibu." Ucap Bu Lean sambil tersenyum terhadap Aleena.


Aleena pun hanya tersenyum tanpa menjawab perkataan Ibunya. Karena jujur Aleena tidak mungkin bisa memberikan anak, karena pernikahan Aleena dan Juna hanya di atas kertas sesuai persetujuan keduanya.


"Oya Nak Juna, Bapak mau titip Aleena sama kamu ya. Semoga kalian selalu bahagia dan cepat diberikan momongan." Ucap Bapak Atan.


"Iya siap Pak. Ibu sama Bapak, tidak usah khawatir dan mencemaskan Aleena disini. Semua akan baik baik saja, selama Aleena bersama saya." Ucap Juna sambil merangkul pundak Aleena.


Aleena pun, tidak bisa berbuat apa apa. Hanya pasrah saat Juna menyentuhnya dihadapan banyak orang dan pura pura tersenyum.

__ADS_1


"Ya sudah, kalau begitu Ibu sama Bapak pamit dulu ya." Ucap Ibu Lean kepada Aleena dan besannya.


"Hati hati ya Bu, di jalannya. Semoga selamat sampai tujuan." Ucap Syiffa sambil memeluk Ibunya, dan bergiliran memeluk Bapaknya.


"Iya Nak. Kamu juga, jaga diri baik baik ya sayang. Dan ingat jangan sampai mengecewakan suamimu." Ucap Bu Lean.


Namun, Aleena pun hanya diam saja tanpa menjawab perkataan Ibunya.


"Kenapa tidak menjawab, perkataan Ibu. Kamu dengarkan yang Ibu tadi katakan hah?" Bu Lean, merasa kesal ucapannya tidak di jawab.


"Iya Ibu, Aleena dengar kok." Jawab Aleena.


"Baguslah kalau begitu. Ya sudah Ibu sama Bapak pergi dulu." Bu Lean dan Bapak Atan sambil pergi meninggalkan Aleena, Juna dan besannya.


Setelah Ibu Lean dan Bapak Atan sudah memasuki ke dalam mobil. Dengan segera Aleena pun pamit kepada Mommy Monik untuk pergi ke bedroom.


"Kalau begitu, Aleena pamit mau ke kamar dulu ya Mom." Ucap Aleena sambil menatap Mommy Monik.


"Iya Mom," jawab Aleena.


Dengan segera Aleena pun, berjalan menuju bedroom.


'Hari ini sangat lelah sekali, mana pegal nih kaki ku  kebanyakan berdiri.' Gerutu Aleena pada diri sendiri dan merebahkan tubuhnya diatas ranjang.


Namun tiba tiba datang seseorang masuk ke dalam kamar, dimana Aleena berada. Aleena pun sangat terkejut saat mengetahui siapa yang masuk ke dalam kamar.


"Tu-tuan mau ngapain kesini hah?" Tanya Aleena merasa kaget dan terkejut saat Juna main masuk begitu saja.


"Kamu itu pura pura bodoh, atau bego sih hah? Lagian ini kamar saya, jadi hak hak saya dong mau masuk ke kamar juga." Gerutu Juna.

__ADS_1


"Iya saya tahu, ini kamar kamu. Lagian apa salahnya kan ketuk pintu dulu, bukannya main masuk saja." Ucap Aleena sambil menatap kesal Juna.


"Sudahlah saya lagi tidak ingin berdebat denganmu." Juna sambil berjalan menuju lemari untuk mencari baju.


"Iss menyebalkan sekali." Gerutu Aleena.


Namun Juna pun tidak memperdulikan ucapan Aleena, dan lebih fokus mencari baju.


"Tuan, stopp!" Ucap Aleena saat melihat Juna membuka bajunya. Lalu menutup wajahnya dengan tangan.


"Kenapa kamu menyuruhku untuk berhenti. Emangnya mau apa hah?" Tanya Juna.


"Tuan, kalau mau ganti baju itu lihat dulu dong. Sudah tahu, disini ada orang." Ucap Aleena masih dengan menutup wajahnya dengan tangan.


"Iss kirain mau ngapain. Lagian salah ya, bila membuka baju di depan istri sendiri hah? Bukannya kamu waktu itu sudah melihat tubuh ya." Ucap Juna berjalan menghampiri Aleena dan membuka tangannya yang menutup wajahnya.


"Tu-tuan!" Ucap Aleena merasa kesal, tangannya di hempaskan begitu saja. Lalu menghembuskan napas kasarnya merasa lega karena Juna sudah memakai bajunya.


"Apa?" Tanya Juna yang kini sudah berada di samping Aleena.


"Ih Tuan, ngapain ada disini sih. Kan kita sepakat untuk jaga jarak dan jangan menyentuhku." Ucap Aleena sambil menatap Juna.


Kemudian Juna pun menatap Aleena.


"Ke-kenapa kamu, menatapku seperti itu." Tanya Aleena.


"Dekat dekatmu, hanya bikin telingaku pecah dan ternyata kamu itu sungguh menyebalkan sekali." Gerutu Juna sambil berlalu pergi untuk keluar dari kamar.


"Lagain, kamu juga sama orangnya nyebelin juga." Ucap Aleena sambil menatap Juna yang kini sudah pergi dari kamarnya.

__ADS_1


'Bisa bisa, aku stress kalau disini lama lama sama orang yang menurutku gila dan menyebalkan. Lihat saja Juna, aku akan membuat dirimu tidak betah dan menderita.' Ucap Aleena berbicara pada diri sendiri dan tersenyum penuh arti.


Hoamm.... 'ngantuk sekali diriku. Ya sudah, mending aku tidur saja dulu dan merebahkan tubuhku di atas kasur yang empuk ini.' Aleena sambil memejamkan matanya. Dengan perlahan lahan, Aleena pun tertidur dan kini berada di alam bawah sadarnya.


__ADS_2