Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)

Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)
21. Yang kedua kalinya


__ADS_3

Aleena pun sudah sampai diperusahaan PT. Intern group. Kemudian Aleena keluar dari mobil milik Veri, setelah sampai diperusahaan tersebut.


"Terima kasih Tuan, sudah mengantarkan saya sampai sini," ucap Aleena sambil tersenyum terhadap Veri.


"Ya Na. Ya sudah, kalau begitu saya pamit dulu ya karena harus kembali lagi bekerja." Veri sambil menatap Aleena.


"Iya Tuan, silahkan. Hati hati Tuan, dijalannya." Ucap Aleena.


"Iya Na." Jawab Veri. Lalu dengan segera Veri pun menjalankan mobilnya untuk kembali ke perusahaan miliknya.


Setelah tidak terlihat lagi mobil Veri dari perusahaan, dengan segera Aleena pun berjalan masuk menuju tempat ruangan kerja Aleena.


Aleena pun kini sudah sampai ruangan kerjanya. Kemudian melihat Juna yang sedang duduk dikursi kekuasaannya yang kini sedang menatap dirinya. Tapi Aleena tetap tidak peduli dengan atasannya yang menatap dirinya dengan tatapan yang susah di artikan. Aleena terus berjalan menghampiri tempat kerjanya.


Pok, pok , pok .... Juna pun tiba tiba bertepuk tangan.


"Aleena Santika. Kamu benar benar wanita licik dan busuk." Gerutu Juna sambil beranjak dari kursi kekuasaannya dan berjalan menghampiri Aleena.

__ADS_1


"Maksud Tuan, apa bicara begitu hah?" tanya Aleena benar benar tidak mengerti.


"Kamu itu, jangan pura pura bego Aleena. Maksud kamu apa melakukan rencana busukmu dengan Veri hah?" Juna yang kini berjalan semakin dekat dengan Aleena.


"Rencana busuk? Maksudnya apa Tuan?" tanya Aleena sekali. Sambil mengerutkan keningnya.


"Ck, kamu ini Aleena benar benar tidak mengakuinya. Saya tahu, kalau kamu dan Veri sengaja pura pura menjalin hubungan dan sengaja hanya ingin membalas dendamkan hah?" Juna sambil menatap tajam Aleena dan terus berjalan menghampiri Aleena sehingga kini wajah Juna berdekatan dengan wajah Aleena.


Deg. Aleena pun merasa terkejut, dan tidak percaya bagaimana bisa Juna prakasa tahu tentang rencananya.


"Kenapa kamu diam saja Aleena? Oh jadi benar, kamu memang sengaja melakukannya hanya ingin membuatku menderita iya?" Juna merasa geram dengan amarah yang memuncak.


"Ya, apa yang di katakan kamu itu benar. Saya memang sudah menyesali semua perbuatan yang pernah saya lalu kan kepada kamu Aleena. Saya baru sadar, ternyata kamu sangat berharga dan sudah mampu membuat saya begitu tertarik memilikimu Aleena." Ucap Juna kini makin mendekatkan wajahnya sehingga hidung mereka saling bersentuhan.


"Baguslah kalau begitu Tuan. Ternyata rencanaku dan Tuan Veri berhasil juga membuat seorang Juna prakasa, menyesali perbuatannya," ucap Aleena sambil mendorong kasar tubuh Juna sehingga kini Juna tedorong ke belakang.


"Ck, bagaimana bisa kamu melakukan seperti itu Aleena. Untung saja, saya tidak terjatuh! Dan saya cuma ingin meminta maaf sama kamu Aleena, atas perbuatan saya yang pernah lakukan terhadapmu. Maaf juga saya sudah melakukan yang membuat hatimu terluka. Dan saya cuma ingin mengatakan kalau saya menyukaimu Aleena dan maukah kamu menjadi kekasihku?" Juna sambil menatap Aleena.

__ADS_1


Lalu Aleena pun diam dan berpikir sebentar, kemudian menatap Juna prakasa.


"Gimana, Aleena. Kamu mau kan menjadi kekasihku?" tanya Juna sekali lagi dan terus menghampiri Aleena.


"Maaf Tuan, saya benar benar tidak bisa Tuan. Emang Tuan pikir, saya mau begitu saja memaafkan Tuan dengan mudah hah? Tidak Tuan! Hati saya sudah terlalu tergores luka dan luka itu masih membekas dihati saya. Jadi sangat sulit untuk menerima dan memaafkanmu Tuan Juna prakasa." Ucap Aleena.


"Ayolah Aleena, kamu itu jangan egois! Lagian saya sudah meminta maaf sama kamu Aleena dengan tulus dari hati saya. Tetapi kenapa kamu, tidak mau memaafkan dan membuka hatimu untuk saya Aleena." Juna kini semakin mendekati Aleena namun Aleena pun mencoba memundurkan wajahnya saat wajah Juna mendekati wajahnya.


"Sa-saya rasa, tidak perlu dibahas lagi Tuan. Lagian Tuan pasti tahu juga alasan saya-" ucapan Aleena terputus saat tiba tiba Juna mencium bibir mungil milik Aleena begitu saja. Dan Aleena pun terkejut dengan apa yang dilakukan Juna. Ini sudah kedua kalinya Juna melakukannya.


Heempz .... Aleena mencoba memberontak dan mendorong dada bidang Juna. Namun sayang, harus gagal lagi karena tenaganya tidak sebanding dengan Juna. Kini Juna pun terus mendalami ciumannya, kemudian mengigit bibir bawah milik Aleena. Dengan segera Juna pun melepaskan ciumannya, saat Aleena benar benar kehabisan napasnya.


Plaakkk .... satu tamparan mengenai pipi kanan Juna, sehingga meninggalkan bekas memerah.


"Kamu itu, benar benar sialan Tuan Juna! Kenapa Tuan melakukan ini kepada saya hah? Berani sekali Tuan, menciumku tanpa izin terlebih dahulu hah." Aleena menatap tajam Juna.


"Apakah kamu berpikir, kalau saya meminta izin dulu kamu mau memberikan apa yang saya mau hah? Tidak kan, Aleena. Dan terima kasih Aleena, saya sangat menikmatinya." Bisik Juna sambil berlalu pergi meninggalkan Aleena dari ruangannya.

__ADS_1


"Brengsek, Tuan Juna! Kamu pikir, saya wanita murahan yang bisa seenaknya kamu lakukan. Tidak Tuan." Gerutu Aleena sambil menatap punggung Juna yang kini sedang berjalan keluar. Juna pun tidak membalas perkataan Aleena. Juna terus berjalan keluar dengan seutas senyuman.


__ADS_2