Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)

Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)
24. Dunia itu sempit sekali


__ADS_3

"Tuan, kalau jalan itu pakai mata dong," gerutu Aleena sambil menatap Juna dan mengusap bahunya yang sakit.


"Maaf Na, saya tidak sengaja. Lagian saya jalannya terburu-buru karena pingin ke toilet," ucap Juna sambil menatap Aleena


"Ck, beralasan saja Tuan ini." decak Aleena, sambil menatap sinis Juna.


"Kamu itu kenapa sih Na, saya sudah minta maaf dan benar-benar tidak sengaja. Tetapi kamu malah-" ucapan Juna terpotong saat terdengar suara gas berbunyi


Preeeettt ... Juna tiba tiba mengeluarkan bunyi gas dari tubuhnya.


"Ih Tuan, anda jorok sekali," ucap Aleena sambil menatap Juna.


"Maaf Na hehe. Ya sudah saya tidak ada waktu lagi mengobrol sama kamu. Perutku benar-benar mules sekali," ucap Juna sambil berlalu dari hadapan Aleena dan pergi menuju toilet.


Hahaha.... "Wajah tampan, tapi sangat memalukan sekali. Baru kali ini lihat pria tampan, kentut dihadapan kita hahaha." Reni tertawa terbahak-bahak.


"Ssttt .... kamu itu senang banget ya menertawakan orang. Kalau itu terjadi padamu, tahu rasa loh." Ucap Aleena.


"Maaf Na, habisnya lucu sekali." Reni yang kini sedang berjalan mengikuti langkah Aleena.


"Kamu tahu, dia itu atasanku sekaligus perusahaan pemilik PT. Intern group," ucap Aleena sambil menatap Reni.


"Kamu serius Na? Dia pemilik perusahaan yang terkenal didunia itu? Suatu keberuntungan banget Na, kamu bisa bekerja disana." Reni merasa tidak percaya.


"Heem Ren," jawab Aleena.


Lalu tiba tiba, seseorang pun memanggil Aleena.


"Aleena?" Panggil seseorang pada Aleena.


Kemudian Aleena pun, berbalik badan dan menatap ke sumber suara yang memanggilnya.

__ADS_1


"Sungguh sempit sekali dunia ini, kenapa harus ketemu saat hari libur juga, bersama Tuan Veri dan Tuan Juna disini," gerutu Aleena sambil menghembuskan napas kasarnya.


"Aleena, kemari?" panggil Veri sambil melambaikan tangannya. Lalu Aleena dan Reni pun berjalan menghampiri Veri.


"Kamu kenal dia Na?" Bisik Reni.


"Tentu saja kenal. Dia, Tuan Veri mantan atasan saya. Dia juga pemilik perusahaan PT. Alaska group Ren," jawab Aleena.


"Benar- benar hebat kamu Na. Dua cowok tampan dan pemilik perusahaan terkenal sedunia dua-duanya kamu kenal dan mereka pun mengenalimu. Atau jangan jangan mereka berdua menyukaimu." ucap Reni.


"Iss apaan sih kalau bicara, ngaco deh Ren. Sudah diam, jangan banyak bicara!" Aleena sambil menatap Reni.


"Iya tuan, ada apa ya memanggil saya?" tanya Aleena, saat sudah dekat dimana Veri dan sahabatnya berada.


"Kamu lagi ngapain disini Na?" tanya balik Veri.


"Saya tadi lagi ketemuan sama teman saya ini(Aleena sambil menunjuk Reni), terus saya mampir untuk makan dulu kesini. Sebelum saya dan teman saya untuk pergi jalan jalan Tuan,' ucap Aleena sambil menatap Veri.


"Tidak usah Tuan, biar saya dan teman saya cari tempat lain saja," tolak Aleena.


"Sudah Na, ayo kita makan bersama disini." Veri berdiri kemudian menarik tubuh Aleena untuk duduk dikursi disamping dirinya. Lalu Reni pun ikut duduk disamping Aleena.


"Tapi Tuan-" ucapan Aleena terpotong saat Veri menempelkan telunjuknya dibibir mungil Aleena.


"Ssstt .... kamu jangan banyak bicara, juga jangan banyak menolak!" Veri sambil menyentuh bibir Aleena dengan satu jari telunjuk dan kemudian melepaskannya.


Aleena pun merasa terkejut, apa yang dilakukan Veri. Bagaimana bisa Veri melakukan seperti itu, dihadapan temannya dan juga sahabat-sahabat Veri. Lalu Aleena pun memilih pasrah dan mengikuti kemauan Veri untuk makan bersamanya.


"Ciee romantis benar kalian berdua itu, sudah jadian saja. Kalian berdua memang cocok kok untuk menjadi pasangan kekasih," ucap Reni sambil menatap Aleena dan Veri bergiliran.


"Hussttt .... kalau ngomong tuh, ngaco ya kamu itu," bisik Aleena sambil menatap sebal Reni dan menyunggingkan bibir atasnya.

__ADS_1


"Iya, saya juga berharap begitu sih," ucap Veri sambil menatap Aleena.


"Apaan sih Tuan, selalu bercanda mulu. Oya Tuan, kenalin ini namanya Reni teman sekaligus sahabat saya," ucap Aleena memperkenalkan Reni kepada Veri dan sahabat Veri.


"Hei Tuan, nama saya Reni," ucap Reni memperkenalkan diri dan mengulurkan jabatan tangannya kepada Veri dan sahabatnya. Lalu mereka pun membalas jabatan uluran tangannya.


"Terima kasih Tuan, sudah mengajak kita untuk bergabung dengan kalian." Reni sambil menatap Veri dan sahabat Veri.


"Iya Ren. Oya Ren, apakah kamu sudah punya kekasih?" tanya Vir sambil menatap Reni.


"Be-belum Tuan, emangnya kenapa Tuan?" tanya Reni.


"Tidak cuma nanya saja kok Ren," ucap Vir.


"Kayaknya, Vir naksir kamu tuh Ren." Jamal ikut menimpali.


"Iyakah begitu?" tanya Reni menjadi salah tingkah.


"Heem," jawab Jamal sambil mengganggukan kepala.


Kemudian tiba tiba seseorang pun berjalan menghampiri mereka.


"Maaf, menunggu lama ya?" ucap Juna yang kini kembali duduk ditempat tersebut.


"Iya tidak apa apa kok Jun. Lagian santai saja, makanan sama minumannya juga belum datang kok." Veri sambil menatap Juna.


"Iya Ver." Jawab Juna.


Ck, kenapa ada si Aleena lagi disini. Terus kenapa dia tidak pernah menolak kalau dekat dengan si Veri. Apakah Aleena sudah mulai menyukai dan jatuh cinta sama Veri? Ini tidak bisa dibiarkan. Saya harus segera bertindak sebelum Aleena menjadi milik Veri batin Juna sambil menatap Aleena dan Veri sedang mengobrol. Kini hati Juna pun, terbakar api cemburu yang membara saat melihat Aleena dan Veri saling tertawa serta bercanda, dan Juna pun mengepalkan kedua tangannya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2