
'Aku tidak akan membiarkan Angel jatuh cinta sama Veri, aku harus menemui Veri agar dia menjauhi adikku.' gumam Aleena pada diri sendiri.
"Non Aleena?" panggil bi Atin sambil berjalan menghampiri Aleena yang masih duduk di meja makan.
"Iya Bi, ada apa?" tanya Aleena kemudian menatap bi Atin.
"Lihat Non, Bibi bawa apa?" bi Atin sambil memperlihatkan sesuatu kepada Aleena.
"Waw cantik banget Bi. Dapat dari mana kucingnya?" tanya Aleena sambil memangku kucing tersebut.
"Tadi ada seseorang datang katanya buat Non Aleena," ucap bi Atin.
"Buat aku? Emangnya siapa orang itu, kok bisa tahu kalau aku suka banget sama kucing persia. Apalagi ini bulunya lembut sekali, mana tebal nih," Aleena samnil mengusap bulu tersebut.
"Mungkin Non Aleena pernah bilang sama seseorang kalau Non suka kucing persia. Jadi orang tersebut ingin memberikan kejutan buat Non Aleena," ucap bi Atin ikut duduk di samping Aleena.
"Memang sih Bi, aku pernah bilang sama seseorang tapi lupa pernah bicara sama siapa ya?" Aleena sambil berpikir.
"Ada-ada saja Non ini sampai lupa begitu. Masih muda loh Non ini," ucap bi Atin sambil menggelengkan kepala.
"Masih muda juga tidak menjamin kalau pikirannya akan selalu ingat, pasti bakal ada lupanya Bi."
"Iya benar juga sih Non hehe," ucap bi Atin sambil mengaruk lehernya yang tidak gatal.
"Oh iya, aku tahu Bi dan baru inget kalau aku pernah ... "
Aleena tiba-tiba tergantung saat mengingat siapa orang tersebut.
"Iya Non, siapa orang tersebut?" tanya bi Atin merasa penasaran dengan ucapan Aleena yang tergantung.
"Sudahlah Bi, lagi pula tidak penting sebut nama orang tersebut. Dan bila Bibi mau kucing tersebut, ambilah Bi!" ucap Aleena sambil beranjak dari tempat meja makan tersebut.
__ADS_1
"Ini buat Non Aleena, bukan Bibi kucingnya Non. Jadi Bibi tidak mau menerima pemberian orang yang bukan hak untuk Bibi," tolak bi Atin.
"Tapi Aleena sudah memberikannya buat Bibi. Sudahlah Bi, ambil saja lah kucingnya. Lagi pula, Aleena sudah tidak suka kucing lagi."
"Serius Non ini buat Bibi?"
"Iya serius Bi. Ambilah Bi!"
"Baiklah Non, terima kasih ya Non." ucap bi Atin.
"Iya sama-sama Bi. Ya sudah, Aleena permisi dulu ya Bi mau ke kamar."
"Iya silahkan Non." Jawab bi Atin.
Aleena pun pergi meninggalkan bi Atin sendiri dan berjalan menuju kamar.
'Alhamdulilah punya majikan baik banget ya, ngasih kucing sebagus ini. Lumayan buat cucu nih kucingnya pasti dia suka banget,' gumam bi Atin sambil membawa kucing tersebut ke dapur untuk memberi makan.
*
*
"Selamat pagi Tuan," sapa Angel terhadap Veri saat memasuki ruangan tersebut lalu berjalan menuju tempat kerjanya.
"Pagi Juga Angel." Jawab Veri.
Karena merasa ada sesuatu yang terjadi terhadap Angel, lalu Veri pun berjalan menghampir Angel.
"Kamu kenapa Ngel, ada masalah?" tanya Veri saat sudah berada di tempat kerja Angel.
"Ya begitulah Tuan, kok Tuan tahu kalau saya ada masalah sih?" tanya Angel dengan polos.
__ADS_1
"Tentu saja tahu. Soalnya kelihatan tuh dari wajahmu masam tahu," ucap Veri sambil menoel hidung mancung Angel.
"Iya kah, begitu Tuan? Saya tuh lagi kesal sama kakakku dan kakak iparku Tuan."
"Kesal? Emangnya apa yang terjadi?" tanya Veri kemudian duduk di atas meja Angel.
"Masa saya di suruh untuk menjauhi Tuan sih," gerutu Angel sambil mengembungkan pipinya.
"Loh kok bisa mereka berkata seperti sama kamu?"
"Iya karena saya bilang sama mereka kalau saya jatuh cinta sama Tuan, eh." ucap Angel keceplosan sambil membungkam mulutnya dengan tangan.
"Kamu barusan bilang apa?" tanya Veri sambil menatap Angel.
"Eh tidak Tuan hehe, sudahlah jangan di bahas," Angel dengan pipi memerah karena malu.
"Loh kenapa? Kamu bilang jatuh cinta sama saya? Oke saya terima cintamu," ucap Veri kemudian menatap Angel.
"A-apa?" Angel merasa terkejut dengan perkataan Veri barusan.
"Loh kenapa kamu terkejut begitu? Kamu enggak mau nih, jadi kekasihku," ucap Veri sambil mendekat wajahnya ke wajah Angel.
Angel pun semakin terpesona saat menatap wajah Veri yang begitu tampan. Bagaimana tidak, hidungnya yang mancung, wajahnya yang tegas, bibirnya yang tebal serta memiliki wajah yang putih sehingga siapa saja akan jatuh Cinta.
"I-iya saya mau kok Tuan jadi kekasih Tuan!" ucap Angel dengan cepat.
"Oke, kita deal menjadi pasangan kekasih," ucap Veri sambil mengerlingkan satu masa terhadap Angel.
"Iya Tuan." Jawab Angel dengan pipi memerah karena malu kemudian tersenyum.
*Baguslah kalau begitu, jadi saya gampang untuk bisa mendekati Aleena. Ternyata dia orangnya gampang juga ya untuk bisa menerimaku padahal baru beberapa hari kenal. Tapi tidak apalah justru ini sangat bagus gumam Veri di dalam hati kemudian menyeringai senyum penuh arti.
__ADS_1
Bersambung* ...