
Dua hari kemudian.
Hari ini, hari dimana Juna harus bekerja kembali ke perusahaannya, setelah tiga hari Juna cuti bekerja. Juna pun, kini sedang bersiap-siap untuk berangkat kerja. Mereka kini, sedang berada di ballroom.
"Aleena, saya berangkat kerja dulu ya," ucap Juna sambil menatap istrinya yang kini sedang menatap dirinya.
"Iya," jawab Aleena dengan singkat.
"Kamu ini kenapa sih Na, kok menatap suamimu seperti itu," tanya Juna.
"Saya itu, lagi kesal tahu enggak sama kamu. Masa iya, saya dipecat dan di suruh diam dirumah sih," gerutu Aleena.
"Loh, emangnya kenapa? Bukannya bagus tuh, seorang istri diam di rumah dan biarkan saja suamimu yang bekerja. Ini aneh banget ya punya istri." Juna sambil menatap kesal istrinya.
"Tapi, saya ini tidak biasa diam dirumah. Kan biasanya, setiap hari kerja terus," ucap Aleena.
"Itu kan, saat kamu masih perawan. Sekarang kamu itu, sudah punya suami. Apalagi, kamu istri dari seorang Juna prakasa yang tampan, kaya raya dan terkenal di negeri ini. Jadi, apa kata mereka bila kamu kerja hah?" Juna sambil menatap Aleena.
__ADS_1
"Iss, sombong sekali punya suami. Selalu memuji diri sendiri. Sudahlah, sekarang kamu berangkat kerja sana," Aleena sambil mendorong tubuh suaminya.
"Lagain, tidak usah di dorong juga kali. Emang kamu pikir, saya apaan hah? Main dorong saja. Saya punya kaki, jadi bisa berjalan sendiri," ucap Juna.
"Baguslah kalau begitu. Sekarang cepat sana pergi kerja!" Perintah Aleena.
"Iya, ini juga mau nih. Punya istri, benar-benar menyebalkan sekali." Juna sambil berlalu pergi meninggalkan istrinya, dengan perasaan kesal karena tingkah istrinya.
'Sampai kapan, istriku akan bersikap seperti itu? Sungguh mengesalkan sekali. Andai saja, Aleena tahu kebenaran yang terjadi waktu di hotel. Akankah, Aleena berubah dan membenci orang itu? Akankah, Aleena membuka hatinya untukku? Ntahlah, biarkan saja waktu yang menjawabnya.' Juna sambil masuk ke dalam mobil. Setelah semuanya siap, dengan segera Juna pun menjalankan mobilnya untuk pergi menuju perusahaan miliknya yaitu PT. Intern group.
'Mungkin, ini akan sangat membosankan untukku diam dirumah terus.' Aleena sambil berjalan menuju kamarnya.
"Non Aleena, mau kemana?" tanya Bi Sri saat melihat Aleena berjalan menuju ballroom.
"Aleena, mau pergi dulu ke rumah teman Bi," ucap Aleena.
"Mau ngapain Non? Terus, apakah Non Aleena sudah meminta izin kepada Tuan Juna akan keluar," tanya Juna.
__ADS_1
"Itu Bi, ada acara reuni bersama teman-teman masa SMA, Aleena. Lagian Aleena sudah minta izin kok sama Tuan Juna," bohong Aleena.
"Baikalah kalau begitu. Hati-hati dijalannya ya Non," ucap Bi Sri.
"Iya Bi." Jawab Aleena.
Kemudian Aleena pun, pergi meninggalkan Bi Sri dan berjalan menuju mobil yang dimaksud. Lalu Aleena pun masuk ke dalam mobil dan dengan segera pak Amir pun menjalankan mobilnya, setelah majikannya sudah siap.
"Non, mau kemana?" Tanya pak Amir.
"Kita pergi ke hotel pak," jawab Aleena.
"Ke hotel? Mau ngapain Non?" Pak Amir sambil menatap Aleena dari bali kaca mobil depan.
"Sudahlah Pak, jangan banyak tanya. Sekarang kita berangkat ke hotel!"
"Baiklah, kalau begitu Non." Jawab pak Amir.
__ADS_1
Kemudian pak Amir pun, menjalankan mobilnya menuju tempat yang di maksud Aleena.