
Di tempat lain.
Di kediaman rumah orangtua Aleena kini sangat ramai. Banyak tetangga yang sengaja diam di halaman rumah Bu Sofi. Orang-orang berkunjung karena hanya ingin melihat suami dari Aleena. Bagi mereka, suami Aleena sangat memukau dan membuat yang melihatnya jadi terpesona.
Bule masuk kampung? Memang aneh bukan? Apalagi Aleena memiliki suami yang memang ke bule-an. Makanya orang-orang sengaja main hanya ingin berkenalan dan ingin mengenal dekat langsung dengan Juna.
"Bu Sofi hebat sekali ya, punya menantu tampan sekali ya dan ke bule-an begitu," ucap Tini tetangga dekatnya.
"Sumuhun kasep pisan euy, wah itu mah si kasep pria idaman awewe Bu," tembal Tina sambil mengerlipkan matanya sebelah ke arah Juna. Kebetulan Juna lagi ada di luar rumah. Juna sengaja keluar karena merasa gerah.
"Iss Tina, kamu itu apa-apan ih . Juna itu suami anakku, genit sekali pakai mengerlipkan mata segala," gerutu Bu Sofi merasa kesal.
"Maaf Bu Sofi, habisnya kasep pisan. Aduh bikin ngiler, itu pria idamanku," ucap Tina sambil menatap terus Juna.
Juna pun hanya tersenyum dan sambil menganggukan kepala saat para tetangga menatap dirinya.
"Ya ampun itu sang Arjuna tersenyum ka abi. Adeuh jadi salah tingkah," ucap Dewi sambil menggoyangkan tubuh Tina.
"Dia itu tersenyum padaku, bukan sama ka eh. Sok pede pisannya." Tina sambil menatap sinis Dewi.
"Serius, dia tersenyum padaku bukan sama Titin!"
"Namaku Tina! enak saja bilang Titin." gerutu Tina.
"Ih dasar kalian itu pada genitny," ucap Bu Sofi sambil menatap sinis tetangganya.
__ADS_1
"Ih Bu Sofi, bicara kemana saja," gerutu Tina sambil menatap Bu Sofi.
"Eh itu ada Aleena, ayo kita panggil dia," ucap Dewi saat melihat Aleena keluar dari rumah.
"Aleena ..." panggil Tina sambil melambaikan tanggannya.
"Iya ada apa Mbak?" tanya Aleena sambil berjalan menghampiri Dewi, Tina dan Tini.
"Kamu itu gimana sih Aleena, punya suami tampan, kaya dan super best pokoknya. Tetapi kenapa tidak mau memperkenalkan sama kita sih," ucap Tina sambil menatap Juna.
"Iya nih, padahal kita pingin kenal dekat dengan suami kamu yang bule itu," Dewi ikut bicara.
Aleena pun tidak menjawab perkataan tetangganya. Aleena hanya menatap tetangganya dengan menaikan satu alisnya.
"Santai saja Aleena, Mbak enggak bakal merebut suamimu kok. Mbak disini cuma pingin kenalan saja," ucap Tina meyakinkan Aleena.
"Iya ada apa sayang?" tanya Juna sambil menatap istrinya lalu berjalan menghampiri istrinya.2
"Ya ampun so sweet banget, dia menjawab dengan kata sayang," ucap Dewi merasa iri.
"Makanya cepetan nikah, cari suami bule kaya dan tampan!" ucap Bu Sofi.
"Makannya aku pingin kenalan sama suaminya Aleena, siapa tahu punya teman bisnis yang masih single buat aku Bu Sofi," ucap Tina.
"Emm begitu." ucap Bu Sofi sambil menatap Tina.
__ADS_1
"Tadi kamu memanggilku, ada apa sayang?" tanya Juna tangannya sambil merangkul pinggang Aleena.
Semua orang yang melihat tingkah Juna, membulatkan matanya dengan besar. Mereka semakin iri dengan perlakuan Juna terhadap Aleena, yang menurutnya sangat romantis.
"Aku mau kenalin kamu dengan tetanggaku nih," ucap Aleena sambil menatap Juna.
"Bolehkan aku kenalan sama kamu tampan?" tanya Dewi sambil menatap Juna.
"Tentu saja boleh," jawab Juna sambil tersenyum.
"Ya sudah kenalin nama aku, Tina," ucap Tina sambil mengulurkan tangannya.
"Saya Juna," ucap Juna melepaskan tangannya dari pinggang Aleena, lalu membalas uluran tangan Tina kemudian melepaskan tanggannya.
"Kalau aku namanya Tini," ucap Tini sambil mengulurkan tanggannya.
Juna pun membalas uluran tangan Tini dan berkata,"saya Juna."
"Senang sekali bisa kenalan denganmu ya ganteng! Tanganmu bersih sekali, hangat lagi," ucap Tini masih enggan melepaskan tangan Juna, dan mengelus tanggan Juna dengan Jarinya.
"Eh Tini, lepasin tanganmu itu. Dia suami anakkku, kamu mau jadi pelakor hah?" Bu Sofi sambil menatap tajam Tini lalu mencoba melepaskan tangan Tini yang masih menempel.
"Eh enggak kok Bu, aku enggak ada pilkiran buat jadi pelakor! Tadi saya lupa Bu melepaskan tangan aku, habisnya berkenalan dengan Mas Juna, membuatku ngiler dan ingin memilikinya," ucap Tini saat tangannya sudah lepas dari Juna.
"Berarti kamu mau jadi pelakor dong? Wah kudu di singkirkan pelakor mah," ucap Bu Sofi sambil menatap tajam Tini.
__ADS_1
Bersambung...