Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)

Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)
43.Kedatangan Olin


__ADS_3

"Tuan, apakah masih lama?" Tanya Aleena yang kini sedang duduk di sofa.


Sebenarnya Aleena sangat bosen, dari tadi cuma duduk saja di sofa. Mau melakukan pekerjaan Seperti biasanya, tapi Juna malah marah dan melarang Aleena untuk diam duduk sofa.


"Bentar lagi selesai kok, Aleena. Oya Aleena, saya sudah kasih tahu sama kamu jangan panggil saya-" ucapan Juna harus terputus, saat tiba tiba Aleena memotong pembicaraannya.


"Iya saya tahu, harus panggil Juna! Lagian tadi saya belum terbiasa saja menyebut nama, dan karena terbiasa memanggil Tuan." gerutu Aleena memotong pembicaraan suaminya dan sambil menatap sinis suaminya.


"Ck, kamu itu ya Aleena. tidak sopan banget, memotong pembicaraan orang yang belum selesai berbicara!" kesal Juna sambil menatap Aleena.


Namun Aleena pun, hanya diam saja tanpa membalas ucapan suaminya. Karena Aleena tidak mau, berdebat di kantor yang pastinya bakal membuat diri sendiri merasa malu, karena tingkahnya sendiri bila para pegawai ,tahu.


"Sudahlah saya tidak mau, bila akhirnya nanti berujung perdebatan lagi denganmu. Saya mau permisi dulu, mau ke toilet." Aleena sambil beranjak dari sofa dan berjalan dari ruangan tersebut. Menuju ke toilet.


'Benar benar itu orang. Sekarang kenapa malah menjadi membuatku kesal.' gerutu Juna sambil menatap istrinya yang kini sudah keluar dari ruangannya.


Tiba tiba datanglah, seseorang masuk begitu saja ke dalam ruangan tanpa mengetuk terlebih dahulu.

__ADS_1


"Juna...." panggil Olin yang tiba tiba masuk ke dalam ruangannya.


"Olin?" Juna merasa terkejut saat Olin tiba tiba datang ke perusahaannya, dan masuk begitu saja.


"Juna, kenapa kamu tega sekali menikahi wanita lain dan bukannya aku yang seharusnya kamu nikahi." protes Olin sambil berjalan menghampiri Juna.


"Kamu itu, berbicara apa Olin. Bagaimana bisa saya menikahi kamu, bukannya kita tidak ada hubungan apa apa lagi." ucap Juna sambil menatap sinis Olin.


"Kamu itu tega sekali Juna, benar benar memutuskan hubungan kita."


"Bukannya, kamu sendiri yang memutuskan hubungan kita. Jadi jangan salahkan saya. Lagian sudahlah Olin, saya ini sudah menikah. Jadi kamu jangan mengharapkan bahwa kita akan bersama lagi." ucap Juna sambil menatap Olin.


"Terus kamu maunya apa sekarang?" Tanya Juna.


"Aku mau kita kembali lagi seperti dulu, terus kamu nikahi aku." Jawab Olin.


"Kamu itu benar benar gila ya Olin. Saya ini sudah menikah, jadi tidak mungkin kita bisa kembali lagi seperti dulu."

__ADS_1


"Kenapa Juna? Kenapa kamu mengatakan seperti itu. Apa salahnya kamu ceraikan Aleena, kan gampang. Dan setelah itu kamu nikahkan aku!"


"Itu tidak segampang yang kamu ucapkan Olin! Lagian mana mungkin saya menceraikan Aleena begitu saja." ucap Juna.


"Kamu bilang, tidak mungkin bisa menceraikan Aleena? Kenapa Juna, kenapa hah? Aku tahu, pasti kamu sudah jatuh cinta sama Aleena kan?" Tanya Olin sambil menatap tajam Juna.


Namun Juna pun, hanya diam saja tanpa menjawab perkataan Olin.


"Kenapa kamu diam saja Juna? Oh, jadi ternyata benar. Kalau kamu sudah jatuh cinta dan menyukai Aleena, iya hah? Kamu itu benar benar jahat Juna. Kenapa sih, aku yang sudah lama berhubungan denganmu malah tidak mau kamu ajak nikah? Kenapa Juna, kenapa hah hiks hiks." Olin mulai menangis dan airmatanya mulai menetes membasahi pipinya.


"Maafkan saya Olin, saya tidak bermaksud menyakitimu." Juna beranjak dari kursi kekuasaanya lalu berjalan menghampiri Olin dan memeluknya.


"Kamu itu jahat Juna, kamu benar benar jahat hiks hiks." Olin sambil memukul dada bidang Juna. Lalu dengan sigap Juna pun menangkap tangan Olin ketika ingin memukul lagi.


"Olin, dengerin saya dulu. Kalau-" ucapan Juna terputus saat tiba tiba benda kenyal menyentuh bibir Juna. Kemudian Juna pun membalas setiap ciuman yang diberikan Olin.


Tanpa mereka sadari, ternyata ada seseorang yang dari tadi memperhatikan mereka.

__ADS_1


Bersambung....


**jangan lupa tinggal jejak ya kak.


__ADS_2