Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)

Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)
56. Di restoran


__ADS_3

"Ayo sayang, kita keluar dari mobil," Ajak Juna saat sudah sampai ditempat restoran yang di tuju, sambil menatap istrinya.


"Baiklah," ucap Aleena menatap kembali suaminya.


Aleena dan Juna pun, kini sudah keluar dari mobilnya lalu tangan Juna merangkul pundak istrinya.


"Ayo, kita masuk ke dalam," ucap Juna.


"Oke, tapi tanganmu jangan begitu kan, malu kalau orang-orang pada lihat," protes Aleena.


"Ngapain harus malu hah? Lagian, kita ini kan, sepasang suami istri yang sudah sah dimata hukum dan negara sayang. Jadi kenapa harus malu," ucap Juna sambil menatap istrinya.


"Iya juga sih hehe, tapi saya ini belum biasa kayak gini," Aleena masih protes.


"Makanya, mulai sekarang harus terbiasa! Sudah ah jangan banyak protes, ayo kita masuk ke dalam," ucap Juna sambil mempercepat langkah kaki nya.


"Baiklah," jawab Aleena pasrah dan berjalan mengikuti langkah suaminya.


Mereka pun kini berjalan memasuki restoran.

__ADS_1


"Maaf Tuan, Nona, mau pesan apa ya?" tanya seorang pelayan menghampiri Aleena dan Juna saat sudah duduk di meja makan.


"Saya pesan makanan dan minuman yang sangat special untuk istriku tercinta," ucap Juna sambil menatap pelayan tersebut.


"Baiklah Tuan," jawab Arto sang pelayan tersebut, " ya sudah Tuan, kalau begitu saya permisi dulu." ucap Arto sambil berlalu pergi.


"Lebay banget sih kamu kalau bicara, pakai bilang istri tercinta segala," gerutu Aleena sambil menatap suaminya.


"Loh, emangnya kenapa, tidak boleh gitu? Lagian, emang kenyataannya kayak gitu kok. Kamu itu istri yang paling saya cintai dan sayangi," ucap Juna kemudian sambil memegang kedua tangan Aleena, lalu mencium tangan Aleena.


"Bukannya Olin ya, orang yang sangat kamu cintai dan di sayangi? Apakah saya cuma sekedar pelampiasan saja?" tanya Aleena sambil menatap Juna.


"Tuan Veri tidak bilang gitu kok. Lagian, cuma perasaan saya saja kalau kamu hanya untuk-"


"Percayalah sama saya Aleena, kalau saya ini sangat sayang dan mencintaimu, Aleena. Masa kamu tidak percaya sama saya hah? Lagian, buat apa waktu itu saya menyetujui syaratmu yang tidak masuk akal itu. Kalau saja waktu itu saya tidak ada rasa cinta terhadapmu, mana mau menyetujui syaratmu itu," ucap Juna memotong pembicaraan Aleena.


"Oh jadi dari dulu kamu sudah jatuh cinta nih, sama saya. Wah pasti sangat sakit hati dong saat saya sama Tuan Veri selalu bersama," sindir Aleena.


"Ka-kata siapa, tidak kok. Perasaan biasa saja kok," jawab Juna dengan kikuk

__ADS_1


"Masa sih, biasa saja? Terus ngapain waktu dulu kamu pergi di saat belum selesai makan malam, serta sampai minum empat gelas lagi, bukannya karena cemburu kan," sindir Aleena.


"Si-siapa bi-"


"Sudah jujur saja kali, kalau kamu itu memang cemburu," potong Aleena.


"Iya memang, apa yang dikatakan kamu itu benar. Kalau waktu itu sangat cemburu melihat kamu dan Veri selalu bersama, puas!"


"Tentu saja puas, karena sengaja biar kamu itu merasakan sakitnya gimana orang yang kamu cintai malah perhatian dan romantis sama sahabatmu sendiri," ucap Aleena sambil menatap suaminya.


"Jahat ya, kamu itu," ucap Juna sambil memijit hidung mancung istrinya.


"Juna ... sakit tahu," rengek Aleena sambil menatap sebal suaminya.


"Habisnya gemas sih, lihat sandiwara kamu sama Veri itu yang selalu buat hatiku selalu terbakar tau. Oya saya mau ke toilet dulu sebentar ya sayang," ucap Juna.


"Iya silahkan," jawab Aleena.


Kemudian Juna pun pergi menuju toilet dan meninggalkan Aleena sendiri. Tiba-tiba datang seseorang menghampiri Aleena.

__ADS_1


"Aleena ... " panggil seseorang sambil berjalan menuju tempat meja makan Aleena.


__ADS_2