Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)

Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)
82. Frank.


__ADS_3

Aleena dan Juna pun, kini sudah sampai di tempat rumah kediaman suaminya.


"Ayo, kita keluar sayang," ajak Juna kepada istrinya.


"Oke, baiklah," jawab Aleena kemudian melepaskan salt belt mobilnya lalu keluar dari mobilnya.


"Akhirnya, kita sudah sampai di rumah juga. Aku sangat rindu rumahku," ucap Juna saat sudah keluar dari mobilnya.


"Jadi kamu enggak betah gitu, tinggal di rumah orangtuaku karena rumahnya jelek dan tidak semewah rumahmu ya," Aleena sambil menatap kesal suaminya.


"Eh kok bicara begitu sih? Kamu jangan bicara semaunya ya." ucap Juna sambil menatap istrinya.


"Tapi emang benarkan?"


"Enggak sayang. Kamu kenapa sih, sekarang suka banget berpikiran negatif mulu ya."


"Habisnya aku paling enggak suka bila kamu membanding-bandingkan dengan rumah orangtuaku."


"Lagi pula, siapa juga yang membandingkannya. Aku cuma bilang kangen saja cuma begitu kok. Sudahlah, aku enggak mau kita berdebat mulu! Ayo kita masuk ke dalam." ucap Juna sambil merangkul pundak istrinya.


"Huh, menyebalkan sekali." Aleena pun mengikuti langkah Juna kemudian melingkarkan tangannya ke pinggang Juna.


Juna pun tersenyum, tiba-tiba istrinya melingkarkan tangannya ke pinggang dirinya. Aleena dan Juna pun berjalan masuk ke dalam rumah.


"Kak Aleena ..." panggil Angel saat melihat kakaknya berjalan menuju ballroom.


Karena merasa ada seseorang yang memanggil dirinya, Aleena pun menatap ke arah sumber suara.


"Kamu siapa?" tanya Aleena benar-benar tidak mengenali wanita tersebut.

__ADS_1


"Aku Angel kakak, adikmu! Masa iya kakak lupa sih."


"Angel? Emangnya aku punya adik ya?" tanya Aleena terhadap suaminya.


"Entahlah aku juga enggak tahu, apakah dia adikmu atau bukan," jawab Juna sambil mengidikan bahunya.


"Ih kakak ipar, tega benar ya bilang gitu sama kakakku. Kakak ipar sangat menyebalkan sekali," gerutu Angel sambil menatap kesal Juna, kemudian mencubit keras lengan tangannya.


"Aww, sakit Angel!" ringgis Juna sambil menatap adik iparnya, kemudian mengusap lengannya yang sakit.


"Habisnya kakak ipar menyebalkan sekali tahu enggak! Dan ini kenapa lagi, si kak Aleena tidak mengenaliku? Dia anemia atau pura-pura akting nih." Angel menatap kesal Aleena.


"Iss kamu sebenarnya siapa sih? Enggak sopan sekali berbicara seperti itu kepadaku."


"Sudahlah kak jangan sok pura-pura akting nih, aku aduin nih sama Ibu dan bapak nih," ancam Angel kepada kakaknya.


"Iss masih anak manja, main ngadu saja nih." Sindir Aleena.


"Maaf adikku sayang, kakak cuma ingin ngerjain kamu saja kok hehe," ucap Aleena cengengesan.


"Enggak lucu tahu kak bercandaannya ah, sangat menyebalkan." gerutu Angel.


Karena merasa pusing mendengar perdebatan kakak beradik, Juna pun pamit untuk pergi menuju kamarnya. Sedangkan Aleena dan Angel, kini sedang duduk di ballroom.


"Gimana sekarang kabar Bapak kak?" tanya Angel sambil menatap kakaknya


"Bapak sekarang sudah sehat kok. Dan bisa mulai beraktivitas seperti semula lagi." jawab Aleena.


"Syukurlah kalau begitu kak."

__ADS_1


"Iya. Oya gimana sudah diterima kerjanya?" tanya Aleena terhadap adiknya.


"Tentu saja sudah kok kak! malahan Angel sudah tiga hari kerja disana," jawab Angel.


"Syukurlah kalau begitu."


Tiba-tiba datanglah bi Atin membawakan minuman jus kesukaan Aleena dan Angel kemudian menyimpannya di atas meja.


"Ini Non di minum jus ya, seger banget nih Non," ucap bi Atin.


"Iya terima kasih Bi," Aleena sambil tersenyum terhadap bi Atin.


"Ya sama-sama Non. Oya, bibi permisi dulu mau ke dapur ada pekerjaan yang harus di kerjakan lagi."


"Iya silahkan Bi." Jawab Aleena.


Kemudian bi Atin pun pergi menuju dapur dan meninggalkan kakak beradik di ballroom.


"Oya Angel, emangnya kamu kerja dimana sih?" tanya Aleena kepada adiknya.


"Kerja di PT. Alaska group kak," jawab Angel dengan santai.


Uhuk ... uhuk ... Aleena pun tiba-tiba terbatuk, bersamaan dengan meminum jusnya.


"Kak Aleena, baik-baik saja kan?" tanya Angel merasa khawatir.


"Iya kakak baik-baik saja kok," jawab Aleena.


"Syukurlah kalau baik-baik saja. Lagian aneh sekali kakak ini, cuma gara-gara menyebut perusahaan PT. Alaska group sampai batuk begitu. Atau jangan-jangan Kakak sama Tuan Veri pernah menjalin hubungan ya?" tanya Angel dengan menatap tajam Aleena dengan sorot mata penuh penyelidikan.

__ADS_1


*bersambung ...


__ADS_2