
Mobil taksi online yang di tumpangi Aleena pun, kini sudah sampai di tempat dimana Aleena tinggal. Dengan segera Aleena pun, keluar dari taksi online tersebut.
"Ini Tuan uangnya." Aleena sambil menyodorkan uang tersebut.
"Iya terima kasih Non," jawab Pak Rizal.
Dengan segera Aleena pun, berjalan menuju rumah. Dan betapa terkejutnya Aleena, saat sampai rumah. Ada sahabatnya dan Veri sedang menunggu. Kemudian Aleena pun berjalan menghampiri mereka.
"Aleena...." panggil Reni, saat Aleena menghampirinya.
"Iya, kenapa Ren?" Tanya Aleena.
"Kamu kemana saja Aleena. Semalam aku mencarimu tahu, dan tidak menemukanmu sama sekali." Ucap Reni merasa khawatir.
"Semalaman aku...." ucapan Aleena sengaja digantung lalu menatap Reni dan Veri bergiliran.
"Iya semalaman kamu tidur dimana? Aku khawatir sama kamu, takut terjadi sesuatu. Dan aku juga tadi menelpon Tuan Veri, tapi Tuan bilang tidak tahu." Ucap Reni sambil menatap Aleena.
"Aleena, apakah kamu baik baik saja? Tidak ada sesuatu terjadikan?" Tanya Veri merasa khawatir juga.
"Maaf membuat kalian khawatir. Lagian, saya baik baik saja kok. Dan semalaman saya, tidur dirumah teman saya disana." Bohong Aleena.
"Emangnya, sejak kapan kamu punya teman disana hah?" Tanya Reni merasa curiga.
"Sudahlah Ren, kamu jangan terlalu banyak bicara dan harus percaya sama saya." Ucap Aleena sambil menatap Reni.
__ADS_1
"Baiklah Na. Eh tunggu dulu Na." Reni menghentikan langkah Aleena.
"Apalagi Ren?" Tanya Aleena dengan malas.
"Kamu habis menangis ya Na? Pasti ada sesuatu terjadi sama kamu kan?" Tanya Reni tambah cemas saat melihat mata Aleena yang begitu sembab khas orang menangis.
"Ka-kata siapa, tidak kok. Tadi mataku kelilipan kena debu, makannya jadi begini. Sudah ah, saya masuk dulu ya." Ucap Aleena sambil mengucek matanya.
"Aleena!" Panggil Veri sambil menahan lengan tangan Aleena, untuk menghentikan langkahnya.
"Iya ada apa Tuan?" Tanya Aleena sambil menatap Veri.
"Sekarang kamu jujur Aleena. Apa yang terjadi denganmu?" Tanya Veri sambil menatap Aleena.
"Aleena! Saya mohon, kamu untuk berkata jujur Aleena. Apa yang sudah terjadi denganmu, Aleena!" Tanya Veri sekali lagi.
"Terus, dengan saya bercerita kepada Tuan. Apakah Tuan, akan peduli sama saya hah? Lagain ini tidak penting buat Tuan, tahu." Ucap Aleena sambil menatap Veri.
"Kata siapa Aleena? Justru ini sangat penting, buat saya tahu. Dan asal kamu tahu Aleena, saya sangat menyukaimu. Jadi saya tidak mau terjadi apa apa sama kamu, Aleena." Veri sambil menatap Aleena dan melepaskan tangannya yang tadi menahan lengan tangan Aleena.
Deg. Aleena pun tidak percaya dengan ucapan Veri. Bagaimana bisa, Veri mengatakan semua ini saat kesucian Aleena sudah direngguti oleh sahabatnya sendiri. Akankah Veri menerima dirinya yang tidak suci lagi? Aleena pun tidak tahu apa yang harus dilakukannya.
"Aleena, kenapa kamu diam saja? Katakanlah Aleena, apa yang terjadi denganmu. Saya tidak rela bila seseorang melukai kamu, orang yang sangat saya cintai." Ucap Veri.
Deg. Aleena pun semakin lemah dengan ucapan Veri. Aleena merasa kalau Veri tidak pantas memiliki dirinya yang tidak suci lagi. Tiba tiba Aleena pun mengeluarkan airmatanya yang membasahi pipinya.
__ADS_1
"Aleena, kenapa kamu menangis? Maaf saya tidak bermaksud untuk -" ucapan Veri terputus saat Aleena memotong pembicaraannya.
"Tidak Tuan, saya menangis bukan karena Tuan. Tapi karena...." ucapan Aleena sengaja di gantung dan merasa sangat berat untuk mengatakannya.
"Karena apa Aleena? Ayolah katakanlah Aleena, ada apa denganmu?" Tanya Reni merasa khawatir dan ada sesuatu terjadi kepada Aleena.
"Tu- Tuan Juna.... hiks hiks." Ucap Aleena sambil menangis.
"Tuan Juna? Emangnya ada apa dengan Tuan Juna, apakah Tuan Juna menyakitimu?" Tanya Reni dengan hati hati.
Lalu Aleena pun, tidak menjawab perkataan Reni. Aleena hanya menganggukan kepala.
"Emangnya apa yang sudah Juna lakukan terhadapmu Aleena." Tanya Veri sambil menatap Aleena.
"Tuan Juna, sudah.... hiks hiks." Aleena menggantung ucapannya dan masih menangis.
"Sudah apa Aleena?" Tanya Reni merasa penasaran dengan ucapan Aleena yang digantung dan sambil mengerutkan keningnya.
"Tuan Juna sudah merenggut kesucianku hiks hiks." Ucap Aleena.
"Apa?"
Ucap Veri dan Reni merasa terkejut.
Bersambung....
__ADS_1