
Satu jam sudah Aleena berada di toilet. Aleena menghabiskan waktunya di toilet hanya bercermin di wastafel, dan mengingat kejadian tadi ketika seorang pria menolongnya. Dan Aleena pun tidak percaya, kini bisa bertemu sama seseorang yang sangat Aleena cintai waktu dulu dan pernah jadi kekasihnya. Namun sayangnya, cinta Aleena harus kandas dengan seorang pria tersebut karena dia yang duluan menghianatinya.
'Sudahlah Na, yang lalu biarlah berlalu jangan kamu pikirin. Kamu harus bisa melupakan dia. Lagian masih banyak diluar sana pria yang jauh lebih baik gerutu Aleena pada diri sendiri' sambil menatap cermin, kemudian pergi berlalu dari wastafel dan berjalan dimana sahabatnya serta Veri berada.
"Aleena, kamu lama sekali ditoilet? Kita disini mau mengajak kamu untuk ke club nanti malam," ucap Reni saat melihat Aleena sudah datang menghampirinya.
"Maaf tadi perutku mules sekali, jadi bolak balik pergi ke toilet hehe." Bohong Aleena sambil cengengesan.
"Bagaimana bisa sampai begitu hah? Perasaan tadi tidak makan yang pedas." Reni sambil menatap Aleena.
"Entahlah Ren, aku juga enggak tau. Mungkin masuk angin kali yang menyebabkan perutku mules." Ucap Aleena.
"Ada ada saja, kamu itu Aleena." Gerutu Reni.
"Oya, Tuan Veri mana ya?" Tanya Aleena ketika tidak melihat keberadaan Veri disana.
"Ck, peduli sekali sama dia." Celetuk Juna sambil menatap sinis Aleena.
Namun Aleena pun, tidak membalas ucapan Juna. Dan memilih untuk masa bodoh.
"Tadi Tuan Veri izin pulang duluan, katanya ada keperluan keluarga mendadak. Dan Tuan Veri juga menyuruh agar kamu pulang bareng sama kita." Ucap Riki.
"Oh begitu ya. Oya Ren, tadi kamu bilang mau ke Club? Maaf aku tidak bisa Ren," Aleena sambil menatap Reni.
"Lho kenapa Aleena? Tidak asyik ah, kalau tidak ada kamu." Ucap Reni.
"Tapi aku tidak biasa Ren. Lagian aku bukan wanita kebanyakan orang yang selalu ke tempat seperti itu." Gerutu Aleena.
__ADS_1
"Ck, so alim lagi." Sindir Juna.
"Maksud Tuan apa berbicara begitu hah? Dari tadi nyindir mulu. Maunya Tuan apa sih?" Aleena menatap tajam Juna.
"Lho, emangnya kenapa kalau saya suka nyindirin orang? Lagian mulut-mulut saya tuh, jadi hak hak saya dong," Juna sambil membalas tatapan Aleena dan tersenyum sinis.
"Tuan ini benar benar-" ucapan Aleena terpaksa harus diakhiri, saat Reni menatap tajam dan memberikan kode untuk mengalah serta tidak mencari keributan.
"Apa hah?" Juna menatap tajam Aleena.
"Sudahlah Tuan jangan cari gara gara, lagain saya malas harus cari keributan dengan Tuan." Gerutu Aleena sambil duduk disamping Reni.
"Jadi gimana, kamu mau kan ikut kita ke Club?" Tanya Reni sekali lagi.
"Baiklah, aku ikut." Jawab Aleena.
"Nah gitu dong Aleena, baru namanya sahabatku." Reni sambil merangkul pundak Aleena.
Baguslah, akhirnya Aleena ikut juga. Inilah yang sangat saya tunggu tunggu. Lihat saja permainanku Aleena, dan kamu akan menjadi milikku batin Juna sambil menatap Aleena yang kini sedang asyik mengobrol dengan Reni. Ada seutas senyuman penuh dengan arti.
Sambil menunggu hujan reda, kini mereka pun sambil menikmati sepotong pizza dan jus leci. Kebetulan tadi sore cuacanya mendung dan tiba tiba hujan lumayan deras.
"Gimana ini, hujannya semakin deras nih. Apakah kita batalkan saja?" Tanya Vir kepada teman temannya.
"Enak saja, kamu mau batalin rencana kita. Lagian kita tunggu saja sampai hujan reda. Kan kalau hujannya berhenti nanti malam, bukannya asyik kalau semakin malam." Ucap Juna sambil sekilas menatap Aleena yang masih mengobrol bersama temannya.
"Betul banget tuh. Sudah kita sambil menikmati makan saja dulu, sekalian nunggu hujan reda. Siapa tahu bentar lagi hujannya segera reda." ucap Kamal.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu. Terserah kalian saja deh." Vir yang kini mengambil kembali makanan yang ada di atas meja, lalu menyuapkannya ke dalam mulut.
Sore pun berganti malam. Secara kebetulan hujan pun sudah berhenti.
"Ayo kita berangkat. Hujannya sudah berhenti tuh." Ajak Kamal.
"Ya sudah, ayo!" jawab Vir.
"Semangat benar ini orang. Bukannya tadi mau rencana membatalkannya." gerutu Riki.
"Tapi sekarang semangat nih, apalagi hari ini aku mau gandeng seorang wanita." ucap Vir sambil menatap Reni.
"Iss gaya benar ya. Tapi syukurlah biar kamu tidak jomblo mulu tuh." Riki sambil menatap Vir.
"Sudah, ayo kita berangkat." Ajak Juna.
Kemudian mereka pun pergi meniggalkan vila tersebut. Dan berjalan menuju tempat dimana seseorang menghabiskan waktunya untuk ke Clubbing.
Bersambung....
💝💝jangan lupa ya Kak tinggalkan jejak, dan terima kasih yang sudah mampir🙏
**Sekalian saya mau promo nih, novel yang sangat bagus dan dijamin bikin kalian baper dengan cerita cerita dari senior saya. Jangan lupa mampir, dijamin tidak bakal menyesal kok.
Judul : Dendam
Karya : nazwa talita
__ADS_1
Setelah disiksa, dikhianati, dan dibuang di suatu tempat dalam keadaan tak bernyawa, Gendis bertekad mengubah takdir demi membalas dendam pada Arga Demian, pria tampan berhati iblis yang pernah menjadi kekasih rahasianya.
Akankah Gendis berhasil membalaskan dendam dan sakit hati pada pria yang selama ini terus bersemayam di hatinya? Ataukah dia justru kembali terjebak dan terjerat pada pesona Arga Demian dan kembali menjatuhkan hatinya pada pria itu?