
Di sebuah ruangan kamar yang di desain sederhana, kini Aleena sedang kesal terhadap suaminya. Bagaimana tidak, saat Aleena baru saja tertidur tiba-tiba suaminya menarik Aleena dari ranjang dan mendudukan dirinya di atas kursi rias.
"Juna ...." teriak Aleena dengan kesal dan menyipitkan matanya.
"Apa sayang?" tanya Juna tanpa berasalah.
"Malah jawab Apa, apa lagi. Kamu itu benar-benar ya jadi orang, menyebalkan sekali tahu enggak! Terus ngapain kamu malah menarikku dan mendudukanku disini hem?" Aleena sambil menatap suaminya.
"Habisnya sih kamu main tidur saja," lirih Juna sambil mendekatkan wajahnya dengan wajah istrinya, sehingga mereka sangat dekat.
"Loh emangnya salah ya, bila aku tidur hem? Hak-hak saya dong mau tidur atau enggak juga," gerutu Aleena.
"Tentu saja salah sayang! Kamu tadi habis makan, enggak baik untuk kesehatan bila di tidurkan," ucap Juna.
"Tapi aku ngantuk, sudahlah aku ingin tidur nih," Aleena sambil berjalan menuju ranjang, tetap lengan tangannya di tahan oleh suaminya sehingga langkah Aleena terhenti.
"Tidak boleh," Juna sambil menggelengkan kepalanya.
"Tapi aku ngantuk tahu, lepasin tangganku!"
"Enggak akan dilepasin! Ayo ikut aku," Juna sambil menarik tangan istrinya dan berjalan keluar dari kamarnya.
"Mau bawa aku kemana sih?" tanya Aleena sambil berjalan mengikuti langkah Juna.
"Aku mau ngajak kamu jalan-jalan ke luar," jawab Juna sambil menatap istrinya.
"Jalan-jalan kemana emangnya?"
"Kemana saja lah, kamu mau nya kemana?" tanya balik Juna kepada istrinya.
__ADS_1
"Iss malah nanya balik lagi," gerutu Aleena sambil menatap suaminya."Gimana kalau kita jalan-jalan ke-" ucapan Aleena terputus saat ibu Sofi berjalan menghampiri mereka.
"Kalian mau kemana?" tanya Bu Sofi tiba-tiba datang dan berjalan menuju ruangan tamu dimana Aleena dan Juna berada.
"Mau pergi Bu," jawab Aleena.
"Pergi? Maksudnya, kalian mau pulang lagi gitu? Yah, bentar amat sih datang kesini cuma ingin nenggokin Bapak doang," ucap Bu Sofi merasa kecewa. Bagaimana tidak, setelah hampir setahun kurang Aleena belum pernah pulang ke rumahnya dan selalu sibuk dengan pekerjaannya, dan kini mereka datang cuma sebentar dan cuma nenggokin pak Aji saja, padahal bu Sofi berharap Aleena tinggal disini dan tidur dirumahnya.
"Bukan mau pulang Bu, tapi maksudnya mau pergi jalan-jalan Bu. Ini orang, ngajak jalan-jalan nih keluar," ucap Aleena sambil menatap Ibunya.
"Oh ... Kirain Ibu, kalian mau pulang lagi ke jakarta," Bu Sofi kemudian duduk disofa.
"Kalau masalah pulang mah nanti saja dua atau tiga hari pulang lagi ke jakarta. Lagian Aleena sama Juna mau tidur disini, enggak apa- apa kan Bu?" tanya Aleena.
"Tentu saja tidak apa-apa kok Nak, malahan Ibu sangat senang kalian tidur disini," jawab bu Sofi.
"Terima kasih Bu, ya sudah Aleena pergi dulu ya Bu sama Juna. Atau apakah Ibu sama mau ikut juga?"
"Eh iya Bu, Aleena lupa."
"Ya sudah kalian saja berdua sana perginya dan hati-hati di jalannya ya," ucap bu Sofi.
"Iya siap Bu," jawab Aleena.
"Juna permisi dulu ya Bu, mau jalan-jalan keliling kampung halaman bersama istri tercinta," ucap Juna.
"Iya silahkan kasep, iss romantis benar deh si Juna pakai bilang istri tercinta segala," Bu Sofi sambil menatap kepergian putrinya dan menantunya dan kemudian tesenyum.
Saat Aleena dan Juna akan masuk ke dalam mobil, tiba-tiba ada seseorang berjalan menghampiri Aleena dan menahan langkah Aleena.
__ADS_1
"Aleena ... " panggil Tina sambil menarik tangan Aleena, sehingga Aleena gagal masuk ke dalam mobil.
"Ih Mbak ini kenapa sih main tarik saja, lagian mau apa sih Mbak?" tanya Aleena sambil menatap Tina Cs.
"Kamu mau kemana Aleena?" tanya balik Tina.
"Ya mau pergilah, sudah kalian minggir mengganggu saja," gerutu Aleena merasa kesal.
"Tunggu dulu Aleena! Kamu bilang mau pergi? pergi balik ke jakarta kah?"
"Kalau iya, emangnya kenapa?" tanya Aleena.
"Kamu enggak bisa pergi begitu saja dong," jawab Tini.
"Loh kenapa emangnya? Hak-hak saya dong, mau pergi kemana juga. Kenapa kalian melarangku?" Aleena sambil menatap tidak suka Tini cs.
"Maaf ya Aleena, bukan ya aku melarang kamu pergi. Tapi masalahnya, suami tampanmu belum ngasih nomor handphone temannya ke kita," ucap Tini merasa tidak enak hati.
"Ya betul tuh Na," Tina ikut menimpali.
"Ada-ada saja kalian ini. Nanti saja deh, setelah pulang. Lagian, handpohe punya Juna nya lagi di cas enggak dibawa," ucap Aleena.
"Jadi kalian pergi bukan ke jakarta?"
"Tentu saja bukan. Sudah kalian minggir, aku mau jalan-jalan dulu oke." Aleena langsung masuk ke dalam mobil.
"Tapi awas ya jangan bohong, nanti kasih nomor handphonenya."
"Siap!"
__ADS_1
Aleena dan Juna pun pergi meninggalkan Tini Cs, dan berjalan menuju tempat yang mereka juga tidak tahu mau kemana. Yang penting bagi mereka, holiday in Garut.