Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)

Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)
79. Siapa wanita tersebut.


__ADS_3

Tiga hari kemudian.


"Akhirnya Bapak sudah sehat kembali ya Pak. Aleena sangat senang bisa berkumpul kembali seperti ini," ucap Aleena sambil menatap Pak Aji kemudian tersenyum.


"Iya Nak. Terima kasih selalu mendoakan Bapak ya Nak," pak Aji membalas senyuman putrinya.


"Iya Pak, lagian itu sudah kewajiban Aleena untuk selalu mendoakan Bapak sama Ibu setiap hari. Semoga Ibu sehat selalu ya, dan selalu jaga kesehatan ya Pak." ucap Aleena.


"Iya Nak. Oya, suami kamu kemana Na? Kok dari tadi Bapak tidak lihat Juna," tanya pak Aji.


"Tadi dia bilang katanya mau keluar dulu sebentar, tapi ini sudah hampir dua jam Juna belum pulang. Menyebalkan sekali punya suami," gerutu Aleena merasa kesal dengan suaminya.


"Emangnya keluar mau kemana Juna?" tanya pak Aji.


"Mana Aleena tahu pak! Lagian, Juna tidak ngasih tahu tuh, dia mau pergi kemana."


"Wah jangan-jangan dia punya istri lain lagi diluar sana, makanya Juna tidak kasih tahu kamu," canda pak Aji.

__ADS_1


"Ih Bapak, kalau bicara itu suka ngawur ya. Aleena enggak suka ah, Bapak bicara begitu." Aleena dengan cemberut.


Hahaha ... Pak Aji pun tertawa, lalu berkata,"Maaf Nak, Bapak cuma bercanda kok. Lagian, Bapak percaya Juna kok, kalau dia orang baik dan pasti setia," ucap pak Aji.


"Enggak lucu tahu enggak bercandanya pak! Syukurlah kalau si Juna setia," ucap Aleena dengan malas.


"Iss kenapa ekspresi wajahmu seperti itu. Kamu enggak mau punya suami  setia dan ingin di madu gitu?" ucap Bu Sofi.


"Ya ampun Ibu, kalau bicara jahat banget seperti itu. Amit-amit Aleena ingin di madu, ih ogah banget. Mending Aleena ceraikan saja si Juna," gerutu Aleena.


"A-apa, kamu mau menceraikan aku?" tanya Juna dengan tiba-tiba datang masuk ke dalam ruangan tamu.


"Na, apakah ucapan Ibu tadi dikabulkan sama Tuhan ya, Juna memang punya istri lagi dan kamu di madu," bisik Bu Sofi sambil menatap Juna dan wanita cantik yang berada di samping Juna.


Aleena pun semakin panas saat Ibunya berkata seperti itu. Kemudian Aleena menatap sinis Juna dan wanita tersebut lalu berkata,"Iya, aku akan menceraikan kamu Juna! Aku benci sama kamu, Juna!" Aleena sambil berlalu pergi dari hadapan suaminya dan berjalan menuju kamarnya.


"Aleena, jaga bicaramu! Apa salahku padamu, kamu ingin menceraikan aku?" teriak Juna sambil menatap Aleena.

__ADS_1


Aleena pun memilih untuk terus berjalan menuju kamarnya, tanpa memperdulikan ucapan suaminya.


'Itu anak kenapa sih?' gumam Juna pada diri sendiri. Juna pun dengan segera mengejar istrinya, tetapi sayangnya wanita tersebut menahan lengan Juna sehingga  langkah Juna terhenti.


Bu Sofi pun merasa kesal dan menatap tidak tidak suka terhadap wanita tersebut. Bagaimana tidak, saat Juna ingin menyusul Aleena, dia menahanya dan menggelengkan kepala.


"Oya Bu, apa yang terjadi dengan Aleena Bu," tanya Juna sambil menatap Ibu mertuanya.


"Mana Ibu tahu, tanya saja sama istrimu langsung," ucap Bu Sofi sambil menatap sinis Juna  dan menatap tidak suka wanita yang masih berdiri di samping Juna.


'Apa yang terjadi dengan istriku dan Ibu mertuaku? Kenapa mereka jadi bersikap begitu terhadapku dan terhadap ... Oh iya, aku baru inget. Mereka kan menatap wanita yang berdiri disampingku, dan aku belum mengenalkannya," gumam Juna di didalam hati.


'Oya Pak, Bu, perkenalkan dia-" ucapan Juna terputus saat bu Sofi memotong pembicaraannya.


"Maaf Ibu permisi dulu ya, kebelet nih pingin ke wc dulu," ucap bu Sofi sambil berjalan meninggalkan suaminya dan menantunya.


Sebenarnya bu Sofi hanya berpura-pura ingin ke wc. Bu Sofi sengaja berbohong, karena malas bila harus mengetahui siapa wanita tersebut.

__ADS_1


"Pak, perkenalkan dia ... " ucapan Juna sengaja di gantung, karena bingung harus di mulai dari mana ucapannya saat memperkenalkan wanita yang kini ada disamping Juna.


__ADS_2