Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)

Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)
70. Hadiah untuk bapak mertua.


__ADS_3

"Sebenarnya Bapak sakit apaan sih Bu?" tanya Aleena.


"Sakit asam lambung Nak, dan penyakitnya sudah parah," jawab Bu Sofi sambil menatap anak dan menantunya.


"Ya ampun. Kenapa bisa sampai begitu Bu?"


"Ya karena Bapakmu, selalu makan tidak teratur. Bahkan suka lupa makan dan lebih mementingkan pekerjaannya," ucap Bu Sofi.


"Loh, Bapak  masih suka kerja Bu? Kan, Aleena bilang untuk berhenti bekerja. Aleena kan, suka mengirim uang setiap bulan untuk keperluan Bapak dan Ibu," Aleena sambil menatap Ibunya.


"Entahlah Bapakmu. Lagian, Ibu juga sudah menyuruh Bapak barhenti. Tetapi Bapak tidak mau mendengarkannya. Uang yang selalu kamu kasih juga tidak pernah habis semuanya, selalu ada sisa buat Ibu tabungkan ke Bank," ucap Bu Sofi.


"Emm gitu ya Bu," lirih Aleena.


"Oya, emangnya Bapak bekerja sebagai apa?" tanya Juna kepada Ibu mertuanya.


"Sebagai Petani Nak, setelah Bapak berhenti sebagai Buruh di pasar." jawab Aleena.


"Oh gitu ya Bu. Oke, nanti saya akan beli 100.000 ribu hektar  sawah untuk hadiah Bapak mertuaku," ucap Juna.

__ADS_1


"A-apa?" tanya Aleena dan Bu Sofi merasa terkejut mendengar ucapan Juna.


"Loh kenapa kalian terkejut? Bukannya bagus tuh, kalau saya membeli sawah untuk mertuaku. Kan, jadi Bapak enggak usah jadi petani lagi. Dan hanya menyuruh orang mengerjakan lahan sawah Bapak."


"Bagus sih niat dan Idemu itu. Tetapi yang benar saja mau membeli 100.000 hektar sawah, itu bukan sedikit loh." ucap Aleena sambil menatap suaminya.


"Kamu itu meremehkan suamimu hem? Kamu itu lupa ya, siapa aku? Aku Juna prakasa seorang pengusaha muda sukses yang terkenal sedunia," ucap Juna menyombongkan diri.


"Ck, mulai sombong," Aleena sambil menatap sinis suaminya.


"Ya ampun sayang, kok bicara begitu sih. Lagian, benarkan apa yang dikatakan saya ini sesuai kenyataan kok," ucap Juna.


"Iya kan, sajalah biar cepat."


"Sudahlah Bu, jangan banyak protes! Saya paling enggak suka sama orang yang suka menolak pemberianku." tegas Juna.


"Tetapi Nak-"


"Jangan banyak tapi-tapian. Nanti siang saya akan menyuruh orang untuk membeli lahan sawahnya oke." ucap Juna memotong pembicaraan Ibu mertuanya dan kemudian tersenyum.

__ADS_1


"Ya sudahlah, Ibu hanya bisa pasrah apa yang akan kamu lakukan. Sebelumnya Ibu ucapkan terima kasih banyak ya Nak," ucap Ibu Sofi merasa terharu kemudian memeluk menantunya.


"Iya sama-sama Ibu." jawab Juna sambil menguraikan pelukannya.


Tiba-tiba Pak Aji pun membuka kan, matanya. Dan memanggil anak dan menantunya.


"Nak Aleena ... Nak Juna .... " panggil pak Aji.


"Bapak ... " ucap Aleena sambil berjalan menghampiri pak Aji.


"Sejak kapan, kamu kesini Nak?" tanya Pak Aji.


"Baru saja Pak, Aleena dan Juna sampai kesini." jawab Aleena sambil tersenyum.


"Selamat pagi Pak," ucap Juna sambil mencium punggung tangan mertuanya.


"Pagi juga Nak Juna," jawab pak Aji tersenyum kepada menantunya. Lalu Juna pun, membalas senyuman mertuanya.


"Oya pak, apa benar kalau Bapak bekerja sebagai petani?" tanya Aleena sambil menatap pak Aji.

__ADS_1


"Pasti Ibumu ya yang kasih tahu semua ini kan?" tanya pak Aji.


"Iya, memang Ibu yang ngasih tahu. Lagian, kenapa sih pak harus masih tetap bekerja? Apakah uang yang selalu Aleena kasih masih kurang pak?" tanya Aleena sambil menatap Bapaknya.


__ADS_2