
"Oh my good, lihatlah si Veri apa-apaan dia sama si Angel," gerutu Aleena merasa kesal saat melihat Veri duduk di samping Angel lalu menyelipkan tangannya ke tangan Angel.
"Kayaknya mereka pacaran deh sayang," ucap Juna yang sambil menyuapkan ke dalam mulut, dan matanya menatap Angel dan Veri berada.
"Ini tidak bisa dibiarin nih, masa baru kenal sudah pacaran sih."
"Bukannya adikmu sudah jatuh cinta sama si Veri kan? Bisa jadi si Angel nembak si Veri terus di terima sama si Veri. Mungkin karena tahu kalau si Angel itu mau kamu, dan pastinya ada udang di balik batu nih," ucap Juna sambil menatap istrinya.
"Lagi pula itu si udang lagi ngapain sih pake ngumpet segala di batu? Lagi main petak umpet gitu. Ck, tidak ada kerjaan sekali." gerutu Aleena sambil menatap kesal Veri.
"Ya ampun sayang, kamu tega sekali bilang si Veri udang. Bukannya dia itu temanmu yang paling is the best."
"Kata siapa hem? Lagian aku jijik tahu sama si Veri tuh," Aleena sambil menacapkan garpu ke dalam makanan tersebut.
"Masa sih? Dulu kamu suka berduaan tuh sama si Veri, kemana selalu berdua. Dan sekarang kamu bilang-"
"Stop, jangan membicarakan masa lalu!" Aleena memotong pembicaraan Juna sambil menondongkan garpunya tepat di depan suaminya.
__ADS_1
"Kalem sayang, jangan emosi. Turunkan garpumu itu, masa suami sendiri mau kamu bunuh ya."
"Iss siapa bilang aku mau membunuhmu hem?" tanya Aleena sambil menatap Juna.
"Habisnya itu garpumu kenapa menodongkan kepadaku?"
"Aku itu lagi kesal tahu, sa si pria brengsek itu!"
"Tapi enggak gitu juga kali sampai menodongkan garpu terhadapku. Kamu samperin dia, bilang sama adikmu tuh jangan sampai terbuai ucapan si Veri."
"Setuju tuh. Ya sudah ayo kita habiskan makanannya, kita samperin si Angel sama si Veri."
Aleena dan Juna pun dengan segera menghabiskan makanannya yang masih tersisa.
***
'Aku lihat kayaknya si Aleena merasa kesal deh melihat aku sama si Angel bermesraan! Tapi masa bodoh deh, yang penting si Angel bisa aku manfaatin nih,' guman Veri di dalam hati sambil menatap Aleena dan Veri yang kini sedang makan.
__ADS_1
"Oya sayang makannya yang benar dong, kok belepotan sekali sih." ucap Veri sambil mengambil tisu lalu mengusap bibir Angel yang belepotan.
Deg. Jantung Angel pun semakin berdetak kencang. Hati semakin berbunga-bunga. Dan perasaannya sangat senang karena Veri begitu perhatian terhadapnya.
"Te-terima Tuan." ucap Angel berkata dengan gugup karena merasa salah tingkah.
"Terima kasih untuk apa?" tanya Veri sambil mengerutkan keningnya.
"Iya karena Tuan mengusap bibirku yang belepotan ini."
"Oh. Aku ini kan, kekasihmu. Jadi harus perhatiam sama pasangannya." ucap Veri sambil menoel hidung mancung Angel.
"Ya ampun so sweet banget," Angel mencoba bersikap manja sambil menyenderkan kepalanya ke lengan Veri.
Ekhemz ... ekhemz ... seseorang datang dan berdehem.
"Kak Aleena? Kak Juna?" ucap Angel merasa kaget, lalu duduk seperti semula.
__ADS_1
"Kenapa kaget?" tanya Aleena sambil menatap Angel dan Veri dengan tatapan yang sangat susah di artikan.
bersambung...