Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)

Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)
88. Jauhi adikku!


__ADS_3

"Veri?" ucap Aleena merasa terkejut dengan keberadaan Veri di tempat tersebut.


"Iya kenapa?" jawab Veri dengan santai.


"Kamu mau ngapain kesini? Jangan bilang kalau kamu mengikutiku dari tadi ya," ucap Aleena sambil menatap tajam Veri.


"Kalau iya emangnya kenapa?" tanya Veri sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Aleena.


"Ih apa-apaan sih kamu ini!" Aleena sambil mendorong dada bidang Veri dengan kuat sehingga Veri tersungkur ke belakang,"Lagi pula kamu ngapain mengikuti saya hah?"


"Iss ini orang benar-benar sekarang berubah ya jadi bar-bar banget ya. Jangan-jangan perubahanmu sikapmu karena kamu tidak bahagia dan terpaksa bertahan dengan suami yang bajingan itu," sindir Veri sambil tersenyum sinis.


"Kalau bicara itu di jaga ya Veri! Apa yang dikatakan kamu itu salah, justru aku sangat bahagia bersama suami tercinta!" ucap Aleena dengan Tegas.


"Oya, Really?" Veri sambil menyilangkan kedua tangannya.


"Sudahlah malas bila harus berbicara dengan orang sepertimu." Aleena sambil melangkahkan kakinya untuk berjalan kembali.


"Tunggu Aleena!" Veri dengan menahan lengan Aleena sehingga langkah Aleena terhenti.


"Lepaskan tanganku Veri! Lagi pula kamu mau bicara lagi hem? Aku malas berbicara denganmu," ucap Aleena sambil menatap malas Veri.


"Kasih kesempatan untuk berbicara empat mata Aleena, please," ucap Veri sambil mengatupkan kedua tangannya tanda memohon terhadap Aleena.


Aleena pun menatap Veri dari bawah sampai atas rambut lalu berkata,"Tidak mau!"

__ADS_1


"Aleena please, izinkan aku berbicara sama kamu sebentar saja."


"Emangnya mau berbicara apaan? Ya sudah sekarang mulai berbicara."


"Enggak bisa berbicara disini Aleena, kita berbicara di sana saja," ucap Veri sambil menunjuk tempat ruangan santai untuk mengobrol.


"Sudahlah disini saja bicaranya, ayo katakan mau berbicara apa."


"Kan aku sudah bilang sama kamu, aku tidak bisa bicara disini. Kita bicara disana."


"Iss ini orang benar-benar ya. Ya sudah kita kesana, aku kasih kamu berbicara sepuluh menit."


"Oke, baiklah no problem."


Aleena dan Veri pun berjalan ke sebuah tempat, dimana tempat tersebut memang cocok untuk santai.


"Baiklah, sekarang aku akan berbicara nih," jawab Veri sambil menatap Aleena,"sebenarnya saya cuma ingin minta maaf saja kepadamu, Aleena. Aku tahu kamu pasti sangat membenci aku kan? Dan aku akui memang salah Aleena, jujur aku sangat menyesal telah melakukan tersebut terhadapmu."


"Sudahlah lupakanlah masalah itu, dan anggap saja kalau itu tidak pernah terjadi diantara kita. Karena waktunya sudah selesai, aku permisi," ucap Aleena sambil beranjak dari tempat duduk tersebut.


"Aleena ... " panggil Veri menahan tangan Aleena agar tidak pergi.


"Apalagi Veri? Dan lepaskan tanganku!" Aleena sambil mengibaskan tangan Veri dengan kasar."Asal kamu tahu, aku sudah memaafkan kamu kok. Jadi sudahlah tidak perlu di bahas lagi."


Aleena pun berjalan kembali setelah tadi Veri sempat menahannya. Tetapi langkahnya terhenti saat tiba-tiba ingat sesuatu, Aleena pun berbalik badan dan menghampiri Veri kembali.

__ADS_1


Ada rasa bahagia di hati Veri saat melihat Aleena berjalan menghampiri dirinya. Lalu Veri pun berkata saat Aleena sudah berada di depannya,"Apakah kamu masih kangen sama aku?"


"Kamu itu jangan so ke geer'an ya. aku cuma ingin bilang sama kamu, Jauhi adikku!" ucap Aleena dengan tegas terhadap Veri.


"Kalau aku tidak mau gimana?" Veri sambil menatap tajam Aleena.


"Pokoknya kamu harus jauhi adikku. Aku tahu apa yang ada dipikirinmu Veri!"


"Baguslah kalau memang kamu tahu apa yang ada dipikiranku, jadi aku tidak perlu membuat rencana yang aneh-aneh terhadapmu." ucap Veri dengan santai.


"Kamu itu benar-benar gila ya Veri, aku sudah menikah dengan Juna, dan aku bahagia hidup bersama dia. Jadi aku minta kamu jangan ganggu rumah tanggaku! Apalagi kamu hanya ingin memanfaatkan adikku, demi ingin mendapatkanku!" Aleena dengan menatap tajam Veri.


"Emang aku benar-benar gila karena Aleena! Jika aku tidak bisa mendapatkanmu, dan hanya menores luka dihatiku. Jangan harap kalian bisa bahagia, aku ingin kalian merasakan apa yang aku rasakan!"


Plakk ... Aleena pun menampar pipi kanan Veri sehingga memerah.


"Kamu jahat benar ya Veri, kenapa sih kamu tidak bisa mengikhlaskan aku hidup bersama Juna hem? Dia adalah orang yang sangat aku sayangi dan cinta. Apakah kamu tidak tega bila aku kehilangan dia, pasti hancur hatiku. Dimana hati nuranimu Veri? Bagaimana rasanya jika kamu jadi diriku dan berada di posisiku!" ucap Aleena kemudian meneteskan airmatanya membasahi pipinya.


Hati Veri pun tiba-tiba merasa bersalah, saat melihat Aleena menumpahkan airmatanya.


"Aleena, maaf aku-"


"Sudahlah Veri aku tidak ada waktu lagi berbicara denganmu, terserah kamu mau melakukan apapun terhadap rumah tanggaku. Dan asal kamu tahu, aku sangat benci sama kamu Veri!" Aleena sambil pergi dari hadapan Veri dan berjalan menuju keluar dari toko tersebut.


'Arrgh ... sial! Kenapa menjadi semakin rumit? Lagi pula aku tidak peduli Aleena, jika kamu membenciku! Aku akan melakukan apa yang aku mau Aleena, bersiap-siaplah calon istriku, sebentar lagi kau akan menjadi milikkku!' gumam Veri sambil tersenyum sinis, lalu beranjak dari tempat tersebut. Kemudian menatap jam tangannya.

__ADS_1


'Sebentar lagi ada pertemuan klien disini, semoga saja si Angel sebentar lagi sudah sampai disini sebelum klien ada disini,' gumam Veri pada diri sendiri. Kemudian Veri pun berjalan menuju tempat yang sudah disedikan oleh dirnya sebagai pertemuan dengan klien.


bersambung ....


__ADS_2