
Aleena kini sudah sampai di PT. Alaska Group, tempat dimana ia pertama kali merintis kariernya dan peran serta dirinya sehingga perusahaan tersebut berkembang dengan pesat.
Aleena pun keluar dari kendaraannya, lalu ia berjalan menuju lobby kantor tersebut.
Kedatangan Aleena di sambut baik oleh para karyawan/karyawati. Tidak ada lagi, lontaran hinaan atau ejekan dari mereka. Justru mereka, menghormati bahkan, menyapa sambil tersenyum kepada Aleena. Mungkin itu terjadi, karena penampilan Aleena sekarang lebih stylish bagaikan bak model korea. Serta wajahnya yang semakin cantik.
Ketika Aleena berjalan menuju ruangan Veri, tiba-tiba seseorang memanggil dirinya.
"Aleena ... " teriak seseorang.
Kemudian Aleena pun, berbalik badan dan menatap ke arah sumber suara.
"Eh, Tuan Veri ... " ucap Aleena sambil menatap Veri yang kini menghampiri dirinya.
"Hey Aleena, tumben sekali kamu datang kesini. Apakah kamu kangen sama saya?" tanya Veri sambil menaikan kedua alisnya.
"Ck, kepede'an sekali Tuan ini. Oya, tuan Veri sudah dari mana?" tanya Aleena.
"Habis di ruangan rapat Na. Emangnya kenapa?"
"Tidak kenapa-napa kok Tuan, cuma nanya saja kok. Maaf, kedatangan saya mengganggu Tuan ya," ucap Aleena.
"Tidak kok, Aleena. Malahan saya sangat senang, kamu main ke perusahaan saya," ucap Veri, "Oya, sebenarnya kamu mau ngapain kesini? Apakah kamu mau bekerja di perusahaanku sebagai sekretaris lagi?" tanya Veri sambil menatap Aleena.
"Mana mungkin, saya bisa bekerja di perusahaan Tuan sebagai sekretaris. Saya saja, sudah di pecat jadi sekretaris di perusahaan suamiku." ucapAleena.
"Baguslah kalau begitu."
"Loh, kenapa di bilang bagus? Tumben banget, kamu mendukung keputusan suamiku yang gila itu," ucap Aleena.
__ADS_1
"Berarti, dia orangnya peduli sama kamu. Juna menginginkan kamu, untuk istirahat di rumah. Menurutku, dia juga sangat bertanggung jawab tuh."
"Entahlah Tuan, sifat Juna itu sungguh menganehkan. Kadang nyebelin, kadang baik dan kadang suka marah-marah tidak tentu. Kadang, suka muak melihat dia." Ucap Aleena.
"Muak apa muak ... " goda Veri.
"Serius Tuan. Saya muak melihat tingkah dia yang kadang bikin emosi naik," gerutu Aleena.
"Mmzz ... gitu ya. Oya dari tadi kita ngobrol disini kayak patung saja, berdiri mulu. Mending, kita ngobrol di ruangan yuk biar enak dan bisa sambil duduk," ajak Veri.
"Boleh Tuan. Emangnya tidak mengganggu pekerjaan Tuan ya?" tanya Aleena.
"Tentu saja tidak, Aleena. Sudah, ayo kita ngobrol di ruangan." Ajak Veri.
Kemudian Aleena dan Veri pun, berjalan menuju ruangan kerjanya. Setelah sampai di ruangan kerja, Aleena dan Veri pun segera duduk di sofa.
"Tidak Tuan. Tidak usah repot-repot. Lagian, saya tidak bakal lama kok disini. Kedatangan saya sebenarnya kesini, karena ada sesuatu yang ingin saya bicarakan terhadap Tuan," ucap Aleena.
"Sesuatu yang ingin dibicarakan? Emangnya apaan, Aleena?" tanya Veri sambil mengerutkan keningnya.
"Tentang masalah waktu di hotel, saat kejadian saya bersama Juna," ucap Aleena.
"Terus?"
"Apakah sebenarnya yang terjadi, waktu kejadian di hotel sebelum Juna datang?" tanya Aleena.
"Maksud kamu apa, Aleena?" tanya Veri merasa tidak mengerti.
"Sudahlah Tuan, jujur saja. Tidak ada salahnya kan, Tuan jujur kalau Tuan-" ucapan Aleena terputus, saat handphone miliknya berdering tanda ada pesan masuk.
__ADS_1
Kemudian, Aleena pun mengambil handphonenya dari tasnya. Lalu membuka pesan tersebut.
Pesan.
*Sekarang juga, kamu ke kantor! Saya tunggu dalam waktu 15 menit." Juna.
'Ck, yang benar saja dia kasih waktu 15 menit. Emangnya, aku wonder women apa? Yang bisa sekilas langsung sampai ke kantornya.' gerutu Aleena pada diri sendiri.
"Kenapa Aleena?" tanya Veri.
"Tidak kenapa-napa kok." jawab Aleena, " Ya sudah Tuan, saya permisi ada urusan dulu bersama suami saya," ucap Aleena.
"Iya silahkan Na."
Kemudian, Aleena pun pergi meninggalkan Veri dan berjalan menuju parkiran mobil. Kini Aleena pun menjadi lupa maksud tujuan Aleena bertemu dengan Veri.
"Ya sudah Pak, ayo kita jalan," ucap Aleena.
"Baik Non. Eh apakah, langsung pulang ke rumah ya Non?" tanya pak Amir.
"Bukan Pak, tapi ke perusahaan majikan Pak Amir." Aleena sambil menatap pak Amir.
"Iss Non Aleena ini ya ... Tuan Juna kan, suami Non Leena juga," ucap pak Amir.
"Tuh pak Amir tahu. Sudah, ayo jalan pak!"
"Baik Non." Jawab pak Amir. Kemudian, dengan segera pak Amir pun menjalankan mobilnya menuju perusahaan PT.Intern group.
Bersambung ...
__ADS_1