Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)

Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)
59. Flash back Off (Veri)


__ADS_3

"Tadi, ada Veri datang kesini," ucap Aleena masih memeluk suaminya.


"Apa? Tadi dia datang kesini. Terus sekarang si Veri kemana? Apakah dia sudah menyakitimu sayang?" tanya Juna sambil menguraikan pelukannya.


"Sekarang dia sudah pergi. Tidak kok, dia tidak menyakitiku kok," ucap Aleena sambil menatap suaminya.


"Terus kenapa kamu menangis? Kayaknya ada sesuatu yang bikin kamu terluka ya?" tanya Juna sambil mengusap airmata Aleena yang membasahi pipinya.


"Saya menangis, karena merasa sakit hati saja. Kenapa orang yang dulu selalu membantu serta menolongku, tega banget melakukan ini semuanya kepadaku. Sebenarnya, apa salahku kepada dia hiks hiks," ucap Aleena tiba-tiba terisak menangis.


"Sudah Aleena, kamu jangan menangis karena si Veri bajingan itu. Apa perlu saya bunuh dia? Agar si Veri tidak muncul lagi di dunia ini, dan tidak bisa macam-macam," ucap Juna kemudian memeluk istrinya.


"Kamu jangan melakukan tindakan kriminal Juna. Biarkan saja, si Veri hidup dan menyesali perbuatannya yang telah dia lakukan kepadaku," ucap Aleena.


"Terus, apa rencanamu sekarang?" tanya Juna, menguraikan pelukannya kemudian menatap wajah cantik istrinya.


"Entahlah, apa rencanaku sekarang. Saya benar-benar pusing," ucap Aleena.


"Ya sudah, sekarang kamu jangan banyak pikiran ya. Ayo kita makan, bukannya kamu tadi lapar kan," ucap Juna saat sang pelayan sudah beres menghidangkan makanan dan minumnya di atas meja makan.


"Heem," jawab Aleena sambil menganggukan kepala.


"Ya sudah, buka mulutnya a ...," ucap Juna sambil menyendokan nasi beserta menunya.


"Sudah biar saya saja sendiri makannya. Lagian kan, saya punya tangan juga," ucap Aleena menolak untuk disuapi.


"Jangan banyak menolak! Sudah, buka mulutnya a ...." ucap Juna sambil menyuapkan makanannya ke mulut istrinya, saat Aleena membuka mulutnya.


"Sekarang giliranku, kamu suapin saya," ucap Juna.


"Kenapa, tidak sekalian saja kamu suapin dirimu sendiri. Kenapa malah meminta saya harus menyuapimu," protes Aleena.


"Iss kamu itu tidak romantis banget jadi orang. Pokoknya kamu harus suapin saya, dan jangan banyak menolak!"


"Menyebalkan sekali dirimu itu. Suka memaksa orang," gerutu Aleena. "baiklah, saya suapin nih." ucap Aleena.


Kemudian Aleena pun menyendokan makanan serta menunya, lalu menyuapkan ke mulut suaminya.


"Terima kasih sayang," ucap Juna sambil tersenyum.


"Iya," jawab Aleena sambil membalas senyuman suaminya.


Pada akhirnya, kini mereka makan masing-masing. Mereka juga kini sedang menikmati makan siangnya dengan canda dan tawa, saat di antara mereka menceritakan masa lalu nya.


"Senang banget ya, menertawakan masa lalu saya hah? Tapi walaupun masa lalu saya penuh ejekan dan hinaan, saya tidak peduli dengan ucapan mereka," ucap Aleena sambil menatap Juna.


"Lagian, saya menertawakan kamu karena lucu saja, masa iya kamu dibandingin sama Betty La Feah. Dia mah, lebih parah jeleknya. Kamu itu sebenarnya, tidak jelek kok. Cuma penampilan kamu saja yang norak," ucap Juna.

__ADS_1


"Emmzz ... gitu ya. Sudah puas menghinaku hah?" gerutu Aleena sambil menyunggingkan, bibir atasnya.


"Ya ampun bukan menghina sayang, tapi kenyataan begitukan? Lagian, itu masa lalu. Kalau sekarang your'e so preetty, hany."


"Iss gombal!" ucap Aleena.


"Ini orang benar-benar aneh ya, di puji malah dikatain gombal. Ikut bicara tentang masa lalu yang norak, malah dikatain menghina. Kamu mau nya apa sih hah? Apakah kamu mau di cium, sama orang yang cakep, ganteng dan kaya raya, hah?" ucap Juna sambil mendekatkan wajahnya dengan wajah istrinya.


"Ih apaan nih orang, sombong banget ya. So belagu lagi, ngatain paling cakep, dan kaya raya lagi," omel Aleena kemudian mencubit pinggang Juna.


"Aleena ... sakit tahu! punya istri jahat benar ya," gerutu Juna, kemudian membalas dengan menjempit hidung mancung Aleena.


"Ih Juna, saya juga sakit tahu," rengek Aleena sambil mengusap hidungnya.


"Kita sama-sama sakit, jadi kita imbas ya hehe," ucap Juna sambil cengengesan.


"Iss dasar ...," Aleena sambil menatap sebal suaminya.


"Jangan ngambek gitu ah, nanti cepat tua loh," ucap Juna.


"Bodoh amet!" jawab Aleena.


"Sudah ah, ayo kita pulang. Betah benar disini," ajak Juna saat sudah selesai makannya dari tadi.


Kemudian Aleena dan Juna pun, segera berjalan keluar dari restoran tersebut.


#Flack Black On.


"Maaf ya permisi, aku permisi mau mengangkat telepon dulu," ucap Veri.


"Iya silahkan Ver." Jawab Jamal.


Kemudian Veri pun, menjauh dari sahabatnya.


"Haloo .... ada apa Bu?" tanya Veri.


"Kamu dimana Nak? sekarang juga kamu pulang," ucap Ibu Keyla.


"Nanti malam saja Bu pulangnya," protes Veri.


"pokoknya, sekarang juga pulang! Ingat, jangan banyak membantah," ucap Ibu Keyla sambil mematikan handphonenya.


'Iss, pakai main matiin saja teleponnya.' gerutu Veri.


"Hei sobat semuanya, aku permisi pulang duluan ya. Ada acara keluarga mendadak nih," ucap Veri.


"Ya sudah Ver, hati-hati di jalannya." ucap Riki.

__ADS_1


"Heem," jawab Veri sambil berjalan menuju mobil miliknya, lalu menjalankan mobilnya saat sudah berada di dalam mobil menuju rumahnya.


dua jam kemudian ....


Veri yang sudah sampai di kediaman rumahnya, segera keluar dari mobilnya. Kemudian berjalan masuk ke dalam rumahnya.


"Ada apa Iya, Ibu menyuruh saya untuk pulang ke rumah?" tanya Veri sambil menatap Ibunya, beserta teman Ibu Keyla.


"Ibu cuma mau memperkenalkan kamu sama sahabat Ibu," ucap Bu Keyla.


kemudian dengan segera Veri pun, memperkenalkan pada sahabat Ibunya.


"Jangan bilang, kalau Ibu mau menjodohkan saya," ucap Veri.


"Emang benar Nak, Ibu mau menjodohkanmu," ucap Bu Keyla.


"Ibu ini, benar-benar ya. Saya sudah bilang saya tidak mau di jodohkan," tolak Veri sambil berlalu pergi menuju keluar dan berjalan masuk ke dalam mobil. Kemudian menelpon sahabatnya, untuk menanyakan keberadaan sahabatnya.


"Kalian dimana?" tanya Veri saat handphonenya tersambung dengan sahabatnya.


"Aku ada di diskotik xx," jawab Jamal.


"Baiklah, aku kesana sekarang." Jawab Veri.


dua jam kemudian ...


Veri pun, kini sudah sampai di diskotik. Kemudian berjalan masuk ke dalam diskotik. Betapa terkejutnya Veri, saat melihat Aleena pingsan. Lalu berjalan menghampiri Aleena dan mengendongnya serta membawa pergi Aleena dari diskotik.


:Kenapa kamu bisa pingsan Aleena? apakah kamu banyak meminum alkohol, sehingga membuatmu pingsan?' tanya Veri, seolah-olah Aleena sadar.


'Cantik sekali dia, sangat di sayangkan nih, bila tidak bisa menikmati tubuhmu, Aleena.' Ucap Veri tersenyum menyeringai, lalu mengusap lembut wajah Aleena dan kemudian membawa ke suatu tempat.


Saat sudah sampai di hotel, dengan segera Veri pun menggendong Aleena, dan berjalan menuju kamar yang sudah dipesannya secara online.


Setelah sampai di kamar, dengan segera Veri pun membuka satu persatu baju Aleena, sehingga tubuh Aleena polos tanpa sehelai benang.


Tiba-tiba ada seseorang yang membuka dan mendombrak pintu kamar yang sudah dipesan Veri.


"Apa yang sudah kamu lakukan Veri?" tanya Juna sambil menatap tajam Veri, lalu menghampiri Veri dan menghajarnya sampai Veri benar-benar tidak berdaya. Kemudian dengan segera Veri keluar dari kamarnya meninggalkan Aleena dan Juna.


Juna pun merasa terkejut saat melihat tubuh Aleena yang polos tanpa sehelai benang. Juna mencoba menahan napsunya, dan hasratnya yang kini membara. Apalagi, miliknya sudah menegang. Juna hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah. Kemudian tidur di samping Aleena. Sebelumnya Juna meneteskan darah dari tangannya yang digigit oleh giginya sendiri lalu meneteskan di sprei.


#Flash back Off.


##yuk mampir kak, di novel yang ini. di jamin bikin baper dan seru. yuk kepoin.


napen:Anisa Mufida

__ADS_1


Judul karya: Misteri Kematian Renata



__ADS_2