Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)

Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)
90.kangen kerja lagi


__ADS_3

"Iya kenapa Tuan Juna? Kaget ya dengan kehadiranku kesini?" tanya Aleena sambil menatap suaminya.


"Enggak kaget kok, biasa saja. Cuma ... " ucapan Juna sengaja di gantung lalu menatap Aleena.


"Cuma apa hem?" tanya Aleeena merasa penasaran dengan ucapan Juna yang di gantung


"Iya aneh saja, tiba-tiba kok kamu manja banget pakai langsung peluk segala lagi, dan tiba-tiba datang kesini lagi," ucap Juna.


"Loh emangya kenapa, enggak boleh gitu? Dan kamu tidak suka bila aku datamg kesini iya? Ya sudah aku pergi saja dari sini," ucap Aleena dengan menatap kesal Juna lalu berbalik badan untuk pergi.


"Iss kamu ini apaan sih kalau bicara, suka ngawur ya," ucap Juna sambil menarik tubuh Aleena sehingga kini mereka saling berhadapan dan tangan Juna melingkarkan ke pinggang istrinya," lagi pula siapa yang tidak suka bila kamu datang kesini hem? Justru aku sangat bahagia bekerja ditemani sama istri tercinta!"


"Iss gombal!"


"Ini orang malah dibilang gombal, aku seriuslah kalau kamu itu istri tercinta dan orang yang paling aku sayangi," ucap Juna sambil menatap wajah cantik istrinya.


"Iya kah begitu?" tanya Aleena.


"Heem," jawab Juna sambil menganggukan kepala."Oya kenapa kamu tidak kabari aku terlebih dahulu kalau kamu mau datang kesini."


"Kan pingin kasih suprise saja dengan kehadiran istri cantik kesini!"


"Pede sekali kalau dirimu merasa cantik hem?"

__ADS_1


"Tentu saja harus pede dong, lagian memang benarkan kalau aku cantik kan?"


Juna pun hanya bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum melihat tingkah istrinya, lalu Juna pun berkata,"tentu saja kamu itu cantik, kalau jelek mana mau aku menikah denganmu," ucap Aleena sambil menatap Juna.


"Iss menyebalkan sekali dirimu itu. Oya apakah kehadiranku mengganggu kerjamu?" tanya Aleena.


"Tentu saja tidak sayang! Justru pekerjaan ku lagi santai nih."


"Emm gitu ya." Aleena tiba-tiba memeluk Juna.


"Kamu kenapa sayang, apakah kamu lagi sakit?" tanya Juna merasa khawatir terhadap istrinya.


"Aku tidak sakit kok, cuma pingin memeluk kamu saja," ucap Aleena.


"Ka-kata siapa enggak kok. Kamu jangan so tahu ya, lagi pula tidak ada sesuatu yang terjadi terhadapku kok," ucap Aleena terpaksa berbohong karena tidak mau mencemaskan Juna.


"Benaran nih?"


"Serius Juna, coba saja tatap mataku apakah ada kebohongan?" Aleena sambil mendekatkan wajahnya dengan wajah Juna sehigga kini mereka begitu dekat dan hidung mereka saling bersentuhan.


Juna pun menatap bola mata hitam Aleena, kemudian menatap bibir mungil istrinya kemudian Juna mencium bi*bir manis istrinya yang kini sudah menjadi candu baginya.


Humpzz ... Aleena kemudian mendorong dada bidang Juna untuk melepaskan apa yang dilakukan oleh suaminya lalu berkata,"kamu itu apa-apa Juna, ini di kantor loh bukan di rumah."

__ADS_1


"Emangnya kenapa kalau di kantor? Lagi pula yang punya perusahaan ini aku, jadi bebas dong mau melakukan apapun termasuk melakukan yang membuatku menikmatinya bersama istri tersayang," ucap Juna sambil menaikan satu alisnya.


"Iss dasar otak mesum! Hey dengerin ya, kamu itu pemimpin sekaligus orang yang punya perusahaan ini. Jadi kamu itu harus memberikan contoh yang baik untuk para karyawanmu."


"Iya-iya deh Ibu negara. Oya sayang bisa bantu aku untuk menyelesaikan berkas-berkas ini?" tanya Juna terhadap istrinya.


"Dengan senang hati kok, aku mau membantu. Lagi pula aku juga kangen nih sama kerjaanku dulu, sudah lama aku resign dari kerjaan dan sekarang aku merasakannya lagi sebagai sekretaris," ucap Aleena sambil menatap Juna dan mengambil berkas dari tangan suaminya.


"Tapi hanya untuk hari ini saja kamu bantu aku, karena si Vie(sekretaris Juna) tidak masuk kerja katanya ada keperluan mendadak."


"Oke baiklah Tuan Juna yang terhormat," ucap Aleena sambil berjalan menuju tempat kerja sekretaris.


"Sekarang aku ada meeting nih, kamu yang anteng ya mengerjakan berkas-berkasnya. Ingat jangan nakal!"


"Kamu pikir aku bocah apa hem? Menyebalkan sekali dirimu itu," gerutu Aleena sambil menatap kesal Juna.


"Aku enggak ngatain kamu bocah kok sayang. Ih kamu ini kenapa sih sensi banget ya, biasanya lagi pms nih kalau marah-marah mulu. Sudah ah sayang, aku ke ruang meeting dulu ya karena sebentar lagi ada mau di mulai nih," ucap Juna sambil menatap istrinya yang kini sudah mulai mengerjakan berkasnya.


"Iya silahkan sayang, yang semangat ya mimpin rapatnya," ucap Aleena sambil mengedipkam satu matanya terhadap suaminya.


"Nah gitu dong, ini baru namanya istri yang romantis. Ya sudah aku kesana dulu ya," Juna kemudian mencium lembut rambut istrinya dan pergi dari tempat ruangan kerja menuju ruangan meeting.


bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2