
"Gimana sudah bereskah pekerjaanya?" tanya Juna yang tiba-tiba datang memasuki ruangan kerja dan berjalan menghampiri istrinya.
"Eh, sudah beres iya rapatnya?" tanya balik Aleena terhadap suaminya.
"Ini orang di tanya bukannya menjawab malah balik nanya lagi," ucap Juna sambil memijit hidung mancung istrinya.
"Ih Juna sakit tahu," pekik Aleena terhadap suaminya,"lagi pula salah ya bila aku balik tanya lagi hem?" tanya Aleena terhadap suaminya.
"Tentu saja salah sayang, seharusnya kamu itu jawab dulu pertanyaanku lalu boleh bertanya," ucap Juna yang kini sedang duduk di atas kerja Aleena.
"Iya maaf deh," ucap Aleena.
"Oya ini sudah waktunya jam istrihat nih, ayo kita makan di luar," ajak Juna terhadap istrinya.
"Oke baiklah ayo kita makan, lagi pula aku laper juga nih," ucap Aleena.
"Ya sudah ayo, mau aku gendong nih sampai parkiran mobil," Juna sambil beranjak dari meja Aleena.
"Iss apaan sih kayak anak kecil tahu, aku punya kaki jadi bisa jalan sendiri kok," tolak Aleena.
"Ya terserah kamu saja, aku cuma nawarin kok tidak maksa."
"Iss dasaar ..."
"Sudah jangan banyak bicara, ayo kita jalan."
"Iya-iya bawel," gerutu Aleena.
Juna dan Aleena pun pergi dari ruangan kerjanya dan berjalan menuju parkiran mobil.
"Ayo baby masuk ke dalam," ajak Juna saat sudah di parkiran mobil, dan sambil membukakan pintu mobilnya.
"Terima kasih Hubby," ucap Aleena sambil tersenyum lalu masuk ke dalam mobil.
"Iya sayang," Juna ikut masuk ke dalam mobil.
"Sudah siap sayang?" tanya Juna terhadap istrinya saat sudah berada di dalam mobil.
"Tentu sudah siap dong sayang." Jawab Aleena sambil menatap suaminya.
"Ya sudah let's go to restauran."
"Oke Hubby."
__ADS_1
Juna pun dengan segera menjalankan mobilnya setelah keadaan sudah siap, lalu pergi meninggalkan perusahaannya dan pergi menuju restoran untuk makan siang.
*
*
Di tempat lain ...
"Terima kasih Tuan Veri sudah mau bekerja dengan saya," ucap pak Tomi seorang Klien sambil menjabatkan tangannya.
"Iya sama-sama pak, saya juga sangat senang bisa bekerjasama dengan Anda," ucap Veri sambil membalas jabatan tangan pak Tomi.
"Terima kasih Tuan, saya juga sangat senang bisa bekerja sama dengan Anda," ucap Tomi sambil melepaskan jabatan tangannya.
"Iya pak."
"Ya sudah karena tidak lagi yang di bahas, saya pamit pulang ya pak."
"Iya silahkan pak." Jawab Veri.
"Ya sudah saya permisi ya Tuan Veri, dan semoga dengan adanya kerja sama kita semakin sukses dan berkembang pesat lagi," ucap pak Tomi.
"Amin pak. Ya sudah silahkan pak hati-hati dijalannya pak," ucap Veri sambil tersenyum terhadap pak Tomi.
"Oya Angel karena ini sudah waktunya makan siang, ayo kita makan dulu disana," ajak Veri terhadap Angel, sambil menunjuk tempat restoran yang tidak jauh dari tempat tersebut.
"Oke, baikalh Tuan," Jawab Angel.
"Panggil aku sayang, jangan panggil Tuan. Kita kan, resmi pacaran." ucap Veri sambil menatap Angel.
"Eh iya lupa, tapi aku belum terbiasa Tuan memanggil sa-sayang," ucap Angel dengan gugup karena merasa malu.
"Makanya biasain dari sekarang, nanti juga terbiasa kok."
"Ba-baiklah sa-sayang," ucap Angel masih kaku karena masih malu harus panggil sama Veri, sayang.
"Masih gugup juga ya? Mmzz tidak apalah nanti juga terbiasa kok," ucap Veri.
"Iya," jawab Angel sambil menganggukan kepalanya.
"Ya sudah, ayo kita pergi kesana untuk makan siang," ajak Veri.
"Baiklah sayang." ucap Angel.
__ADS_1
Angel dan Veri pun pergi dari cafe tersebut, lalu berjalan menuju restoran yang tempatnya tidak jauh dari cafe tersebut.
Lima belas menit kemudian ...
"Ayo kita masuk ke dalam," ucap Veri terhadap Angel saat sudah sampai di restoran tersebut.
"Baiklah sayang." Jawab Angel.
Angel dan Veri pun masuk ke dalam restoran tersebut, lalu mencari tempat kosong untuk mereka. Kebetulan hari ini restoran penuh dan padat.
"Kita duduk di sana sayang," ajak Veri kepada Angel sambil menunjuk tempat kosong tersebut.
"Baiklah." Jawab Angel.
Veri dan Angel pun berjalan menuju tempat kosong, lalu duduk saat sudah sampai di tempat tersebut.
"Kamu mau makan apa?" tanya Veri kepada Angel.
"Apa sajalah yang penting kenyang hehe," jawab Angel sambi tertawa renyah.
"Mau saya pesankan kepala kambing?"
"Ih apaan sih Tuan, ih enggak mau. Apa-apaan mau pesan kepala kambing hem? Tuan pikir saya apaan hem?" ucap Angel sambil menatap kesal Angel.
"Ih ini orang malah marah lagi."
"Habisnya Tuan menyebalkan tahu, masa mau pesanin makanan kayak gitu."
"Angel ... Angel ... kamu itu lucu sekali tahu, saya cuma bercanda kok. Lagi pula mana ada kepala kambing hehe," ucap Veri sambil tertawa.
"Tidak lucu Tuan bercandanya ah, menyebalkan tahu." gerutu Angel sambil menatap sebal Veri.
"Iya maaf sayang. Eh iya tadi kamu bilang Tuan terus ya, tadi kan saya suruh kamu untuk panggil sa-"
"Sayang!" ucap Angel memotong pembicaraan Veri.
"Nah itu kamu tahu."
"Iya maaf Tuan eh sayang hehe." ucap Angel.
*aku sengaja menyuruh Angel memanggil sayang biar Aleena syok dengan apa yang di dengarnya, karena aku yakin Aleena tidak menyetujui jika aku menjalin hubungan dengan adiknya. Tapi lumayanlah dengan adiknya sebisanya aku bisa melihatmu terus Aleena batin Veri sambil tersenyum menyeringai.
bersambung*.
__ADS_1