
Setelah lama tertidur. Tiba-tiba Juna pun terbangun dari tidurnya, dan menatap jam dingdingnya menunjukkan jam pukul 7 malam.
'Ternyata begitu cukup lama saya tertidur. Dengan kejadian tadi, membuatku lelah.' Juna tersenyum simpul.
Kemudian Juna pun menatap istrinya yang masih tertidur. Lalu menatap istrinya dan mendekatkan wajahnya dengan wajah istrinya, kemudian mengusap lembut pucuk rambut istrinya.
'Maafkan saya, Aleena. Saya tadi terlalu kasar terhadapmu. Mungkin dengan kejadian tadi, kamu sudah menjadi milikku seutuhnya. Dan saya berharap nanti, ada baby kita tumbuh diperutmu.' Juna lalu mencium lembut kening istrinya.
Juna pun, beranjak dari atas kasurnya. Dan berjalan menuju bathroom untuk membersihkan tubuhnya.
Kemudian Aleena pun, tiba tiba terbangun dan membuka matanya secara perlahan-lahan.
'Aduh sakit sekali ini. Semua gara-gara si suamiku yang gila itu.' Gerutu Aleena saat merasakan sakit di bagian intinya.
Lalu menatap ke samping, tidak menemukan keberadaan suaminya.
'Kemana lagi dia? Setelah puas dia, membuatku kesakitan. Dia langsung tidak ada begitu saja. Ck, benar benar suamiku brengsek!'
__ADS_1
Kemudian Aleena pun mencoba untuk bangun, dan menahan rasa sakit di daerah intinya. Betapa terkejutnya Aleena, saat melihat ada sebercak darah diatas sprei.
'Darah? Bagaimana bisa, ada darah di sprei. Bukannya waktu itu Juna sudah melakukannya terhadapku. Waktu itu juga, sama ada darah kok.'
Aleena mulai curiga. Kejadian waktu menimpa di hotel tentang dirinya dan Juna, pasti ada sesuatu yang tidak beres sebelumnya. Juga Aleena yakin, pasti ada sesuatu yang di sembunyikan Juna tentang kejadian di hotel.
Setelah selesai mandi, dengan segera Juna pun keluar dari bathroom. Aleena pun, dengan segera tidur kembali saat mendengar suara langkah kaki seseorang dari bathroom.
'Nyenyak sekali, dia tidur. Mungkin dengan kejadian tadi, membuat tidurnya menjadi nyaman dan tertidur sangat nyenyak. Apakah saya harus melakukan itu setiap hari, biar istri cantikku tidur dengan nyenyak?' Canda Juna sambil tersenyum saat menatap Aleena yang kini masih tertidur.
Kemudian Juna, mencari baju di dalam lemari. Setelah merasa sesuai dengan baju yang dicarinya, kemudian memakaikan baju tersebut. Lalu menatap cermin.
Setelah semuanya selesai, dengan segera Juna pun berjalan menuju keluar untuk pergi keruangan kerja.
Aleena pun dengan segera membuka matanya. Saat semuanya sudah aman dan tidak melihat keberadaan suaminya. Aleena sangat muak dan jijik saat mendengar perkataan suaminya tadi.
'Kata siapa, kalau saya tidur nyenyak karena kejadian tadi? sungguh ngawur banget si Juna, kalau bicara. Terus dia pede sekali kalau dia merasa tampan, serta banyak wanita yang mengejarnya. Lagi- lagi dia sombong banget kalau dirinya orang yang paling kaya. Ada ada saja, tingkah seorang Juna prakasa.' Gerutu Aleena merasa muak dan jijik dengan ucapan suaminya.
__ADS_1
Kemudian Aleena pun, beranjak dari kasurnya, lalu memunguti pakaian dirinya serta suaminya yang berserakan dimana-mana. Lalu berjalan menuju bathroom untuk membersihkan diri, dengan menahan sakitnya di daerah inti saat berjalan kaki.
1 jam kemudian....
Aleena yang sudah beres memakai baju dan celananya. Kemudian mengambil hair dryer, untuk mengeringkan rambutnya yang basah. Tiba tiba ada suara seseorang yang mengetuk pintu.
Tok, tok, tok ... "Non Aleena." panggil Bi Sri sambil mengetuk pintu.
"Iya Bi, sebentar." Jawab Aleena sambil berjalan untuk membukakan pintunya .
"Maaf Non ganggu saya cuma mau ngasih tahu, sekarang waktunya untuk makan malam Non. Dan semuanya sudah Bibi siapkan Non."
"Iya Bi nanti saya kesana, tapi setelah beres mengeringkan rambut dulu ya Bi."
"Baiklah kalau begitu Non, dan Bibi pamit dulu ya Non."
"Iya silahkan Bi." jawab Aleena sambil tersenyum.
__ADS_1
Kemudian bi Sri pun berjalan menuju ke dapur, untuk kembali mengerjakan pekerjaan lain. Aleena kini sudah beres mengeringkan rambutnya, dan bersiap- siap menuju meja makan untuk makan malam.