
Mereka pun, kini sudah sampai di bandara. Dengan segera Juna, Aleena, Mom Monik dan Dad Joe segera keluar dari mobilnya.
"Terima kasih ya sayang, sudah berkenan mengantarkan Mom dan Dad ke bandara." Mom Monik sambil mengusap lembut rambut Aleena.
"Iya Mom, lagian Aleena sangat senang bisa mengantarkan Mom sama Dad ke bandara. Semoga Mom sama Dad, selamat sampai tujuan." Ucap Aleena.
"Iya sayang. Semoga kamu sama Juna rumah tangganya selalu harmonis, dan secepatnya kasih cucu buat Mom sama Dad,"
"I-iya Mom." Jawab Aleena merasa tidak tahu harus berkata apa dan memilih untuk meng-iyakan perkataan Mom Monik.
"Ya sudah kalau gitu Mom sama Dad pamit dulu sama kalian. Ingat Juna, selalu bahagiakanlah istrimu dan jaga menantu Mom yang cantik ini." Ucap Mom Monik.
"Iya siap Mom," jawab Juna.
Kemudian Mom monik, Dan Dad Joe memeluk anaknya dan menantunya secara bergiliran. Kemudian berjalan menuju pesawat Jet pribadi miliknya. Setelah pesawat terbang semakin tinggi, Juna dan Aleena pun berjalan menuju mobil untuk pulang kembali ke rumah.
Di setiap perjalanan menuju pulang, diantara mereka tidak ada yang bersuara sama kali. Mereka lebih memilih untuk diam. Dan tiba tiba Aleena terkejut, saat mobil yang di tumpanginya bukan berjalan menuju rumah.
__ADS_1
"Loh, kita mau kemana Tuan? Ini kan bukan jalan mau menuju rumah." Ucap Aleena.
"Emang bukan. Tapi saya mau mampir dulu ke perusahaan!" Jawab Juna sambil menjalankan mobilnya.
"Loh mau ngapain? Bukannya kita masih dalam masa cuti ya."
"Tadi pagi Ben menelpon, katanya ada berkas berkas penting yang harus di tanda tangani. Tidak apa apakan, bila harus ke perusahaan dulu?" Tanya Juna sambil menatap Aleena.
"Iya tidak apa apa Tuan." Jawab Aleena.
"Loh kenapa?" Tanya Aleena.
"Saya ini suamimu, bukan majikanmu,"
"Terus, saya harus panggil apa Tuan?" Tanya Aleena.
"Panggil saja, saya Juna!"
__ADS_1
"Baiklah Tuan, eh maksudnya Juna!" Ucap Aleena merasa kaku, karena tidak biasa menyebut namanya.
Mobil yang di kendarai Juna pun, kini sudah sampai diperusahaan pt. Intern group. Kemudian dengan segera Juna dan Aleena pun keluar dari mobil tersebut. Kedatangan Aleena dan Juna di sambut baik oleh para pegawai yang bekerja di pt. Intern group. Bahkan dulu Aleena selalu di anggap remeh, karena penampilannya yang culun dan norak. Tapi sekarang para pegawai menghormati dan bahkan memuji Aleena.
Para pegawai pun awalnya merasa terkejut saat seorang pimpinannya membagikan undangan pernikahnnya. Bagaimana tidak, ternyata Juna akan menikah dengan wanita yang dulu Juna pernah menolaknya mentah mentah dan mempermalukan Aleena di depan orang banyak. Tapi mereka tidak mau di ambil pusing, dan berpikir kalau mungkin takdir Juna harus bersama Aleena.
Setelah sampai di ruangan tempat kerja Juna, dengan segera juna pun berjalan menuju kursi kekuasaannya. Dan Aleena pun hanya duduk disofa atas permintaan suaminya.
"Ini Tuan, berkas berkas yang harus di tanda tangani." Ucap Ben sang Asistem Juna, sambil menyodorkan berkas berkasnya.
"Oke, thank's Ben," Jawab Juna sambil membuka berkas berkas tersebut kemudian mengtanda tangani berkas tersebut.
"Kalau begitu, saya permisi dulu Tuan, ada pekerjaan lain yang harus saya kerjakan lagi." Ucap Ben.
"Iya silahkan Ben," jawab Juna sekilas menatap Ben.
Kemudian Ben pun pergi keluar dari tempat kerja pimpinannya dan meninggalkan Juna dan Aleena berdua di ruangan
__ADS_1