Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)

Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)
39. Tidur pun harus terpisah?


__ADS_3

"Sayang, kamu baik baik sajakan?" Tanya Mom Monik merasa khawatir terhadap Aleena.


"Iya baik baik saja kok Mom, tadi tidak tahu kenapa tenggorokanku tiba tiba gatal Mom hehe." Ucap Aleena cengengesan.


"Ya sudah kalau begitu, minum dulu Nak." Ucap Mom Monik sambil menyodorkan segelas air putih.


"Terima kasih Mom." Jawab Aleena sambil meminum air putih, yang di kasih Mom Monik.


Kemudian Aleena pun menatap suaminya, dan Juna hanya menerbitkan seutas senyuman sinis terhadap Aleena.


"Makanya Mommy main minta cucu saja. Lagian kita tidak tahu kan, entah kapan kita bakal dikasih cucu sama Tuhan. Yang penting kita berusaha semaksimal saja Mom, iyakan sayang." Juna sambil menatap Aleena.


"Eh, i-iya Mom." Jawab Aleena dengan terbata.


ini orang benar benar ya. Mintaku hantam nih wajahnya. Pinter banget menggunakan waktu kesempatan dalam kesempitan, pakai acara sayang segala lagi batin Aleena sambil menatap sebal suaminya. Kemudian kakinya menendang kaki Juna dengan kasar membuat Juna meringgis kesakitan.


Aww...."sakit sekali kakiku." Ucap Juna sambil menatap Aleena.


"Sakit? Emangnya sakit kenapa kakimu sayang?" Tanya Mom Monik kepada Juna.


"Ini kakiku tadi.... sakit karena kram Mom hehe." Jawab Juna harus berbohong, saat Aleena memolototinya.


"sekarang gimana? Masih sakitkah?" Tanya Mom Monik.

__ADS_1


"Sekarang tidak lagi kok Mom." Jawab Juna sambil tersenyum kepada Mom Monik.


"Syukurlah, kamu membuat Mom dan Dad panik saja."


"Ya sudah, karena makan malamnya sudah selesai, Mom sama Dad mau ke kamar dulu."


"Iya silahkan Mom, Dad," jawab Aleena.


Kemudian Mom Monik dan Dad Joe segera pergi menuju kamarnya dan meninggalkan Juna dan Aleena berdua.


"Kamu itu pria atau perempuan sih, kakiku sakit sekali saat kau tendang." Gerutu Juna sambil menatap Aleena.


"Itulah pelajara bagi orang yang suka memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan." Ucap Aleena.


"Lagian siapa juga yang memanfaatkan dalam kesempitan hah? Saya cuma pingin membuat mereka tidak curiga tentang sepakatan yang kita buat. Padahal saya mau mau saja memberikan cucu untuk mereka. Lagian kenapa sih kamu, tidak mencoba membuka hatiku untuk saya hah?" Tanya Juna sambil menatap Aleena.


"Aleena!" Panggil Juna sambil menahan lengan tangan Aleena.


"Apalagi Tuan? Sudahlah saya ngantuk pingin tidur." Aleena sambil menghempaskan tangan Juna dengan kasar. Lalu pergi berjalan menuju kamar.


"Aleena.... kamu itu, jadi orang benar benar ya. Kenapa kamu sama si Veri sangat peduli, berbeda denganku yang selalu kau acuhkan."


Namun Aleena pun, tidak mengubris ucapan Juna. Dan lebih memilih terus berjalan menuju kamar.

__ADS_1


'Ck, sampai kapan dia akan begini terus? Haruskah saya menyerah untuk mendapatkan Aleena? Itu tidak akan terjadi Aleena, saya akan terus memperjuangkanmu.' Juna sambil menatap kepergian Aleena.


'Lagian, saya juga sama ngantuk. Emangnya dia saja, yang ngantuk hah.' Gerutu Juna pada diri sendiri. Kemudian berjalan menuju kamar.


Saat Juna sampai di dalam kamar, kemudian menatap Aleena yang sudah tertidur di atas kasur.


'Ck, benar benar itu anak langsung tidur begitu saja.' Juna sambil berjalan menghampiri Aleena yang sedang tidur.


Ketika Juna mau merebahkan tubuhnya di atas kasur, dengan segera Aleena pun bangun kemudian mendorong tubuh Juna hingga terjatuh ke bawah lantai.


"Aleena...." teriak Juna sambil menatap tajam istrinya dan mengusap pantatnya yang sakit.


"Apa, Tuan Juna yang terhormat." Ucap Aleena tanpa merasa bersalah.


"Kamu itu, benar benar keterlaluan ya. Sakit nih, pantatku." Gerutu Juna.


"Lagian ngapain sih Tuan, main tidur di kasur saja."


"Kamu lupa ya, ini kamar punya siapa hah?" Tanya Juna.


"Dan apakah Tuan lupa juga, tentang kesepakatan yang kita buat? Jadi mulai hari ini, Tuan tidur di sofa." Ucap Aleena.


Kemudian Juna pun hanya menghembuskan napas kasarnya. Sambil mengambil bantal lalu berjalan menuju sofa.

__ADS_1


'Sejak kapan, saya jadi tidur disini sofa? Yang ada kalau orang menikah itu, biasanya tidur barengan. Nah ini, malah menyuruh saya tidur di sofa.' Gerutu Juna sambil menatap Aleena yang kini sudah tertidur. Kemudian Juna pun, lama kemalam tertidur dan kini mereka berada di bawah alam sadarnya dengan tidur berpisah.


Bersambung....


__ADS_2