Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)

Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)
60.di kamar


__ADS_3

Aleena dan Juna pun kini sudah sampai di rumah kediamannya. Lalu Aleena dan Juna pun, dengan segera keluar dari mobilnya.


"Ayo sayang, kita masuk ke dalam rumah," ucap Juna sambil menatap istrinya yang baru saja keluar dari mobilnya.


"Oke. Ayo." jawab Aleena.


Kemudian, Juna pun dengan segera memegang tangan Aleena dan mengeratkan pegangan tangannya ke tangan istrinya.


Kemudian Aleena pun menatap suaminya, lalu menatap tangannya yang di pegang erat suaminya. Kemudian Aleena pun tersenyum saat Juna menatap dirinya, lalu Juna pun, membalas senyuman istrinya. Aleena dan Juna pun, berjalan masuk ke dalam rumah dan berjalan menuju kamar.


"Oya, bukannya bentar lagi akan ada rapat ya? Kenapa kamu, malah pulang ke rumah?" tanya Aleena sambil menatap suaminya yang sini kini duduk di sofa, sedang membuka sepatu kerjanya.


"Lagian ada Ben, jadi saya tangguhkan semuanya pekerjaan saya sama Ben." Jawab Juna.


"Iss mentang-mentang punya perusahaan sendiri, jadi seenaknya saja menangguhkan pekerjaannya kepada asistenmu," gerutu Aleena.


"Terserah saya dong, mau gimana juga. Lagian, kenapa sih kayaknya kamu enggak suka banget ya kalau ada saya di rumah hah?" tanya Juna sambil berjalan menghampiri istrinya yang sedang duduk di kasur.


"Bukannya saya enggak suka. Tetapi kasihan saja sama Ben, harus menangguhkan semua pekerjaannya," ucap Aleena sambil menatap Juna yang sedangĀ  berjalan menghampirinya.


"Lagian, ngapain juga sih harus kasihan sama dia hah? Dengar ya, Ben itu sudah biasa dari dulu suka menangguhkan pekerjaan saya kok. Oya Aleena, tolong dong bantu saya buka kancing bajunya."


"Baiklah," jawab Aleena sambil beranjak dari kasurnya. Lalu membantu suaminya membuka kan, kancing baju kerja suaminya.


"Aleena, kamu sangat cantik sekali. Beruntung sekali, saya mempunyai istri sepertimu. Selain cantik, kamu istri yang pintar dan cerdas," puji Juna saat menatap intens istrinya lebih dekat ketika sedang membuka kan, baju kancing kerjanya.

__ADS_1


"Sudahlah, jangan banyak memuji saya. Nanti saya bisa menjadi sombong nih," ucap Aleena sambil menatap istrinya.


"Enggak apa-apa jadi sombong juga, saya dukung nih," ucap Juna menyemangati Aleena.


"Iss punya suami menyebalkan sekali, malah mendukung kalau saya jadi orang sombong. Bukannya kasih nasihat," Aleena sambil berjalan menuju lemari untuk menyimpan baju kerja suaminya.


"Emangnya salah iya, kalau saya dukung istrinya melakukan apapun hah?" tanya Juna sambil berjalan mendekati istrinya, kemudian memeluk istrinya dari belakang dengan melingkarkan tangannya ke pinggang Aleena.


"Te-tentu saja salah. Lagian, tidak seharusnya kamu menuruti kemauan istri yang tidak benar itu. Justru seharusnya, kamu itu menasehati istrimu," jawab Aleena. "Oya, tanganmu ini, tolong lepasin. Saya gerah ini," protes Aleena.


"Mmzz gitu, saya tidak akan melepaskannya. Izikanlah saya untuk memelukmu seperti ini, hany." ucap Juna sambil mempererat dekapannya dan menyenderkan kepalanya di pundak istrinya.


"Tapi, saya belum terbiasa." ucap Aleena.


"Makanya mulai sekarang, kamu harus membiasakannya." Juna sambil menarik pinggang istrinya, sehingga membuat tubuh Aleena berbalik badan dan kini saling berhadapan satu sama lainnya. Hidung mancung mereka hampir saling bersentuhan. Dan mata hitam mereka saling menatap satu sama lainnya.


"Tapi-"


'Cup' tiba-tiba benda kenyal menyentuh bibir mungil istrinya. Sehingga ucapan Aleena tergantung di udara. Aleena pun terkejut, dengan Juna yang tiba-tiba mencium dirinya begitu saja. Aleena pun, ingin memberontak tetapi ciuman yang diberikan Juna, begitu lembut dam sangat berbeda. Sehingga Aleena pun merespons dan membalas setiap ci*uman yang Juna kasih. Mereka pun saling menukar salivanya dan saling menjulurkan lidahnya satu sama lain. Setelah Juna menikmatinya dan hasratnya kini semakin membara. Dengan segera Juna pun, melepaskan ciumannya dan langsung menggendong Aleena ke ranjang.


Setelah mentidurkan Aleena dengan segera Juna pun, langsung menindih dan mengunci tubuh Aleena, sehingga Aleena bisa bergerak.


"Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Aleena kepada suaminya.


Namun Juna pun tidak menjawab perkataan Aleena, Juna malah langsung mencium bibir Aleena. Karena merasa tidak kuat lagi dengan hasratnya dan miliknya yang sudah tegang, dengan segera Juna pun membuka baju Aleena satu persatu sehingga tubuh Aleena kini polos tanpa sehelai benang.

__ADS_1


"Juna, kamu itu mau ngapain?" tanya Aleena sekali lagi.


"Ya ampun sayang, kamu itu berisik sekali. Kita akan membuat anak," bisik Juna, "jadi diamlah, jangan banyak bicara."


"A-apa?" Aleena dengan kikuk, dan merasa terkejut dengan ucapan suaminya.


"Sstt .... Diamlah." Juna sambil menempelkan telunjuk tanggannya ke bibir Aleena.


Juna pun dengan segera melepaskan baju miliknya, sehingga mereka sama-sama keadaan polos tanpa sehelai benang. Aleena pun terkejut saat menatap senjata milik suaminya yang menegang. Karena tidak kuat lagi, dengan segera Juna pun melakukan penyatuannya. Sehingga kini mereka sedang menikmati indahnya nikmat surga dunia.


yuk mampir dikarya temanku yang bikin baper dan di jamin seru


Judul: Takdir Gadis si Buruk Rupa


Author: Imamah Nur


Blurb:


Rindu Maharani harus menerima kenyataan pahit saat terbangun dari koma, akibat kecelakaan yang menimpa diri dan keluarganya.


Tidak hanya kehilangan kedua orang tua, tetapi ia juga dihadapkan dengan kenyataan bahwa kini wajahnya menjadi buruk rupa.


Bukan hanya wajah tetapi pekerjaan yang sebagai pencabut bulu itik dan ayam menjadi sorotan dan hinaan di sekolah.


Cobaan demi cobaan senantiasa menemani perjalanan hidupnya. Namun, Rindu tidak patah semangat. Dia menjadikan hinaan dan cercaan sebagai semangat untuk bangkit dan berkembang.

__ADS_1


Mampukah ia mengubah takdirnya?



__ADS_2