Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)

Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)
23. Bertemu dengan sahabat.


__ADS_3

Keesokan harinya.


Aleena pun terbangun dari tidurnya, lalu menatap jam dinding menunjukkan  pukul jam 8 pagi. Kemudian beranjak dari ranjangnya dan meregangkan tubuhnya.


'Untung hari ini libur kerja, jadi saatnya untuk santai dirumah dan bermanja manja sepuasnya,' ucap Aleena. Tiba tiba ada panggilan telepon masuk, dengan segera Aleena pun mengambil handphone nya dan mengangkat panggilan telepon tersebut.


"Hallo Aleena, apa kabar?" tanya seseorang disebrang sana.


"Baik kok. Maaf ini sama siapa ya? Kenapa anda bisa kenal saya? Dan kenapa juga anda tahu nomor saya?" tanya Aleena dengan beberapa pertanyaan.


"Kamu itu gimana sih Na, tentu saja aku kenal kamu dan pasti tahu nomor kamu. Kamu sudah lupa ya, ini aku Reni sahabat kamu," jawab Reni disebrang sana.


"Reni? Oh iya, aku baru sadar Reni yang rumahnya dekat dengan aku kan? Anaknya pak Kumis ya?" tanya Aleena meyakinkan.


"Heem Na. Kamu dimana Na? Aku ada dijakarta nih, kita ketemuan yuk Na."


"Serius, kamu ada dijakarta Ren? Baiklah kita ketemu di Taman kota ya," ucap Aleena disebrang sana


"Tentu saja aku serius. Baiklah kalau begitu Na." Reni sambil mematikan sambungan teleponnya.


Ck, menyebalkan sekali dia. Main putus saja sambungan teleponnya. tidak sopan sekali gerutu Aleena sambil menatap handphonenya.


Sudahlah Na, sabar. Sekarang kita ke kamar mandi, terus siap-siap untuk berangkat deh. Karena hari ini hari libur, maka aku harus menikmati liburannya dan memanjakannya dengan shooping serta apa ya? Entahlah Na, sekarang waktunya mandi ucap Aleena sambil berjalan ke kamar mandi.


Setengah jam sudah Aleena menghabiskan waktunya dikamar mandi. Setelah selesai dengan segera Aleena berjalan menuju lemari, untuk memilih baju yang akan dipakai khusus hari ini.


Kayaknya ini cocok deh, Aleena sambil mengambil baju kaos oblong berwarna pink dan celana jeans. Setelah selesai memakaikan baju dan celananya, Aleena pun berjalan menghampiri cermin dan mengambil alas bedak, liptint serta perlengkapan alat rias lainnya.

__ADS_1


Kurasa ini sudah cukup. Tidak terlalu berlebihan dan tidak terlihat mencolok. Dan sekarang saatnya berangkat ucap Aleena saat sudah selesai berdandan dan menyisir rambutnya. Kemudian Aleena pun mengambil tasnya dan berjalan keluar menuju mobil taksi online yang kini sudah berada di depan rumahnya.


"Sudah siap Mbak?" tanya sopir taksi tersebut saat Aleena sudah masuk ke dalam mobil.


"Sudah pak." jawab Aleena.


Lalu dengan segera Opik pun sang sopir taksi, menjalankan mobilnya dan pergi meninggalkan rumah Aleena.


"Oya Mbak, mau kemana?" tanya Opik.


"Ke taman kota ya pak." Jawab Aleena.


"Baiklah Mbak." Ucap Opik dengan segera menjalankan mobilnya menuju tempat yang dimaksud Aleena.


#Satu jam kemudian.


"Ini pak uangnya, kembaliannya ambil saja." Aleena sambil menyodorkan uangnya.


"Iya terima kasih Mbak." Ucap Opik.


Aleena pun hanya tersenyum kepada Opik, sopir taksi online tersebut. Kemudian Aleena berjalan menuju tempat dimaksud.


"Aleena?" Panggil Reni sambil melambaikan tangannya, saat Aleena sudah ada ditempat tersebut.


Lalu dengan segera Aleena pun menghampiri Reni.


"Aleena, apakah ini benar kamu kan? Si culun dan norak itu kan?" tanya Reni merasa tidak percaya dengan penampilan Aleena yang berubah seratus delapan puluh derajat.

__ADS_1


"Tentu saja, aku ini Aleena Santika. Lagian kamu ngapain sih, memutar-mutarkan tubuhku pusing tau." gerutu Aleena sambil menatap kesal Reni.


"Maaf Na, habisnya kamu cantik banget. Cocok nih, kamu kalau jadi model Na." Reni sambil menatap Aleena.


"Ogah banget jadi model, maaf bukan impian aku." Aleena sambil berjalan menuju tempat duduk yang ada di taman.


"Ck, sombong sekali dirimu itu Na. Lagian enak tahu kalau jadi model, gajih besar serta terkenal se-dunia, dan pastinya bakal banyak cowok yang terus mengejar kamu dan nempel terus." Bisik Reni.


"Maaf ya Ren, aku ini bukan cewek murahan seperti kamu. Yang cuma menginginkan banyak pria mendekatimu, terus kamu kuras tuh hartanya." gerutu Aleena.


"Husstt Na, kalau ngomong itu pelan pelan jangan kencang kencang. Nanti kalau ada cowok dengar ucapanmu, kan bisa bahaya masalahnya. Nanti tidak ada yang mau lagi sama aku."  Ucap Reni.


"Iya maaf deh. Ya sudah Ren, kita makan yuk. Aku lapar nih belum makan sama sekali." Aleena sambil menatap Reni.


"ya sudah ayo, aku juga sama lapar Na hehe," Reni sambil cengengesan.


Kemudian Aleena dan Rini pun berjalan menuju rumah makan yang ada di taman kota.


"Ayo kita masuk Ren," ajak Aleena saat sudah sampai di rumah makan.


"Baik  Na," jawab Reni.


Lalu Aleena dan Reni pun berjalan mencari tempat makan yang kosong. Kebetulan karena hari libur, rumah makan tersebut rame pengunjung. Tanpa tidak sengaja Aleena bertabrakan dengan seseorang yang berjalan dari berlainan arah.


"Aww, sakit sakit sekali." gerutu Aleena saat seseorang menabrak bahunya karena terburu buru.


"Maaf, saya tidak sengaja," ucap seseorang sambil membungkungkan badannya. Kemudian menatap Aleena, dan Aleena pun terkejut saat mengetahui siapa orang tersebut.

__ADS_1


"Kamu?" ucap Aleena dan seseorang tersebut secara bersamaan.


__ADS_2