
Diskotik Eksoy
Mobil pun berhenti, setelah sampai ditempat tujuan. Kemudian Aleena dan yang lainnya pun keluar dari mobil tersebut. Dan berjalan menuju 'Diskotik Eksoy'.
Disinilah Aleena dan yang lainnya berada. Sebuah Club yang sangat terkenal ditempat tersebut, dan ramai pengunjung.
"Na, ayo masuk ke dalam." Ajak Reni saat melihat Aleena yang masih diam di balik pintu Club.
"Kamu saja duluan Ren, nanti aku menyusul kamu ke dalam." Aleena yang kini masih diam dibalik pintu. Sedangkan yang lainnya sudah duluan masuk ke dalam.
"Tidak, aku tidak akan meninggalkan kamu sendirian disini Na. Makanya ayo kita bareng masuk ke dalamnya." Reni masih menunggu Aleena untuk masuk bersama. Reni tahu kalau ini akan sangat berat untuk Aleena masuk ke dalam Club, apalagi ini untuk yang pertama kalinya.
Dengan terpaksa Aleena pun masuk ke dalam bersama Reni. Sebelum masuk ke dalam ke Club, entah kenapa Aleena merasakan bakal ada sesuatu yang akan terjadi pada dirinya. Tapi semuanya harus ditepis, saat Reni berkata dia akan melindungi Aleena dan akan selalu ada di sampingnya. Maka dengan terpaksa mengikuti ajakan Reni, dan percaya dengan ucapan Reni.
Aleena dan Reni pun, kini sudah berada di dalam sebuah Club sedang berkumpul bersama sahabat sahabat dari Juna dan kekasih mereka.
Lalu datanglah seorang pelayan, dengan membawakan beberapa botol bir dan ditaruhnya di meja untuk di suguhkan kepada sahabat sahabat Juna.
"Aleena, apakah kamu mau mencobanya?" Ucap Reni yang kini sedang menyajikan sebotol bir ke dalam gelas.
"Tidak Ren," jawab Aleena sambil menggelengkan kepalanya.
"Loh, kenapa Aleena? Ayolah coba Aleena, nanti dijamin ini akan membuat hidup kamu begitu merasakan bebasnya dalam dunia pergaulan." Vir mencoba mengajak kembali Aleena.
__ADS_1
"Ah tidak, terima kasih Vir." Tolak Aleena.
Suara musik di dalam sebuah Club pun semakin keras, para pengunjung semakin ramai memasuki dalam sebuah Club. Kini Juna dan sahabat sahabatnya sedang asyik berjoged joged menikmati alunan musik yang diputar oleh seorang Dj. Daniel.
"Na, musiknya semakin asyik nih. Ayo kita gabung bersama mereka, kita senang senang dan berjoged bersama mereka." Ajak Reni.
"Tidak ah Ren, aku tidak biasa Ren. Kalau kamu mau seperti mereka yang sudah pergi aja gabung bersama mereka." Ucap Aleena.
"Emangnya kamu tidak apa apa, bila aku tinggalin disini sendirian?" Tanya Reni.
"Tidak apa apa kok Ren, ya sudah sana pergi gabung sama mereka." Usir Aleena sambil melihat Juna dan sahabat sahabatnya yang kini semakin asyik berjodeg joged dengan alunan musik yang begitu asyik dan enak di dengar.Dengan segera Reni pun pergi meninggalkan Aleena sendirian.
Sebenarnya Aleena pun tidak munafik, dan ingin ikut bergabung berjoged joged seperti orang orang yang berada di 'Club' ini. Tapi nyalinya belum siap dan belum terbiasa jadinya Aleena tetap pada pendiriannya untuk diam di sofa dan hanya cukup mendengarkan alunan musik dengan tubuh yang sedikit ikut bergerak juga.
"Pelayan!" Panggil seseorang kepada seseorang.
"Ini tolong berikan air minum ini, kepada wanita yang sedang duduk disana." Ucap seseorang tersebut sambil menujukan orang yang dimaksud.
"Baiklah Tuan," jawab sang pelayan. Lalu berjalan menghampiri kepada wanita yang dimaksud seseorang tersebut sambil membawakan segelas air jus.
"Maaf Nona mengganggu, apakah Nona pingin meminum segelas jus?" Tanya pelayan tersebut.
Lalu Aleena pun tidak menjawab perkataan sang pelayan tersebut. Aleena hanya menatap sejenak pelayan tersebut yang kini sedang membawa segelas jus.
__ADS_1
"Boleh juga."Jawab Aleena. Lalu pelayan tersebut langsung memberikan minuman tersebut kepada Aleena dan dengan segera Aleena mengambilnya lalu menatap minumannya dan mencium dulu aroma dari segelas jus.
'Kayaknya enak nih' Aleena langsung meminum jus tersebut.
"Ya sudah Nona, kalau begitu saya permisi dulu." Ucap sang pelayan tersebut sambil berlalu dari hadapan Aleena.
Sedikit demi sedikit, Aleena mulai meminum jus tersebut hingga habis tidak tersisa.
'Minumannya, lumayan enak juga sih. Terus kenapa tiba tiba kepalaku sangat pusing sekali.' Aleena sambil meminjat keningnya yang terasa pusing.
Alunan musik pun semakin keras dan semakin membuat orang orang yang ada di Club bersemangat untuk bejoged joged. Begitu pun dengan Aleena, entah kenapa bisa membuat Aleena ikut untuk bergabung dengan sekumpulan orang orang yang kini sedang asyik berjoged joged.
Untungnya Aleena masih sadar, dengan segera Aleena pun berjalan menuju soffa dengan berjalan sempoyongan. Aleena pun tidak mengerti kenapa bisa sampai begitu. Dan tidak terlalu lama Aleena pun tiba tiba pingsan diatas soffa.
Kemudian datang seorang pria dan membawa Aleena pergi dari tempat tersebut, dan pria tersebut malah membawa Aleena ke hotel.
'Maafkan aku Aleena, harus melakukan seperti ini.' Ucap pria tersebut sambil menyetir mobil menuju hotel.
25 menit kemudian. Pria tersebut memberhentikan mobilnya ketika sudah sampai di hotel. Kemudian membawa keluar Aleena dari mobilnya dan mengendongnya menuju kamar hotel. Setelah sampai di kamar penginapan, dengan segera pria tersebut menidurkan Aleena diatas kasur secara perlahan lahan.
'Aleena, kamu begitu sangat cantik. Maafkan aku harus melakukan cara seperti ini.' Pria tersebut sambil menatap dan mengusap wajah cantik Aleena.
Dan pria tersebut juga mulai membuka satu persatu baju, dan yang lainnya yang menempel di tubuh Aleena. Sehingga kini Aleena dengan keadaan tubuh polosnya, tanpa sehelai benang pun yang menempel ditubuhnya.
__ADS_1
Bersambung....
*jangan lupa kasih dukungannya dan tinggalkan jejak ya kak.😊😘