Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)

Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)
55. Saling meminta maaf


__ADS_3

"Ck, berani sekali dia menamparku?" ucap Juna sambil mengusap pipinya yang terasa sakit, akibat tamparan yang dilakukan oleh mantan kekasihnya.


"Lagian, ngapain sih so bersandiwara untuk membuat saya cemburu hah? Apa yang di katakan, kamu  itu salah. Saya sama sekali tidak cemburu tahu," Aleena sambil menatap sinis Juna.


"Oya? Mana mungkin, kamu tidak cemburu. Terus kenapa kamu malah ingin pergi dari sini tadi hah?" tanya Juna sambil menatap istrinya.


"Emangnya kalau saya tadi pergi dari sini, itu di nama kan cemburu gitu? Ngaco kamu itu, kalau bicara. Lagian, tadi saya pingin pergi dari sini karena lapar, pingin tidur istirahat di rumah!" jawab Aleena.


"Ck, alasan saja. Oya terima kasih sayang, tadi sudah mau merespon dan membalas ci*uman saya. Bibirmu manis sekali, sering-seringlah kayak begitu," ucap Juna sambil menaikan kedua alisnya.


"Dengerin ya, Juna prakasa yang terhormat. Saya tadi melakukan itu terpaksa tahu tidak, karena saya hanya ingin membalas ... " ucapan Aleena sengaja di gantung, saat menyadari alasan sebenarnya.


"Hanya ingin membalas apa hah?" tanya Juna sambil mengerutkan kening karena penasaran, kemudian tersenyum. "Aleena ... Aleena ... kenapa kamu tidak jujur saja, kalau kamu tadi cemburu kan? Terus ingin membalas dan membuat si Olin cemburu, juga merasakan sakit hati juga kan?" ucap Juna.


"Ka-kata siapa, ini orang sok tahu banget ya. Sudah ah, saya mau pulang ke rumah," Aleena sambil berjalan menuju pintu. Namun, langkahnya terhenti saat Juna langsung melangkah dan menghalangi jalannya Aleena.


"Siapa suruh kamu pulang hah?" tanya Juna sambil menatap Aleena.


"Lagian, mau ngapain sih? saya disini juga cuma diem saja. Sudah minggirlah saya mau pulang!"


"Saya bilang tidak boleh pulang! Lagian, tadi kamu belum menjawab pertanyaanku," ucap Juna.

__ADS_1


"Pertanyaan yang mana?" tanya Aleena.


"Kamu jangan pura-pura lupa deh, atau saya mau hukum ya kamu?" Juna sambil mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya.


"Iya, saya akan jawab nih pertanyaan yang tadi," ucap Aleena sambil mendorong dada bidang suaminya agar menjauh.


"Saya datang ke kantor Tuan Veri, hanya ingin menanyakan saja waktu kejadian di hotel Santika. Lagian, kenapa kamu menyembunyikan semua ini?" tanya Aleena sambil menatap suaminya.


"Maksudnya apa Aleena?" tanya balik Juna sambil mengerutkan keningnya karena tidak mengerti.


"Iya masalah waktu di hotel Santika. kenapa kamu tidak pernah bilang, kalau sebenarnya yang membawaku ke hotel adalah Tuan Veri!"


Deg. Juna pun, merasa terkejut. Bagaimana Aleena bisa tahu, kalau sebenarnya orang yang pertama membawa Aleena ke hotel adalah Veri.


"Lagian, kenapa sih kamu harus menyembunyikan semua ini hah? Kenapa juga, kamu tidak menceritakannya kepada saya hah?' tanya Aleena sambil berjalan menghampiri suaminya yang sedang duduk di sofa.


"Emangnya kalau saya menceritakan semuanya, kamu bakal percaya sama saya iya? Saya yakin, kamu tidak akan percaya dan bakal menganggap kalau saya telah memfitnah Veri! Lagian, bukannya waktu itu kamu sangat membenciku? dan menganggap kalau Veri orang yang paling baik, karena suka membantumu serta selalu ada setiap kamu dalam kesedihan bukan? Jadi percuma saja, kalau saya cerita kepadamu Aleena!"


Aleena pun, langsung terdiam saat mendengar ucapan Juna. Aleena juga, tidak tahu harus berkata apa kepada Juna. Karena memang benar apa yang di katakan Juna, kalau dirinya pasti tidak akan percaya dengan ucapan Juna. Di dalam hati Aleena, ada rasa bersalah terhadap suaminya. Karena terlalu membencinya serta terlalu percaya terhadap orang lain, yang justru bisa dikatakan ada musuh dalam selimut.


"Maafkan saya, suamiku. Saya terlalu membencimu," ucap Aleena sambil duduk di sofa, di samping Juna kemudian menundukan kepalanya karena merasa bersalah.

__ADS_1


Kemudian Juna pun tersenyum lalu menatap istrinya yang kini sedang menundukan kepalanya.


"Sudahlah Aleena, kamu jangan terlalu bersalah begitu. Lagian, saya paham kok kamu dulu sangat membenciku karena saya pernah menyakitimu yang membuat hatimu sangat terluka karena sikapku. Saya minta maaf ya istriku sayang, atas sikap dan prilaku waktu itu terhadapmu." Juna langsung memeluk istrinya.


Aleena pun, merasa terkejut  saat suaminya mengatakan seperti itu. Bagaimana tidak terkejut, Juna di mata Aleena terkenal dengan sikapnya angkuh, sombong, ingin menang sendiri serta licik, tiba-tiba meminta maaf dan mengakui kesalahannya. Aleena pun tersenyum, dan membalas pelukan suaminya.


"Jadi gimana, kamu mau kan, memaafkan saya?" Tanya Juna sambil menguraikan pelukannya , kemudian menatap istrinya.


"Iya, saya memaafkanmu kok," jawab Aleena.


"Terima kasih sayang," ucap Juna merasa sangat bahagia, serta senang hati kemudian mencium kening Aleena dan bib*ir mungil istrinya.


Kriuk, kriuk, kriuk ... tiba-tiba perut Aleena berbunyi.


"Kamu lapar ya?" tanya Juna saat mendengar suara berbunyi dari perut Aleena.


"Iya," jawab Aleena sambil menganggukan kepala.


"Ya sudah, ayo kita makan di luar," ucap Juna.


"Baiklah," jawab Aleena.

__ADS_1


Aleena dan Juna pun, kini pergi meninggalkan ruangan tersebut lalu berjalan menuju parkiram mobil. Setelaha Aleena dan Juna sampai di tempat parkiran mobil, dengan segera Aleena dan Juna masuk ke dalam mobil. Setelah semuanya siap, dengan segera Juna pun menjalankan mobilnya menuju restoran.


Bersambung ...


__ADS_2