Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)

Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)
22.Ada Apa Dengan Aleena?


__ADS_3

Bell pun berbunyi, pertanda waktunya untuk pulang. Kini Aleena pun sedang merapihkan tempat kerjanya dan bersiap siap untuk pulang.


Lalu Juna pun berjalan menghampiri Aleena.


"Ayo Na, kita pulang bareng," ucap Juna sambil menatap Aleena yang kini sudah beres merapihkan tempat kerjanya.


"Maaf Tuan tidak bisa, karena saya sudah janji dijemput pulang sama Tuan Veri," Aleena sambil berjalan  melewati Juna begitu saja.


"Aleena." Ucap Juna sambil mencengkram kasar lengan Aleena dan menahannya untuk tidak pergi.


"Aww, sakit Tuan. Lepasin tangan saya!" Aleena sambil menatap tajam Juna dan mencoba melepaskan cengkraman tangan Juna.


"Kamu itu kenapa sih Aleena. Begitu besarkah kebencian kamu kepada saya, sehingga menolak saya terus hah?" Juna sambil melepaskan cengkraman tangannya yang tadi mencengkram lengan Aleena.


"Iya Tuan, saya benar benar sangat membenci Tuan. Jadi mulai sekarang Tuan tidak perlu mengganggu saya lagi!" Aleena sambil berlalu pergi meninggalkan Juna prakasa di dalam ruangan.


Kemudian Juna berdiam diri mematung ditempat. Benar benar tidak menyangka dengan ucapan Aleena. Perbuatannya dulu terhadap Aleena, membuat hati Aleena terluka sangat dalam. Sehingga Aleena membencinya dan Juna pun tahu ini akan sulit untuk mendapat kepercayaan kembali untuk meyakinkan Aleena dan membuka hati Aleena untuk seorang Juna prakasa.


Baru kali ini, saya ditolak mentah mentah oleh wanita seperti dia. Padahal di luar sana banyak wanita yang menginginkan saya, bahkan banyak wanita yang rela untuk menghabiskan waktu berdua di atas ranjang dengan saya. Tapi kenapa kamu, Aleena malah terus menolakku? Baiklah mungkin hanya dengan cara lain saya bisa membuatmu menjadi milikku Aleena santika hhaaha.... ucap Juna sambil tertawa penuh arti.


.


.


"Ayo Aleena, masuk ke dalam," ajak Veri sambil membukakan pintu mobilnya agar Aleena masuk ke dalam mobil.


"Iya Tuan, terima kasih." Jawab Aleena sambil tersenyum.

__ADS_1


Setelah Veri dan Aleena berada di dalam mobil dan sudah siap, dengan segera Veri pun menjalankan mobilnnya pergi meninggalkan PT. Intern group.


"Aleena, apakah kamu sakit?" tanya Veri sambil menatap Aleena. Veri merasa cemas, karena tidak seperti biasanya Aleena suka bercanda, mengobrol tentang pekerjaannya di kantor. Dan kini Aleena hanya diam saja tanpa berkata sepatah pun.


"Tidak kok Tuan, saya tidak sakit," jawab Aleena sambil tersenyum terhadap Veri.


"Lalu kenapa kamu hanya diam saja dari tadi? Tidak seperti biasanya, suka berbicara kayak burung Beo nyerocos mulu tanpa ada koma dan titik," sindir Veri.


"Ih Tuan jahat sekali, masa wanita secantik saya disamain sama burung Beo," gerutu Aleena sambil menatap sebal Veri.


"Lagian cuma bercanda kok Na hehe," Veri sambil cengengesan.


"Ada ada saja Tuan ini." Aleena sambil menggelengkan kepalanya.


"Oya Na, kayaknya kamu ada masalah ya di kantor?" tanya Veri.


"Benarkah begitu? Sudahlah Na jangan berbohong, apa salahnya kamu bercerita saja sama saya. Siapa tahu nanti saya bisa bantu masalah kamu," ucap Veri sambil menatap Aleena.


"Tapi beneran Tuan, saya tidak ada masalah apa apa kok. Lagian Tuan juga tahu sendiri kalau saya ada masalah pasti suka bercerita sama Tuan." Aleena mencoba meyakinkan Veri.


"Lagian benar juga apa yang dikatakan kamu Na. Syukurlah kalau memang kamu tidak ada masalah dan semuanya baik-baik saja." Veri sambil tersenyum.


"Iya Tuan." Jawab Aleena kembali membalas senyuman Veri.


"Oya Na, apakah kamu mau mampir dulu ke restoran atau ke cafe?" Tanya Veri.


"Tidak Tuan, lebih baik kita pulang saja. Lagian saya pingin merebahkan tubuhku diatas kasur dan saya merasa cape pingin tidur sejenak." Jawab Aleena.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu. Bolehkah, saya temani tidurmu?" Veri sambil menatap Aleena.


"Iss apaan sih Tuan, emangnya Tuan pikir saya wanita murahan apa hah?" Aleena sambil menatap kesal Veri.


"Maaf Aleena, lagian saya cuma bercanda kok haha." Ucap Veri sambil tertawa.


"Tidak lucu Tuan bercandanya." Geruru Aleena sambil menyunggingkan bibir atasnya.


"Habisnya lucu sih, kalau lihat kamu marah sangat menggemaskan sekali." Ucap Veri sambil mencubit gemas pipi Aleena.


"Aww sakit Tuan, kenapa pipiku malah dicubit lagi." Gerutu Aleena.


Namun Veri pun tidak membalas perkataan Aleena. Veri malah menertawakan tingkah Aleena yang begitu kesal karena ulahnya. Kemudian Veri pun memberhentikan mobilnya tepan di depan kost- an Aleena saat sudah sampai. Lalu dengan segera Aleena pun keluar dari mobil Veri.


"Terima kasih Tuan, sudah mengantarkan saya sampai rumah," ucap Aleena sambil menatap Veri.


"Iya Na. Ya sudah kalau begitu saya permisi ya Na." Pamit Veri.


"Iya silahkan Tuan. Hati hati  dijalannya Tuan." Ucap Aleena.


"Iya Na." Jawab Veri. Lalu dengan segera Veri pun mengemudikan kembali mobilnya dan pergi meninggalkan Aleena.


'Maafkan saya Tuan Veri, saya terpaksa harus berbohong. Saya tidak mau melibatkan Tuan yang begitu selalu membantuku. Biarkan saja saya yang menghadapi Tuan Juna sendirian. Dan saya yakin, kalau saya bisa tanpa bantuan Tuan untuk menghadapi Tuan Juna,' ucap Aleena pada diri sendiri sambil menatap mobil Veri yang kini semakin menjauh.


Setelah tidak terlihat lagi mobil Veri, dengan segera Aleena pun berjalan masuk ke dalam rumah dan pergi menuju bedroom untuk merebahkan tubunya diatas kasur.


🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa ya kakak semuanya, tinggalkan jejak ya. Terima kasih🙏


__ADS_2