
"Bi, Aleena pergi dulu ya," ucap Aleena sambil menatap bi Atin yang kini sedang berada di ballroom.
"Mau kemana emangnya Non?" tanya bi Atin kepada Aleena.
"Mau ke kantor Juna bi, Aleena jenuh nih diam terus di rumah. Sekalian mau minta izin pingin refresing nih Bi."
"Oh gitu ya Non. Ya sudah kalau begitu hati-hati di jalannya ya Non." ucap bi Atin.
"Iya Bu. Kalau begitu Aleena berangkat dulu ya."
"Iya silahkan Non."
Aleena pun pergi menuju keluar rumah dan berjalan menghampiri mobil yang di sopiri oleh pak Amin.
"Sudah siap Non?" tanya pak Amin saat Aleena sudah masuk ke dalam mobil.
"Sudah pak Amin," jawab Aleena.
Dengan segera pak Amin pun menjalankan mobilnya, meninggalkan rumah majikannya.
"Oya Non, kita mau kemana?" tanya pak Amin.
"Kita pergi ke kantor Juna pak."
"Oke, baiklah Non."
Pak Amin pun dengan segera menjalankan mobilnya sesuai apa yang dikatakan oleh Aleena.
Di petengahan jalan mobil pun tiba-tiba berhenti di tengah jalan. Aleena merasa cemas, kenapa bisa mobilnya tiba-tiba berhenti begitu saja.
__ADS_1
"Loh pak Amin, kenapa tiba-tiba mobilnya berhenti begitu saja?" tanya Aleena merasa cemas.
"Tidak tahu Non, pak Amin juga kaget mobilnya kok bisa berhenti begitu saja," jawab pak Amin sambil menatap Aleena dari kaca depan mobil."Ya sudah sebentar ya Non, pak Amin cek dulu keluar."
"Iya silahkan pak."
Pak Amin pun dengan segera keluar dari mobil untuk memeriksa keadaan mobil.
'Pantesan saja ban mobilnya kempes dan ada yang putus juga nih kabelnya,' gumam pak Amin pada diri sendiri sambil membuka bagasi mobil depannya.
"Gimana pak Amin keadaan mobilnya?" tanya Aleena tiba-tiba ada di samping pak Amin.
"Eh Non Aleena. Ini Non bannya kempes dan ada kabel yang terputus," jawab pak Amin.
"Loh kok bisa sampai seperti itu?"
"Saya kurang tahu Non." Jawab Aleena.
"Paling juga harus dibawa ke bengkel Non untuk diperbaiki."
"Lama enggak pak?"
"Lumayan sih Non."
"Ya gimana dong pak? Ya sudah pak Amin bawa saja dulu mobilnya ke bengkel, biar Aleena tunggu di sini saja," ucap Aleena sambil menatap pak Amin.
"Emang enggak apa-apa Non tinggal sendiri disini? Lagi pula ini mobil bakal lama Non di perbaikinya."
"Emangnya berapa jam pak?" tanya Aleena.
__ADS_1
"Paling dua jam lebihlah Non." jawab pak Amin.
"Itu mah cuma sebentar pak Amin. Ya sudah pak Amin pergi saja ke bengkel, Aleena enggak apa-apa kok tinggal sendiri disini."
"Emm ... gimana kalau pak Amin telpon dulu orang rumah dan suruh buat jemput Non Aleena dan mengantarkan Non ke tempat kantor Den Juna."
"Enggak usah pak, biar Aleena nunggu saja disini. Dan Aleena pingin ke sebrang sana dulu, pingin jalan-jalan lihat toko tersebut." ucap Aleena matanya sambil menatap toko megah yang berjualan berbagai macam pakaian, sepatu, tas dan lain-lain.
"Baiklah kalau begitu Non. Tapi Non harus hati-hati kalau lagi disana, soalnya banyak copet."
"Siaplah pak Amin. Ya sudah Aleena jalan ke sebrang sana dulu ya."
"Iya silahkan Non, hati-hati dijalannya Non."
"Siap pak. Oya pak nanti kalau sudah beres, telpon saja Aleena ya Pak."
"Iya siap Non," jawab pak Amin.
Aleena pun pergi meninggalkan pak Amin dan berjalan menuju sebuah toko yang sangat megah dan terkenal di daerah itu.
'Wah megah sekali tokonya, luas lagi mana baju bagus-bagus juga.' Aleena saat sudah sampai di tempatĀ tersebut sambil melihat lihat baju keluar an terbaru.
Ketika Aleena memilih baju dan melihat harga baju tersebut, Aleena membulatkan matanya karena merasa terkejut dengan harga baju tersebut.
'Ya ampun ini barang baju apaan sih? Harganya lumayan bisa buat beli motor nih. Bagus sih warna dan modelnya juga sih, bahannya juga adem dan lembut nih. Tapi harganya, oh my good bikin sesak dada nih,' gumam Aleena di dalam hati. Kemudian Aleena pun menyimpan kembali baju tersebut ke asalnya dan berjalan ke tempat yang lain.
'Waw keren sekali sepatunya, ini juga highheelsnya waaaw amazing nih yang pastinya cocok buat para model sih,' gerutu Aleena pada diri sendiri.
"Tapi kamu juga cocok kok, bila pakai highheels tersebut. Apalagi kamu itu orangnya cantik," ucap Pria tersebut.
__ADS_1
Kemudian Aleena pun berbalik badan saat mendengar seseorang berbicara terhadap dirinya. Dan betapa terkejutnya Aleena saat mengetahui siapa orang tersebut.
bersambung ....