
"Eh enggak kok Bu! Serius deh. Maaf ya Aleena, Mbak tidak bermaksud begitu kok," ucap Tini merasa tidak enak hati.
"Iya tidak apa-apa kok Mbak." jawab Aleena.
"Oya tampan, kalau ada minta satu dong orang sepertimu. Aku disini lagi nunggu pria idamanku, ya persis seperti dirimu tampan," ucap Tina sambil menatap Juna.
"Boleh. Kebetulan saya banyak kenalan teman bisnis, tampan, sukses juga." ucap Juna.
"Tapi belum menikahkan mereka?" tanya Tina.
"Tentu saja belum," jawab Juna.
"Kalau begitu, aku mau dong tampan," ucap Tina.
"Aku juga mau dong, minta satu." ucap Dewi ikut menimpali.
"Kamu pikir barang apa hah? Minta satu. Dan asal kalian tahu ya. Emangnya pria yang nanti di perkenalkan sama Juna, dia bakal mau apa sama kalian?" tanya Bu sofi sambil menatap Dewi, Tina dan Tini bergiliran.
"Ya ampun Bu Sofi kok bicara begitu sih. Eh tapi benar juga ya apa yang di katakan Bu Sofi, emangnya bakal pada mau sama kita ya?" ucap Dewi sambil berpikir kembali.
"Kalau namanya jodohkan, kita enggak tahu. Siapa tahu nanti kita semua berjodoh dengan temannya si Tampan ini. Atau siapa tahu hanya aku saja yang berjodoh dengan temannya Mas Juna," ucap Tina dengan pede.
"Iss kepede-an sekali kalau kamu yang bakal berjodoh. Kamu meremehkan kita ya hah? Kan, aku sama Dewi juga cantik kok," ucap Tini sambil menatap sebal Tina.
"Eh, bukan maksudnya meremehkan kalian. Kan, aku bilang tadi misalkan ini mah Neng. Syukur-syukur kalau kita berjodoh sama temannya si tampan ini." ucap Tina.
"Sudah ah ayo Aleena, Juna, kita masuk ke dalam kasihanĀ Bapak di tinggal sendiri disana," ucap Bu Sofi sambil menarik lengan tangan anaknya dan menantunya.
__ADS_1
"Eh tunggu dong! Kenapa malah pada masuk ke dalam sih?" panggil Dewi.
"Mau ngapain lagi? Bukannya kalian sudah kenalan dengan menantuku?" tanya Bu Sofi sambil berbalik badan menatap Dewi.
"Iya. Tapi si Tampan kan, belum ngasih nomor handphone teman-temannya untuk calon saya," ucap Dewi.
"Entar sajalah, Maaf ya sekarang buru-buru harus masuk ke dalam soalnya kasihan ayang Aji lagi sakit tidak ada teman," ucap Bu Sofi sambil menarik Aleena dan Juna ke dalam rumah.
"Ih itu Bu Sofi kenapa sih, menyebalkan sekali. Maen tarik si tampan saja, mana belum ngasih nomor handphone temannya lagi," gerutu Tina saat melihat Bu Sofi beserta Aleena dan Juna sudah masuk ke dalam.
"Iya, tau tuh Bu Sofi! Kayaknya, Bu Sofi enggak rela kali bila kita berjodoh dengan temannya si tampan," ucap Tini ikut menimpali.
"Nah, sepemikiran denganku nih. Kayaknya begitu nih." ucap Dewi.
"Sudahlah kita bubar dan pulang ke rumah masing-masing. Nanti kita datang kesini lagi untuk meminta nomor handphonenya temannya si tampan," ucap Tini.
"Ya sudah, ayo kita pulang." Ajak Tini.
Mereka pun kini pergi meninggalkan rumah Bu sofi, lalu berjalan pergi menuju rumahnya masing-masing.
__ADS_1
PT. Alaska group
"Gimana kerjaannya sudah beres?" tanya Veri sambil beranjak dari kursi kekuasaannya dan berjalan mengahampiri Angel.
"Sedikit lagi Tuan," jawab Angel menatap Veri sebentar, kemudian kembali fokus bekerja kembali.
"Wah, hebat sekali secepat itu kamu bisa mengerjakan kerjaanmu? Padahal kamu baru saja bekerja disini," ucap Veri yang kini sudah berada di tempat kerja Angel.
"Kalau boleh jujur, sebenarnya saya pernah kerja sambil kuliah sebagai sekretaris di perusahaan Industri. Makanya, saya sedikit tahu gimana kerjaan sebagai sekretaris," jawab Angel sambil menatap atasannya.
"Oh. Oya, kamu benaran adiknya Aleena?" tanya Veri sambil menatap Angel.
"Ya benaranlah, saya ini adiknya kak Aleena. Emangnya kenapa? Terus Tuan tahu kakak saya?" tanya Angel.
"Tidak apa-apa kok. Tentu saja saya kenal kakakmu, karena Aleena pernah kerja disini juga," jawab Veri.
"Oh begitu ya Tuan. Berarti kakak beradik satu perusahaan bekerja disini hhaahha .... lucu sekali," ucap Angel sambil tertawa renyah.
"Heem. Tapi kakakmu bekerja yang lebih dulu disini," ucap Veri.
"Iya saya tahu Tuan," jawab Angel kembali fokus mengerjakan berkas kerjaannya yang tinggal sedikit lagi.
baguslah kalau ada adik kandungnya Aleena yang bekerja disini. Saya akan memanfaatkan Angel untuk mendekati Aleena dan permainan pun, akan segera di mulai gumam Veri di dalam hati kemudian menyeringai penuh dengan arti.
__ADS_1
Bersambung ....