
Di tempat lain,
'Arrggh .... sial, sudah kuduga kalau ternyata Aleena sudah mengetahui semuanya. Bahkan dia memintaku untuk tidak menemuinya lagi, bagaimana ini? Andai saja saya tidak melakukan tindakan bodoh, mungkin tidak akan seperti ini. Arrgh ... sial.' Veri sambil mempercepat laju mobilnya.
'Sekarang, aku bisa apa? Aleena pasti sangat membenciku. Saya sungguh sangat menyesal. Ternyata kehilanganmu, sangat menyakitkan bagiku. Andai saja kamu memilihku bukan Juna, pasti saya tidak akan melakukan hal itu Aleena. Arrgh .... ' teriak Veri saat mobil yang di kendarainya menabrak seorang wanita.
Arrghh .... teriak seorang wanita saat mobil Veri menabrak dirinya.
Sttitt, suara mobil berhenti mendadak, tepat di depan wanita tersebut.
'Shitt, sial sekali hidupku. Kenapa lagi, harus menabrak seseorang,' gerutu Veri kemudian keluar dari mobilnya.
__ADS_1
"Hey Tuan, kalau mengendarai mobil tuh yang benar!" Bentak seorang wanita cantik dengan pakaian sederhana dan rambutnya di ikat kucir kuda.
"Seharusnya tuh, kamu yang minggir kalau ada mobil yang lewat. Bukannya malah diem di tempat," ucap Veri sambil menatap sinis wanita tersebut.
"Barusan Tuan bilang, kalau saya harus minggir hah? Justru Tuan seharusnya hati-hati dalam mengendarai, sudah tau saya sudah ada di pinggir jalan, tapi kenapa Tuan malah terus mengendarai ke pinggir jalan hah?" ucap wanita tersebut dengan menatap tajam Veri.
Veri pun tidak menjawab perkataan wanita tersebut.Kemudian menatap atas sampai bawah kaki wanita tersebut, lalu berbalik badan dan berjalan menuju mobil miliknya. Namun sayangngnya, langkah Veri terhenti saat wanita tersebut menarik lengan tangan Veri dengan kasar.
"Emangnya kamu mau apa hah? lagian, kamu baik-baik saja kan, tidak ada terluka sama sekali. Jadi tidak ada salahnya, saya kembali lagi ke dalam mobil dan saya mau pulang!" ucap Veri sambil menatap wanita tersebut. "Jadi jangan menghalangiku, dan lepaskan tanganku," gerutu Veri.
"Kamu bilang, kalau aku baik-baik saja hah? Lihatlah, lututku tergores luka nih karena ulah mobil jelekmu," ucap Wanita tersebut sambil memukul dengan keras mobil milik Veri, dan melepaskan tangannya yang tadi menahan lengan Veri.
__ADS_1
"Hey bocah! Kurang ajar sekali ya, malah memukul mobilku hah? Mau kamu apa sih hah?" tanya Veri sambil menatap tajam wanita tersebut.
"Aku mau meminta kamu ganti rugi! Karena telah membuat lututku lecet. Asal kamu tahu ya, saya ini bukan bocah. Saya sudah dewasa, lagi pula saya baru lulus kuliah kok dan bentar lagi aku akan kerja!" ucap Wanita tersebut.
"Lagi pula cuma luka sedikit, jadi ngapain harus minta ganti rugi hah? Ck, pakai ngaku-ngaku baru lulus kuliah segala lagi. Kalau bocah, tetap saja bocah!" Gerutu Veri dan menatap sinis wanita tersebut.
"Ini orang benar-benar menyebalkan sekali ya. Tetap ngatain aku bocah ya! Ini buktinya nih, aku punya sertifikat baru saja lulus kuliah," ucap wanita tersebut sambil mengambil sertifikat dari tas miliknya dan memperlihatkan di depan mata Veri begitu dekat.
"Ck, ini orang so belagu lagi. Tidak sopan sekali kamu ini hah, malah memperlihatkan tepat di depan mataku,"
"Aku sengaja agar kamu bisa lihat jelas, dan tidak ngatain aku lagi bocah!"
__ADS_1
"Sudah awas minggir, saya mau pulang. Berbicara denganmu, membuatku stres!!"