
Aleena dan Juna pun, kini masih dalam perjalanan menuju garut. Dalam masa perjalanan Juna merasa kesal. Bagaimana tidak kesal saat melihat kendaraan delman berhenti sejajar dengan mobilnya lalu kuda tersebut kencing dan mengelurkan kotoran. Mungkin kalau warga yang sudah mengetahui dengan adanya kendaraan delman sudah biasa suka seperti itu. Tetapi bagi Juna itu hal yang sangat menjengkelkan dan merasa jijik.
"Kenapa harus ada kuda sih, di jadikan sebagai mata pencaharian? Padahal masih banyak pekerjaan lain," ucap Juna sambil menatap Aleena.
"Loh, emangnya kenapa kalau mereka bekerja sebagai tukang kusir kuda? Terserah mereka dong, yang penting pekerjaannya halal dan tidak merugikan orang lain."
"Emang iya sih, tidak merugikan orang lain. Tetapi aku enggak suka! Apalagi saat tadi, seekor kuda kencing dan mengeluarkan kotoran di mana saja. Membuatku pingin bunuh tuh kuda," gerutu Juna merasa kesal dengan kejadian tadi.
"Lagian, mana ada seekor kuda kalau mau kencing berbicara dulu sama majikannya. Aneh kamu itu ya, namanya juga hewan, tidak memiliki otak dan tidak bisa berbicara. Jadi sudahlah, ngapain bahas masalah tadi. Oya, berhenti disana," ucap Aleena sambil menunjuk tempat yang di maksud.
Juna pun dengan segera memberhentikan mobilnya ditempat yang Aleena maksud. Juna dan Aleena pun turun dan keluar dari mobil tersebut.
"Oleh-oleh garut, Dodol? Apaan itu Dodol?" tanya Juna sambil menatap istrinya.
"Dodol itu makanan khas Garut. Mau coba enak loh. Ini makanan yang wajib aku temui. Apalagi rasanya manis gitu," jawab Aleena.
__ADS_1
"Benarkah begitu?"
"Iya. Mau coba? Ayo kita masuk ke dalam." Ajak Aleena.
"Boleh juga tuh! Kayaknya enak nih."
Aleena dan Juna pun masuk ke dalam toko tersebut. Saat memasuki toko tersebut, Aleena merasa risih melihat para karyawan dan para pengunjung terus menatap Juna tanpa berkedip sama sekali, bahkan ada sampai meneteskan air liurnya. Bagaimana tidak terpesona dengan kehadiran Juna, yang memiliki wajah blasteran Indo dan Australia. Sehingga Juna memiliki wajah yang sangat tampan, hidungnya yang mancung, alisnya yang rapi serta bibirnya berwarna cerah tebal dan memiliki rahang yang tegas serta body yang profesional. Apalagi banyak yang meminta poto bersama suaminya disana.
"Gimana asyik banget ya, sudah habis berpoto sama wanita-wanita cantik disana. Apalagi sampai saling rangkul segala," ucap Aleena sambil menatap sinis suaminya.
"Siapa yang cemburu hah? Lagian, aku enggak cemburu sama sekali kok. Sudah ah, ayo kita masuk ke dalam mobil. Dan ini bawa makanannya ke dalam mobil." ucap Aleena sambil mengasihkan makanan tersebut ke tangan Juna, lalu berjalan duluan masuk ke dalam mobil.
'Dia bilang tidak cemburu? Lalu kenapa dia marah-marah saat aku sudah selesai berpoto dengan para pengunjung dan karyawan disana. Kenapa tidak mengakuinya saja, kamu itu memang cemburu Aleena.' guman Juna sambil menatap istrinya yang kini sudah masuk ke dalam mobil.
Juna pun, berjalan menuju mobil miliknya dengan membawa beberapa makanan yang istrinya tadi berbelanja disana. Di jalan pun, banyak wanita yang rela membantu membawakan makanan tersebut. Tetapi Juna menolak dengan lembut.
__ADS_1
"Ternyata disini orangnya ramah-ramah ya. Dan pada cantik- cantik orangya," ucap Juna saat sudah sampai di dalam mobil.
"Tetapi tidak secantik diriku. Diriku jauh lebih cantik dari pada mereka," ucap Aleena menyombongkan diri.
"Kalau di bandingin sama kamu, ya pasti mereka kalah. Kamu adalah mahluk tuhan yang sangat beruntung memiliki tubuh yang hampir sempurna. Makanya, aku sangat beruntung memilikimu sayang," Juna sambil mencium lembut tangan istrinya.
Aleena pun kini menjadi salah tingkah. Dan pipi nya merah merona karena malu.
"Sudahlah, jangan lebay memujiku."
"Ya ampun, istriku bilang kalau aku lebay? Dasar aneh sekali punya istri. Dan kamu sangat mengemaskan sekali karena tingkahmu," Juna sambil mencubit pipi Aleena.
"Juna .... sakit tahu!" Pekik Aleena sambil mengusap pipinya dan menatap sebal Juna.
"Maaf sayang. Habisnya kamu menggemaskan sekali hehe." Ucap Juna kemudian menjalankan mobilnya menuju kediaman rumah orangtua Aleena.
__ADS_1