
"Maksud kamu, apa bilang begitu hah?" Tanya Juna sambil mencengkram kerah baju milik Veri.
"Emang benarkan kamu itu bajingan Juna!" Gerutu Veri.
Tiba tiba satu pukulan pun mendarat mengenai bibir bawah Veri.
Bugghk.... satu pukulan tepat mengenai bibir bawah Veri sehingga mengeluarkan sedikit darah.
"Kenapa, kamu tidak terima iya hah? Lagian memang begitu kan kenyataannya. Dulu kamu menghina dan mempermalukan Aleena karena dia culun dan norakkan? Tapi kenapa saat dia berubah menjadi beatiful girl, kamu malah mendekati kembali bahkan so baiklah. Dan asal kamu tahu Juna prakasa, kalau dulu tidak ada saya menolong Aleena mungkin dia sudah mati bunuh diri." Ucap Veri sambil sekilas menatap Aleena.
"Apa, Mati bunuh diri?" Tanya Juna merasa terkejut dengan ucapan Veri, lalu melepaskan cengkramannya.
"Iya. Perlakuanmu dulu dengan kekasihmu membuat Aleena begitu frustasi, bahkan Aleena berencana mengakhiri hidupnya karena merasa begitu tidak berguna didunia ini." Veri sambil mengingat kembali saat pertama bertemu dengan Aleena.
Kemudian Juna pun hanya diam saja, tanpa membalas perkataan Veri. Dan Juna pun menyadari, kenapa alasan Aleena sangat membenci dirinya.
"Ya sudah Tuan, mari kita pergi." Ajak Aleena.
"Iya Na." Jawab Very.
Aleena dan Veri pun, kemudian berjalan menuju mobil milik Veri. Dan meninggalkan Juna yang kini hanya diam berdiri di tempat.
"Juna." Panggil Jamal, menyadarkan Juna.
"Eh iya Mal?" Tanya Juna.
__ADS_1
"Kenapa kamu malah bengong. Kamu mau ikut tidak, pergi ke puncak?" Tanya Jamal.
"Iya Mal." Jawab Juna.
Kemudian Juna dan Jamal pun berjalan menuju mobil milik Juna. Kini mereka pun sudah memasuki mobil semuanya. Lalu dengan segera mereka pun pergi meninggalkan cafe tersebut dan berjalan menuju ke puncak.
"Maaf Tuan gara gara saya, bibir Tuan jadi kena pukulan sama Tuan Juna." Ucap Aleena sambil mengusap bibir milik Veri dengan handuk kecil.
"Aww, pelan pelan Na sakit." ringis Veri sambil menatap Aleena lalu kembali menjalankan mobilnya.
"Maaf Tuan. Lagain ngapain sih Tuan harus membela saya tadi, jadi kan Tuan kena pukulan. Lagian benar benar Tuan Juna kejam banget ya." Gerutu Aleena sambil mengobati luka bibir Veri dengan sedikit memakai betadine.
"Habisnya saya tidak rela bila melihat seorang wanita diperlakukan kasar oleh seorang pria. Apalagi saya memiliki seorang adik perempuan, dan bisa dibayangkan jika itu adik perempuan saya diperlakukan seperti itu. Lagian begitulah seorang Juna prakasa, dia akan melakukan apapun demi apa yang dia mau." Ucap Veri.
"Oh begitu ya Tuan." Aleena sambil menatap Veri.
"Iya Tuan, terima kasih." Jawab Aleena.
"Iya Na, dan saya pun berterima kasih sama kamu karena mau mengobatiku." Ucap Veri.
Lalu Aleena pun hanya tersenyum dan menganggukan kepala.
Satu jam sudah kini mereka sampai di puncak bukit bogor. Lalu semuanya keluar dari mobil tersebut ketika sudah sampai dipuncak.
"Wah, indah sekali pemandangannya." Ucap Aleena saat keluar dari mobil dan menatap pemandangan yang berada dipuncak tersebut.
__ADS_1
"Apakah kamu suka dengan pemandangan seperti ini?" Tanya Veri.
"Tentu saja Tuan. Kayaknya lebih seru kalau lihat pemandangan diatas bukit tebing puncak Tuan." Ucap Aleena.
"Pastinya Na. Ya sudah, ayo kita kesana," ucap Veri sambil menatap Aleena.
"Iya Tuan." Jawab Aleena.
Lalu Veri dan Aleena pun, berjalan menuju keatas tebing untuk melihat pemandangan yang lebih bagus lagi.
"Kalian mau keman?" Tanya Vir.
"Mau ke atas tebing, ayo kita kesana." Ajak Veri.
"Baiklah." Jawab Vir.
Kemudian yang lain pun mengikuti langkah Veri menuju bukit tebing yang berada dipuncak tersebut. Juna pun merasa kesal serta merasa terbakar cemburu saat melihat Veri dan Aleena berjalan saling bercanda satu sama lain, serta saling mengulurkan tangan saat menepi tebing yang menanjak keatas.
ck, menyebalkan sekali mereka. Apa maksud mereka seperti itu? Apakah mereka sengaja biar membuatku cemburu? Sungguh terlalu tahu enggak, Aleena lihat saja sebentar lagi kamu akan menjadi milikku batin Juna sambil menatap kesal kebersamaan Veri dan Aleena. Dan tanpa disengaja melemparkan botol minumnya dengan asal, sehingga mengenai kepala Riki.
"Juna...." teriak Riki sambil menatap Juna.
Bersambung....
💓💓💓
__ADS_1
Jangan lupa ya kakak semuanya, tinggalkan jejak disini ya. Dan terima kasih yang sudah mampir🙏😍