Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)

Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)
53. Terciduk.


__ADS_3

"Aleena?"


"Andrew?" ucap Aleena dan Andrew bersamaan.


"Apa kabar Na? Sudah lama kita tidak ketemu lagi," ucap Andrew sambil menatap Aleena.


"Baik kok Ndrew, ya Ndrew." jawab Aleena sambil tersenyum.


"Syukurlah kalau begitu. Tapi ... apakah serius ini Aleena, kan?" Tanya Andrew.


"Ya tentu saja ini saya, Aleena Santika. Yang dulu kamu kenal, si gadis culun dan norak itu," gerutu Aleena.


"Siapa suruh, dulu kamu berpenampilan seperti itu hah? Tapi sekarang kamu cantik banget Na," puji Andrew.


"Ya karena dulu, saya masih polos. Seriusan nih, saya cantik nih?" tanya Aleena.


"Cantik banget Aleena sayang," ucap Andrew.


"Apaan sih, pakai sayang-sayangan segala. Emangnya saya, pacar kamu apa hah," gerutu Aleena.


"Iss ternyata sifat bar-barnya masih ada juga ya, tidak pernah berubah. Sangat di sayangkan nih, cantik-cantik kok galak benar," ejek Andrew.


"Masa bodoh! Eh iya, kamu lagi ngapain disini?" tanya Aleena.


"Habis ada rapat, tentang kerja sama dengan pemilik perusahaan ini. Lagian kakakku lagi sakit, jadi terpaksa saya yang harus gantiin dia," jawab Andrew.

__ADS_1


"Oh." Jawab Aleena singkat.


"Iya. Kamu tahu, tidak? Kakakku pernah bilang, kalau dia masih sayang sama kamu. Dia juga bilang, sangat senang bisa melihatmu kembali saat di vila bogor. Ya walaupun tidak sengaja ketemu sama kamu, karena dia menolong kamu waktu itu. Dia juga bilang berharap kamu bisa kembali lagi bersatu dengan kakakku," ucap Andrew.


"Sudahlah Ndrew. Itu kan, masa lalu saya dengan kakakmu. Bilang sama kakakmu, jangan terlalu mengharapkan saya lagi. Semoga saja, kakakmu bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih baik lagi dari saya," ucap Aleena sambil tersenyum kepada Andrew.


"Oke, nanti saya akan katakan semuanya kepada kakakku. Oya, kamu lagi ngapain disini Na?" tanya Andrew.


"Saya disini lagi-"


"Maaf Nona, saya di suruh sama Tuan Juna, dia bilang  katanya Nona secepatnya harus segera ke ruangannya," ucap Bey.


"Oke, baiklah kalau begitu," jawab Aleena sambil menatap Bey. "ya sudah, kalau begitu saya permisi dulu Ndrew," ucap Aleena.


"Iya silahkan Na." Jawab Andrew.


'Mungkin kamu belum tahu alasan kakakku mengapa mencampakanmu, Aleena. Saya berharap, bila nanti kamu tahu alasannya. Semoga kamu dan kakakku, bisa bersatu kembali,' gumam bey dalam hati sambil tersenyum, serta menatap Aleena yang kini sudah menjauh.


****


Aleena pun, kini sudah sampai di ruangan suaminya. Kemudian duduk di sofa sambil menyilangkan satu kakinya. Lalu Juna pun, beranjak dari kursi kekuasaanya dan berjalan menghampiri wanita cantik yang kini sedang duduk di sofa. Lebih tepatnya lagi wanita tersebut adalah istrinya yaitu Aleena.


"Aleena, kenapa kamu lama sekali datang kesini? Kamu tahu tidak, saya memintamu datang kesini cuma dalam lima belas menit. Nah, sekarang kamu tahu kan, ini sudah melibihi. Maka kamu harus saya hukum," ucap Juna sambil berjalan menghampiri istrinya.


"Lagian, kamu mau ngapain hah, menyuruh saya kesini? Emang kamu pikir, dalam waktu 15 menit bisa sampai kesini apa? Tadi di jalanan macet, terus ketemu sama teman saya dan ngobrol dulu dengan teman saya tadi." Ucap Aleena sambil menatap Juna yang kini terus menghampirinya.

__ADS_1


"Saya tidak mau tahu, Aleena. Pokoknya, kamu harus saya kasih hukuman," ucap Juna yang kini terus menghampiri Aleena, sehingga wajah mereka saling berdekatan, hidung mereka saling bersentuhan serta mata hitam mereka saling bertatapan.


Deg. Jantung Aleena pun berdetak begitu cepat. Saat Aleena, menatap mata hitam milik suaminya. Perasaan Aleena pun, kini menjadi tidak menentu. Entahlah, perasaan apa yang dirasakannya.


"Iss ... kamu itu, apa-apaan sih? Main hukum segala. Lagian kan, saya tidak tahu bakal seperti ini keadaanya," gerutu Aleena sambil mendorong dada bidang suaminya dengan kasar, agar suaminya menjauh.


"Kamu itu benar-benar ya Aleena, malah mendorong suamimu dengan kasar," ucap Juna sambil menatap istrinya dengan kesal.


"Siapa suruh mendekati saya hah? Kamu mendekati saya, membuatku sesak tahu tidak," gerutu Aleena.


"Yang benar saja kamu itu kalau bicara Aleena, masa iya saya mendekati dirimu membuatmu sesak. Sungguh tidak masuk akal sekali," gerutu Juna sambil menatap tajam Aleena dan merasa kesal dengan ucapan istrinya.


"La-lagian emang benar kok, kenyataannya memang begitu." jawab Aleena dengan gugup karena suaminya menatap dirinya dengan tajam.


"Sudahlah Aleena, saya tidak mau berdebat terus sama kamu! Apa  yang sudah kamu lakukan, tadi di perusahaan PT. Alaska group?" tanya Juna dengan datar.


Deg. Seketika mata Aleena pun membulat. Aleena pun terkejut dengan pertanyaan Juna. Bagaimana bisa, Juna mengetahui jika dirinya tadi berkunjung ke perusahaan PT. Alaska group.


"Ka-kata siapa? Enggak kok, saya tidak berkunjung ke perusahaan Tuan Veri," bohong Aleena.


"Aleena, kamu itu jangan berbohong! Apa salahnya sih, kamu jujur hah? Saya ini suamimu, Aleena. Kamu itu seharusnya hargai saya. Saya tidak permasalahkan kamu mau pergi kemana juga. Asalkan, kamu meminta izin dulu sama saya. Kamu pasti bisa kan, seperti itu?" ucap Juna sambil menatap Aleena.


"Maaf," ucap Aleena sambil menundukan kepalanya dan ada perasaan bersalah terhadap suaminya.


"Sekarang kamu katakan, sebenarnya ada perlu apa sampai datang ke perusahaan Veri hah?" tanya Juna sambil menatap Aleena yang kini masih menundukan kepalanya.

__ADS_1


"Sebenarnya saya ingin bilang sama Tuan Veri, kenapa bisa dia sampai berbuat-" ucapan Aleena terputus saat ada seorang wanita cantik dengan berpakaian seksi, yang datang tiba- tiba memeluk Juna dari belakang.


"Juna .... " ucap seseorang langsung memeluk Juna dari belakang.


__ADS_2