Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)

Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)
58. Veri minta maaf


__ADS_3

"Ya dulu saya berpikir seperti itu, ingin menjadikanmu sebagai suamiku. Karena bagiku kamu itu Pria Idaman, karena mempunyai sifat suka menolong dan tidak sombong. Tetapi sayangnya mungkin itu hanya palsu. Saya sangat  beruntung tidak memilih kamu sebagai suamiku, dan saya sangat berterima kasih sama Juna karena dia telah menyadarkanku Siapa dirimu sebenarnya," Aleena sambil menatap sinis Veri.


" Lagian apa yang dikatakan kamu itu tidak benar, Aleena. Saya benar-benar memang tulus membantu dan


menolongmu Aleena. Tadi kamu bilang kalau Juna telah menyadarkanmu? Lagian kenapa kamu harus percaya sama si Juna brengsek itu. Saya yakin kalau si Juna hanya ingin mengadu dombakan dan menjelek-jelekan saya, supaya kamu membenciku Aleena," ucap Veri mencoba menyakinkan Aleena.


"Terus saya harus percaya gitu sama ucapanmu hah? Tidak, Veri!" Aleena sambil menatap tajam Veri.


"Aleena, kamu itu kenapa sih hah, lebih percaya sama si Juna dari pada saya hah? Kamu itu harus inget Aleena, kalau si Juna telah merebut kesucianmu! Pria macam apaan dia hah? Kamu dengan mudahnya memaafkan si Juna, tetapi kenapa kamu tidak mau memaafkanku? Kenapa Aleena!


"Lagian, apa yang dikatakan kamu itu tidak benar Veri. Kalau Juna, tidak merebut kesucianku," ucap Aleena lirih.


"Jangan bilang kalau kamu sudah mulai jatuh cinta sama suamimu, terus kamu membelanya. Ck, yang benar saja Aleena, kamu membela pria brengsek itu," ucap Veri sambil tersenyum sinis.


"Asal kamu tahu ya, sebenarnya Juna sengaja melakukan itu cuma pura-pura agar kamu tidak bisa memilikiku," ucap Aleena.


"Maksud kamu?" Veri sambil mengerutkan keningnya karena tidak mengerti. "Emangnya, kamu tahu dari mana kalau Juna tidak melakukan apa-apa hah?" tanya Veri.

__ADS_1


"Karena saya dan Juna, sudah melakukan layaknya kewajiban seorang suami istri! Kamu tahu tidak? Ternyata malam pertamaku, malam dimana saya kehilangan keperawanaku dan kamu tahu, kalau saya dan Juna sama-sama menikmatinya," ucap Aleena sambil tersenyum miring.


Deg. Jantung Veri pun, tiba-tiba berdetak lemah. Ada rasa sesak di dada dan sakit di hatinya. Bagaimana bisa, Juna berbohong dan mengatakan telah merebut kesucian Aleena. Andai saja, Veri tidak melakukan tindakan bodoh yang dilakukannya, mungkin Aleena sudah menjadi miliknya.


"Aleena-"


"Sudahlah Ver, mau bicara apa lagi hah? Semuanya sudah jelas. Lagian, mulai dari sekarang saya tidak akan percaya lagi sama kamu. Saya berharap, kamu jangan menemui saya lagi. Karena dengan kehadiranmu, membuatku sangat sakit hati jika mengingat apa yang sudah kamu lakukan kepadaku," ucap Aleena memotong pembicaraan Veri dan mencoba menahan air matanya yang akan terjatuh.


"Aleena, Saya mohon sama kamu dengarkan-"


"Baiklah, sekarang juga saya akan pergi dari sini Aleena. Saya berharap, kamu mau memaafkanku  Aleena. Karena kejadian itu, saya benar-benar khilaf," ucap Veri sambil berlalu pergi dari hadapan Aleena.


Tiba-tiba airmata Aleena terjatuh dan membasahi pipinya. Aleena pun tidak pernah menyangka, seseorang yang kini berarti dalam hidupnya, tega melakukan semua ini.


Juna yang sudah selesai dari toilet pun, merasa khawatir terhadap istrinya yang tiba-tiba menangis begitu saja.


"Aleena, kamu kenapa?" tanya Juna merasa cemas, takut ada seseorang menyakitinya.

__ADS_1


"Tidak kenapa-napa kok," jawab Aleena.


"Kamu jangan bohong, Aleena. Mana mungkin kamu baik-baik saja, tapi kok nangis. Apakah ada orang yang menyakitimu?" tanya Juna sambil menatap Aleena.


Aleena pun tiba-tiba memeluk Juna. Serta kembali meneteskan airmatanya.


"Coba ceritakan sama saya, kamu kenapa Aleena? Apakah ada orang yang telah menyakitimu?" tanya Juna sambil membalas pelukan Aleena.


Bersambung...


yuk mampir dijamin bikin baper dan seru.


Napen: Bhebz


Judul karya: Gadis Pemimpi


__ADS_1


__ADS_2