Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)

Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)
76. Awal yang bagus.


__ADS_3

"Tuan ..." panggil Angel sambil menyadarkan Veri dari lamunannya.


"Eh iya, ada apa Angel?" tanya Veri sambil menatap Angel.


"Ini berkas-berkasnya sudah beres Tuan," jawab Angel sambil menyodorkan berkas tersebut.


"Oh. Okey, terima kasih," jawab Veri lalu mengambil berkasnya dari tangan Angel.


"Oya Tuan, tadi kenapa Tuan melamun?" tanya Angel dengan berani.


"Emm ... siapa bilang saya melamun? lagi pula, saya tidak melamun kok," jawab Veri.


"Oh, kirain saya Tuan melamun memikirkan seseorang hehe," ucap Angel cengengesan.


"So tahu kamu itu ya."


Treng, Treng .... Bell pun berbunyi saatnya seluruh para karyawan untuk beristrihat dan makan siang.


"Oya, kita makan siang di luar yuk?" Ajak Veri saat buku berkasnya sudah disimpan di tempat kerjanya lalu menatap Angel.


"Ma-makan siang di luar?" Angel mengulangi perkataan Veri dengan gugup.


Angel merasa terkejut saat mendengar ajakan dari Veri. Bagaimana tidak, Angel baru saja bekerja di kantornya dan baru kenal dengan atasannya tetapi Veri sudah mengajaknya makan diluar, pasti sangat terkejutkan bagi Angel.


"Iya makan di luar, gimana? Kalau enggak mau, ya sudah enggak apa-apa," ucap Veri sambil menggidikan bahunya.

__ADS_1


"Tentu saja, saya mau Tuan!" ucap Angel dengan semangat.


"Ya sudah ayo," ajak Veri sambil berjalan menghampiri Angel.


"Baik Tuan," Angel pun beranjak dari tempat kerjanya.


'Awal yang bagus! Saya akan membuat Angel jatuh cinta terhadapku, lalu akan dengan mudah saya mendapatkan Aleena. Maafkan adik iparku, saya lakukan ini,' guman Veri di dalam hati kemudian menyeringai tipis.


Angel dan Veri pun pergi dari ruangan kerjanya, lalu berjalan menuju parkiran mobil.


"Ayo kita masuk ke dalam," ajak Veri sambil membuka pintunya.


"Iya Tuan terima kasih." ucap Angel sambil menundukan kepalanya karena malu dan merasa dirinya di istimewakan. Kemudian masuk ke dalam mobil tersebut. Dan Veri pun dengan segera masuk ke dalam mobil tersebut.


"Sudah siap?" tanya Veri sambil menatap Angel.


"Ya sudah, let's go." ucap Veri sambil menjalankan mobilnya dan pergi menuju restoran yang dituju.





__ADS_1




Di tempat lain,


"Ayo Nak Juna, kita makan siang dulu," Ajak Bu Sofi terhadap menantunya.


"Baik Bu," jawab Juna yang kini berada diruangan tamu sedang duduk sambil memantau hasil pekerjaan kantornya yang dikasil oleh Ben asisten kerjanya yang dikirim lewat file komputer.


Juna pun berjalan menuju meja makan lalu menatap istrinya, Juna pun terkejut saat melihat istrinya ada tepung dan bumbu yang menempel di wajahnya dan di baju.


Humpsst ... Juna mencoba menahan tawanya.


"Aku tahu, kamu menertawakan aku kan hem?" tanya Aleena sambil menatap suaminya.


"Ka-kata siapa, enggak kok," ucap Juna.


"Kamu pikir, aku enggak tahu apa. Sok bohong lagi," gerutu Aleena sambil menatap sinis Juna.


Hahhah ... "Sorry sayang!" Juna melepaskan tawanya karena tidak kuat harus menahannya. "Lagian, kenapa bisa  sampai begini? Jadi jelek tahu," ucap Juna sambil mengambil tisu yang ada di meja makan, kemudian mengusapkan tisu tersebut ke wajah istrinya untuk membersihkan noda yang ada di wajah istrinya.


"Aduh, kalian meni romantis pisan. Wah, anakku benar-benar hebat deh memilih suami yang romantis, kaya, baik dan tampan," ucap Bu Sofi.


"Romantis apaan Bu? Biasa saja kali Bu ah, Ibu mah lebay," ucap Aleena.

__ADS_1


"Ini anak kurang ajar banget dan enggak sopan, bilang sama Ibu lebay lagi," gerutu Bu Sofi sambil mencangkulkan kedua tanggannya ke pinggangnya.


__ADS_2