
"Tuan, tunggu!" ucap wanita tersebut sambil menahan lengan tangan Veri kembali.
"Apalagi sih hah? Lepaskan tanganku!" ucap Veri sambil menatap tajam wanita tersebut. Dengan segera wanita tersebut melepaskan tangannya yang menahan lengan tangan Veri.
"Aku cuma mau bilang, minta ganti rugi! Sini mana uangnya?" ucap Wanita tersebut sambil mengangkat satu tangannya dan mengerakannya tanda untuk meminta uang.
"Ck, dasar ini bocah," gerutu Veri sambil mengambil uang 200ribu dari dompetnya dan memberikan uang tersebut kepada wanita tersebut.
"Namaku Angel, Tuan! Jangan panggil bocah mulu. Lagian, mana cukup uang segini Tuan. Tambahin lagi dong Tuan," ucap Angel sambil menatap Veri.
"Lagian, itu cuma lecet doang. Uang segitu juga sudah cukup tuh," ucap Veri.
"Enggak bakalan cukup Tuan! Pokoknya, aku minta tambahain lagi uangnya!"
"Ck, ini bocah benar-benar ya maksa banget." Veri sambil menatap tajam Angel, lalu mengambil uang 800ribu lagi. "Nih, aku tambahin jadi total semuanya satu juta!" Veri sambil memberikan uang tersebut ke tangan Angel.
"Nah gitu dong, makasih Tuan uangnya," ucap Angel sambil tersenyum.
"Lagian saya memberi uang tersebut, karena kamu yang memaksa terus. Dasar bocah mata duitan!" gerutu Veri sambil menatap kesal Angel.
"Namaku Angel, Tuan! Di bilangin, masih saja panggil bocah," gerutu Angel.
__ADS_1
"Sudah di kasih uang, protes mulu. Di panggil bocah, tidak terima. Sudah ah, pusing berurusan dengan orang tidak waras," ucap Veri sambil berlalu pergi dari hadapan Angel, dan berjalan menuju mobil miliknya.
"Aku ini waras orangnya Tuan. Enak saja diriku di katain tidak waras. Dasar orang kaya yang sangat sombong dan belagu," gerutu Angel sambil menatap Veri yang kini sedang masuk ke dalam mobil.
'Apes banget hidupku! Baru kali ini, ketemu wanita yang tidak waras. Mana maksa banget lagi meminta uang.' gerutu Veri pada diri sendiri. Setelah semuanya sudah siap, dengan segera Veri pun menjalankan mobilnya.
'Akhirnya, dia sudah pergi tuh. Lagian, luka pada lututku ini bukan karena ulah mobilnya hahaha. Lumayanlah bisa bohongin itu orang, dan lumayan juga dapat uang satu juta. Oya, Aku harus segera pergi dari disini dan mencari lagi alamat rumah kakakku.' Ucap Angel sambil berjalan menuju angkutan umum yang berhenti tepat di hadapannya .
'Semoga saja sekarang langsung ketemu sama kakakku. Aku yakin nih, dengan naik bus ini pasti langsung nih menuju alamat kakakku. Hoam ... ngantuk sekali nih, mending aku tidur saja bentar ah.' Ucap Angel pada diri sendiri dan kemudian memejamkan matanya karena mengantuk dan menyandarkan kepalanya ke kursi.
.
.
Aleena pun terbangun dari tadi tidurnya. Kemudian melihat ke samping, menatap suaminya yang masih nyenyak tertidur. Aleena hanya tersenyum dan menggelengkan kepala saat menginggat kejadian pergumulan panas mereka. Juna melakukannya bukan satu atau dua kali, tetapi lebih. Sehingga membuat mereka kelelahan dan tertidur.
Aleena pun menatap suaminya lebih dekat lagi, lalu mengusap lembut wajah suaminya. Tiba-tiba Aleena merasa terpukau dengan ketampanan suaminya. Bagaimana tidak? hidung yang mancung, bentuk wajahnya yang tegas dengan rahang yang kokoh serta bibir yang tebal dan alis mata yang rapi membuat siapapun yang melihatnya pasti akan terpukau, apalagi suaminya memiliki kulit yang putih.
'Ternyata kamu tampan juga. Saya tidak menyangka akan memiliki suami sepertimu,' ucap Aleena pada diri sendiri lalu tersenyum dan mengusap lembut wajah suaminya.
"Kenapa baru sadar ya? kalau saya memang sangat tampan." ucap Juna tiba-tiba membuka kan, matanya. Kemudian menarik istrinya sehingga Aleena berada di atas tubuhnya. Aleena pun merasa terkejut dan merasa malu karena sudah ketahuan oleh suaminya. Apalagi tubuh mereka sama-sama masih dalam keadaan polos tanpa sehelai benang.
__ADS_1
"Iss so ke ge'eran sekali dirimu ini. Memangnya siapa yang bilang kalau kamu tampan hah?" tanya Aleena sambil menatap suaminya.
"Kamu pikir, saya tuli apa hah? Jelas-jelas memang saya dengar, kamu mengatakan kalau saya ini tampan dan kamu sangat beruntung kan memiliku?" ucap Juna dengan pedenya, dan sambil menaikan dua alisnya. "Saya juga sangat beruntung memilikimu, Aleena. Wanita pintar, cerdas dan juga sangat cantik," ucap Juna sambil mendekatkan wajahnya dengan wajah istrinya sehingga hidung mereka saling bersentuhan.
Aleena pun kini menjadi salah tingkah dan pipinya merah merona karena malu atas pujian suaminya.
"Sudahlah, jangan lebay kalau bicara. Lepaskan tanganmu, saya mau mandi gerah sekali nih," ucap Aleena sambil menatap suaminya.
"Bukannya kita mau melakukan sekali lagi, biar cepat dapat baby junior," bisik Juna ke telinga istrinya.
"A-apa?" Aleena merasa terkejut mendengar ucapan suaminya. "Sudahlah saya lelah sekali tahu, tadi saja kamu sudah berapa kali melakukannya. Jadi biarkanlah, sekarang saya mau mandi dan-"
Cup. Juna pun mencium lembut bib*ir mungil istrinya\, lalu melepaskan ciu*mannya.
"Ya sudah sana, mandi. Tubuhmu lengket sekali," ucap Juna sambil melepaskan tangannya yang menahan tubuh Aleena.
"Iss menyebalkan sekali dirimu. Lagi pula, tubuhku menjadi lengket seperti ini karena ulahmu tahu." gerutu Aleena sambil menyunggingkan bibir atasnya, kemudian mencubit pinggang Juna dan langsung berlari menuju bathroom dengan keadaan tubuh polosnya.
"Aleena .... ! dasar punya istri bar-bar sekali." ucap Juna sambil mengusap pinggangnya yang sakit, lalu tersenyum karena tingkah istrinya yang begitu lucu.
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan kasih like dan komentar sebagai dukungannya, biar semangat upnya.
__ADS_1
saya ucapkan terima kasih yang sudah mampir ke karyaku