Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)

Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)
50. Siapa pelaku dibalik Cctv?


__ADS_3

Hotel Santika


Mobil yang di tumpangi Aleena pun, kini sudah sampai disebuah hotel. Dimana hotel tersebut, Aleena dan Juna berada dalam satu kamar dengan keadaan tubuh mereka polos satu sama lain tanpa sehelai benang pun. Kemudian Aleena pun keluar dari mobil tersebut, setelah pak Amir memarkirkan mobilnya di pakiran.


'Hotel Santika? Bagus juga namanya. Sama kayak kepanjangan namaku. Jangan-jangan, ini hotel punya aku lagi? Habisnya sama sih, pakai Santika segala.' Aleena berbicara pada diri sendiri, matanya sambil menatap lingkungan yang ada diluar hotel tersebut dengan pepohonan hijau dan asri.


Kemudian, Aleena pun berjalan menuju hotel tersebut. Setelah sampai di di depan pintu, dengan segera Aleena masuk ke dalam hotel.


"Maaf permisi Nona, Mau kemana ya?" tanya seorang satpam, saat melihat Aleena terus berjalan menuju ruangan yang Aleena cari.


"Saya mau ke ruangan cctv yang berada di hotel ini pak," jawab Aleena.


"Maaf Nona, tidak bisa. Ruangan cctv, hanya bisa dimasuki oleh orang-orang tertentu," ucap pak Satpam.


"Ayolah pak, saya mohon pak." Aleena sambil mengatupkan kedua tangannya, memohon agar satpam tersebut mengizinkannya.


Kemudian, satpam tersebut hanya diam saja tanpa menjawab perkataan Aleena. serta menatap Aleena, dengan tatapan yang susah diartikan.


"Gimana, jadi bolehkan Pak?" tanya Aleena sekali lagi.


"Tidak boleh!" Satpam tersebut sambil menggelengkan kepalanya.


"Ya, Pak ... sangat di sayangkan loh, bila Bapak menolak permintaanku. Tadinya, saya mau kasih uang Bapak sebesar lima juta bila mengizinkan saya masuk ke dalam ruangan Cctv," ucap Aleena.


"Lima juta? Tapi yang benar saja Non, mau kasih uang sebesar itu." Pak Komar merasa tidak percaya.


"Ya ampun, Pak Satpam ini tidak percaya sama saya hah?" Aleena sambil membuka tas nya, lalu mengambil dompet dan mengambil uang tersebut di dalam dompet.


Pak Komar pun, yang awalnya merasa tidak percaya dengan ucapan Aleena, kini menjadi bungkam dan merasa tergiur dengan tawaran Aleena.


"Gimana, mau tidak Pak ini uangnya ... " tanya Aleena sambil memperlihatkan uangnya tepat di depan mata pak Amir.

__ADS_1


"Gimana ya Non ... kalau nolak, sangat disayangkan. Tapi kalau dikasih izin-" ucapan pak Amir terputus saat Aleena memotong pembicaraannya.


"Sudahlah Pak, ambil saja. Kan, sangat disayangkan ini uang sebesar lima juta loh Pak," ucap Aleena memotong pembicaraan pak Amir.


"Emmzz ... baiklah Non, kalau begitu saya ambil uangnya ya," ucap pak Komar sambil mengambil uang tersebut dari tangan Aleena.


"Heem ... " jawab Aleena.


"Ya sudah Non, mari saya antar keruangan Cctv," ucap pak Komar


"Baikah, pak."


Kemudian Aleena dan pak Komar pun, berjalan menuju ruangan Cctv.


"Ya sudah Non, ayo kita masuk." Ajak pak Komar saat sudah sampai di ruangan Cctv. Lalu Aleena dan pak Amir pun masuk ke dalam ruangan Cctv.


"Pak kenapa sepi tempatnya? Terus yang bertugas jagain Cctv, kemana?" tanya Aleena dengan beberapa pertanyaan.


"Dia lagi cuti Non kerjanya. Makanya saya tadi menolak Non, masuk ke dalam Cctv karena tidak ada yang bertugas disini," jawab pak Komar.


"Lagian, Non mau mengecek apaan sih?" tanya pak Komar.


"Sudahlah Pak, jangan banyak tanya. Ini urusan pribadi saya Pak." Aleena sambil membuka laptop milik Hotel Santika. Kemudian Aleena pun, segera mengecek dan mencari video saat dirinya dan Juna terjerat dalam kejadian malam itu.


Saat Video sudah ditemukan, betapa terkejutnya Aleena ketika mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


'Tidak mungkin, ini tidak mungkin! Dia orangnya selalu baik kepadaku, dia juga orangnya selalu banyak menolongku. Tetapi kenapa, dia jahat banget sampai melakukan ini terhadapku? Apa salahku terhadap dia? Kenapa kamu tega melakukan ini.' Ucap Aleena pada diri sendiri sambil menggelengkan kepala, merasa tidak percaya. Tiba-tiba airmatanya menetesi pipinya.


"Nona, baik-baik sajakan?" Tanya pak Komar merasa khawatir, melihat Aleena yang tiba-tiba menangis begitu saja.


"Iya pak, saya baik-baik saja kok," jawab Aleena.

__ADS_1


"Masa sih Non, baik-baik saja tapi menangis," ucap pak Komar.


"Saya terharu saja, saat melihat orang yang sudah menolongku dari orang-orang jahat," ucap Aleena sambil menatap pak Komar.


"Emangnya, waktu Non datang kesini ada orang jahat yang mengikuti Non gitu?" tanya pak Komar.


"Iya pak." jawab Aleena.


"Ya ampun Non, kenapa saya sampai tidak tahu ya Non. Maaf ya Non, jika pelayanan disini membuat Nona kecewa," ucap pak Komar merasa bersalah.


"Iya, tidak apa- apa kok pak. Oya pak, karena sudah selesai, saya mau pamit pulang dulu Pak."


"Iya silahkan Non. Hati-hati di jalannya Non," ucap pak Komar.


Kemudian, Aleena pun pergi meninggalkan pak Komar di ruangan Cctv. Lalu berjalan, menuju parkiran mobil, dimana pak Amir sedang menunggu dirinya di parkiran mobil.


Saat mengetahui, kejadiannya yang sebenarnya. Ada rasa kecewa dan merasa tidak rela bila memang dia melakukan semua itu. Bagaimana tidak, seseorang yang selalu menolong Aleena ketika dalam kesusahan dan selalu membantu Aleena, ketika Aleena dalam ada permasalahan.


'Kenapa ini bisa kayak gini? Aku benar-benar sangat kecewa dengan dia, yang sudah melakukan itu terhadapku. Lagian kenapa sih, harus terjerat antara dua pria yang dari dulu bersahabatan dari kecil. Kenapa juga ini bisa seperti ini?' Aleena merasa pusing, dengan kehidupan yang sekarang di jalaninya.


Saat Aleena sudah sampai diparkiran mobil, dengan segera Aleena pun masuk ke dalam mobil.


"Non, apakah sudah siap?" tanya pak Amir saat melihat majikannya sudah masuk ke dalam mobil.


"Sudah kok Pak." jawab Aleena.


Kemudian pak Amir pun, dengan segera menjalankan mobilnya.


"Oya pak, kita pergi dulu ke perusahaan PT. Alaska group," ucap Aleena.


"Baik Non," jawab pak Amir.

__ADS_1


Kemudian pak Amir pun, dengan segera menjalankan mobilnya menuju perusahaan yang di maksud Aleena.


*** jangan lupa kasih like dan komenannya kak, sebagai dukungannya nih. Saya ucapkan terima kasih ya sudah mampir ke karyaku🙏


__ADS_2