Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)

Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)
69. Adu mulut


__ADS_3

Aleena dan Juna pun, kini sudah sampai di halaman rumah kedua orangtua Aleena. Dengan segera Aleena dan Juna pun keluar dari mobilnya dan berjalan menuju rumah yang di desain sederhana, di halaman depannya dihiasi berbagai macam bunga dan pepohon hijau sehingga terlihat seger dan indah.


Tok, Tok, Tok .... "Bu, Pak .... Aleena pulang." panggil Aleena sambil mengetuk pintu.


'Kemana mereka? Kenapa tidak menjawab panggilanku,' gumam Aleena kemudian memegang gagang pintu.


"Mana aku tahu! Kan, aku baru tiba disini jadi enggak tahu dimana Ibumu dan Ayahmu" ucap Juna sambil menatap wajah istrinya.


Aleena pun menatap balik suaminya, dengan tatapan kesal dan berkata, "Emangnya siapa yang nanya sama kamu hah?" tanya Aleena sambil menyunginggkan bibir atasnya.


"Hehe ... Lagian, pingin saja aku jawab," jawab Juna sambil menggaruk tekuk leher yang tidak gatal.


"Ck, dasaaar-"


"Gimana dong, belum ada juga keluar Ibumu sama Bapakmu. Apakah kita pulang lagi?" tanya Juna memotong pembicaraan istrinya.


"Enak saja, main pergi lagi. Lagian, nih pintunya enggak dikunci kok," ucap Aleena membuka gagang pintu dan terbuka karena tidak terkunci. " Berarti, Ibu sama Bapak ada di rumah tuh. Ayo kita masuk," ajak Aleena kepada suaminya.


"Iya," jawab Juna sambil menganggukan kepala.


"Ibu, Pak .... ? Aleena pulang," panggil Aleena sambil melihat seluruh ruangan rumah.


"Mungkin lagi dikamar kali sayang. Kan, Bapakmu lagi sakit." ucap Juna.

__ADS_1


"Iya juga ya, apa yang kamu katakan. Ya sudah, ayo kita kamar Bapak."


Aleena dan Juna pun berjalan menuju kamar Ibu dan Bapaknya.


Tok, tok, tok ...."Ibu, Pa ....? Panggil Aleena sambil mengetuk pintu.


Karena tidak ada jawaban juga dari orangtuanya Aleena, kemudian Aleena pun memegang gagang pintu dan pintunya tidak terkunci juga. Aleena dan Juna pun masuk ke dalam kamar orangtuanya dan melihat mereka sedang tertidur. Bapak Aji dengan tertidur berbaring dikasur dengan tangannya terpasang inpus. Sedangkan Bu Sofi, tertidur di kursi sambil kepala diatas kasur yang dan tiduri pak Aji.


Aleena pun berjalan menghampiri kedua orangtuanya dan berkata,'Ternyata dia lagi tidur. Pantesan saja tidak mendengar panggilanku.'


"Ibu .... Ibu ...," panggil Aleena sambil menepuk pundak Ibunya dengan lembut.


"Eh maling, eh ada maling masuk rumah!" ucap Bu Sofi sambil membuka kan, matanya. Dan berbicara latah.


"Maaf sayang, Ibu tidak bermaksud begitu," ucap Bu Sofi kemudian berdiri.


Juna pun mencoba menahan tawanya dari tadi. Alleena pun menatap suaminya dan tahu kalau Juna sedang menertawakan dirinya.


"Kenapa kamu menertawakan aku ya? Ih jahat banget, lagian kamu mau punya istri hah?" Aleena sambil menatap tajam suaminya.


Hahaha .... Akhirnya tawa Juna pun pecah dan bersuara.


"Ih jahat banget ya, ih sebal deh," Aleena sambil memukul lengan suaminya kemudian mencubit pinggangnya.

__ADS_1


"Aww, sakit sayang! Kamu itu bar-bar sekali ya." Juna sambil menatap istrinya lalu berjalan menuju Ibu mertuanya. "Ibu lihatlah Aleena. Dia itu selalu melakukan kekerasan," rengek Juna mengadu.


"Kamu bilang barusan apa? Masa iya dibilang kekerasan. Ada-ada saja, dan ngapain lagi ngadu sama Ibu hah?" Aleena sambil berjalan menghampiri istrinya.


"Bu tolongin menantu yang tampan ini. Pasti Aleena ingin melakukan kekerasan lagi," ucap Juna saat Aleena kini sudah berada di samping Juna.


Kamu


"Eh, ini orang benar-benar ya kalau bicara-"


"Aleena ...." panggil Ibunya sambil menatap anaknya kemudian menggelengkan kepala. "Dia itu suamimu Aleena. Kamu tidak boleh bersikap seperti itu. Ibu belum pernah mengajarkan kamu untuk berbuat kekerasan apalagi terhadap suaminya sendiri!"


"Lagian siapa sih yang suka melakukan kekerasan? Enggak pernah kok. Juna saja fitnah tuh," ucap Aleena sambil menatap sebal suaminya.


"Lagian, siapa yang bilang kalau kamu suka main kekerasan hem? Tadi aku cuma bercanda kok hehe," ucap Juna cengingiran.


"Tetapi enggak lucu tahu bercandanya! Kan, di mata Ibu. Aku ini jadi jelek nih,"


"Maaf sayang," Juna sambil merangkul pundak istrinya. "Maaf ya Bu, apa yang dikatakan oleh saya tadi cuma bercanda kok Bu." ucap Juna.


"Oalah, jadi cuma bercanda tuh. Kirain beneran. Oya sejak kapan kalian ada disini?" tanya Ibu Sofi.


"Baru saja, kita ini sampai kesini Bu. Ibu sehatkan?" tanya Aleena kemudian mencium tangan punggung Ibunya, bergiliran dengan Juna.

__ADS_1


"Oh, baru nyampai tuh. Ibu sehat kok Nak. Cuma Bapakmu saja yang lagi sakit," ucap Bu Sofi sambil menatap suaminya masih tertidur.


__ADS_2