
Setelah kepergian Aleena dari perusahaannya. Veri pun, kini masih kepikiran tentang ucapan Aleena tadi terhadap dirinya. Veri belum mengerti maksud, Aleena sebenarnya apa.
'Sebenarnya, apa yang ingin dikatakan oleh Aleena? Sungguh, saya tidak mengerti. Kenapa, dia menanyakan kepadaku sebelum kejadian menimpa Aleena dan Juna. Emangnya, saya ada di sana apa?' gerutu Veri sambil mengambil segelas air minum, dari meja nya.
'Jangan-jangan ... yang di maksud Aleena, kejadian sebelum Juna datang. Oh, my good. Kenapa, saya baru sadar maksud Aleena. Bisa mampus kalau Aleena, sudah mengetahui kejadian yang sebenarnya. Gimana ini?' Veri merasa bingung, apa yang harus di lakukannya(sambil mengambil segelas air minum, terus meminumnya kembali).
'Saya harus cari cara, supaya Aleena bisa memaafkanku bila dia sudah mengetahui semuanya. Lagian kenapa saya sampai lupa, tidak menghapus rekaman Cctv di hotel tersebut. Terus kenapa Aleena sampai tahu di balik kejadian, sebelum terjadi di antara Aleena dan Juna? Arrgh ... sial' teriak Veri benar- benar frustasi. Kemudian melemparkan berkas-berkas yang ada di atas meja.
Buuggk! Suara berkas-berkas jatuh ke bawah lantai.
"Tuan baik- baik saja kan?" tanya Bey, yang tiba- tiba masuk ke dalam ruangan. Serta merasa khawatir dengan keadaan atasannya.
Namun, Veri hanya diam saja tanpa menjawab ucapan Bey sang asistennya. Kemudian menatap Bey, dengan tatapan susah di artikan.
"Tu-tuan, kenapa Tuan menatapku seperti itu?" tanya Bey dengan gugup, serta merasa takut saat Veri menatap dengan tatapan yang menakutkan. "maaf Tuan, apakah saya berbuat salah terhadap Tuan? bila iya, maka maafkanlah saya Tuan,"ucap Bey kemudian menundukan kepalanya.
"Iya memang Bey, kamu itu sudah melakukan kesalahan. Untuk menebus kesalahanmu, maka kamu harus menerima hukumannya!" ucap Veri sambil menatap Bey.
"Iya tidak apa-apa Tuan, hukumlah saya bila memang sudah berbuat kesalahan terhadap Tuan," ucap Bey.
"Baguslah, kalau kamu memang menyadarinya. Hukumannya yaitu bawakan dua botol bir, untuk saya."
__ADS_1
"Apa? Yang benar saja Tuan, menghukum saya cuma meminta membawakan dua botol bir. Sebenarnya, Tuan mau kasih hukuman atau Tuan menyuruhku? Sungguh aneh sekali hukumanmu Tuan," gerutu Bey.
"Jangan banyak bicara. Saya suruh kamu membawakan dua botol bir, jangan banyak protes! Atau kamu mau, saya potong gajihmu 70% iya hah?"
"Ja-jangan Tuan, tega sekali memotong gajihku sebesar itu. Baiklah Tuan, akan saya laksanakan sekarang juga." Ucap Bey sambil berlalu pergi dari ruangannya.
'Ada apa lagi, dengan Tuan Veri? Kenapa sekarang jadi kembali meminta bir lagi. Setelah sekian lama, Tuan Veri tidak meminumnya. Ada apa dengan Tuan Veri? Oh iya tadi kan, saya lihat ada Nona Aleena datang ke perusahaan. Apakah mungkin, ada masalah antara Tuan Veri dengan Nona Aleena? Entahlah, ngapain dipikirin Bey, itu kan urusan mereka. Ngapain harus ikut campur.' gumam Bey pada diri sendiri. Kemudian berjalan menuju gudang, untuk mengambil bir.
.
.
🌸🌸
"Pak Amir bisa lebih cepat lagi, tidak sih. Ini sudah hampir dua puluh menit, tapi belum sampai juga di perusahaan," ucap Aleena merasa kesal.
"Sabar Non, bentar lagi juga nyampai kok. Lagian tadi kan, macet. Non sendiri tahu kan," ucap pak Amir.
"Iya juga sih. Tetapi mana ngerti sama Tuan Juna, dia orangnya sama sekali tidak mahu tahu. Yang penting, lima belas menit harus sampai di perusahaannya."
"Iya kalau tidak macet, pasti sudah sampai Non. Semoga saja, Tuan Juna mengerti Non," ucap pak Amir, sambil memberhentikan mobilnya tepat di depan parkiran PT. Intern group. Aleena pun dengan segera keluar dari mobil tersebut.
__ADS_1
"Ya sudah, Pak Amir mending pulang saja. Tidak usah menunggu Aleena, takut nanti kelamaan nunggu nya pak," ucap Aleena.
"Terus, nanti Non Aleena pulangnya sama siapa?" tanya pak Amir.
"Pak Amir lupa? kan, ada Juna disini. Jadi kalau mau pulang, pastinya di antar sama Juna," ucap Aleena.
"Eh iya, maaf Pak Amir lupa Non hehe," ucap pak Amir cengengesan. "ya sudah, kalau begitu pak Amir pamit dulu ya Non."
"Iya silahkan Pak." Jawab Aleena.
Kemudian pak Amir pun, pergi meninggalkan Aleena di perusahaan milik suaminya dan menjalankan mobilnya pergi menuju rumah kediaman majikannya.
Setelah mobil yang di kendarai pak Amir sudah jauh, dengan segera Aleena pun masuk ke dalam perusahaan. Kedatangan Aleena pun, di sambut baik oleh seluruh para pegawai yang bekerja di perusahaan tersebut. Tidak ada lagi cemohan yang di lontarkan seperti dulu. Apalagi, sekarang Aleena sudah menjadi istri dari seorang Juna prakasa. Pemilik PT. Intern group yang sudah terkenal mendunia. Perusahaannya pun, sekarang sudah berkembang dengan pesat dan bercabang dimana-mana.
Aleena pun terus berjalan menuju ruangan suaminya, karena Aleena berjalan dengan terburu-buru tanpa di sengaja, Aleena pun menabrak tubuh seseorang, sehingga seorang tersebut meringis kesakitan.
"Aww ... " pekik seseorang tersebut saat lengan tangannya merasakan kesakitan, kemudian mengusap lengannya.
"Maaf Tuan, saya tidak sengaja," ucap Aleena sambil menatap seseorang tersebut sedang memegang lengannya karena sakit.
"Iya tidak apa- apa kok," jawab seseorang tersebut kemudian menatap Aleena.
__ADS_1
"Kamu?" ucap Aleena dan seseorang tersebut secara bersamaan.
**bersambung ...