
Keesokan Harinya.
Hari ini, Aleena akan pergi pulang kampung ke kota kelahirannya yaitu Garut. Setelah semalaman adiknya memberi tahu, kalau Ayahnya sedang sakit keras dan sedang di rawat di rumahnya. Kenapa tidak dibawa ke rumah sakit? Angel dan Ibunya pun sudah memaksa Ayahnya untuk di rawat di RSU, tapi Ayahnya menolak dan tetap ingin dirawat di rumah. Akhirnya Angel dan Ibunya menyetujuinya keputusan Ayahnya.
Sebelum berangkat, Aleena kini sedang membantu mengancingkan baju kemeja suaminya. Juna pun, ikut pergi ke kampung halamannya Aleena. Padahal, Aleena sudah berbicara kepada suaminya agar tidak ikut pergi dan lebih baik bekerja. Karena hari ini, ada pertemuan penting bersama para pengusaha. Tetapi Juna tetap tidak mau mendengar perkataan istrinya, dan bilang ada Ben, Asisten pribadinya yang akan menangguhkan semua pekerjaannya.
"Kamu yakin mau ikut dan tidak akan berubah pikiran nih?" tanya Aleena yang kini sedang membantu mengancingkan baju suaminya.
"Tentu saja yakin! Kenapa sih, kamu meski harus menyuruh aku bekerja hah? Atau jangan-jangan di sana ada pria lain ya? Sehingga kamu ogah mengajak saya kesana?" tanya Juna sambil menatap istrinya.
"Iss, apaan sih kalau bicara ngawur ya. Pakai bilang kalau aku punya cowok lain disana," gerutu Aleena sambil berjalan menuju walk in closet untuk mengambil sepatu untuk suaminya.
"Ya habisnya kamu tidak mau kan, mengajak aku kesana? Dan lebih menyuruhku untuk bekerja," tanya Juna sambil berjalan menuju sofa yang berada di kamar, kemudian duduk.
"Bukannya aku tidak mau! Tapi sangat di sayangkan saja, sekarang ada pertemuan rapat bersama para pengusaha. Jadi seharusnya kamu memanfaatkan pertemuan ini," ucap Aleena kemudian memakai kan, sepatunya ke kaki Juna.
__ADS_1
"Kan, sudah aku bilang ada Ben yang akan menangguhkan semua pekerjaannya. Lagian, kamu harus percaya sama Ben kalau dia juga mampu dan bisa kok mengatasai persoalan dalam rapat."
"Lagian siapa lagi yang tidak percaya sama Ben, dia orangnya hebat loh mau menangguhkan semua pekerjaanmu dan mengurusi semua perintahmu. Dan kamu sangat payah sekali," sindir Aleena.
"Barusan kamu bilang apa hah? Asal kamu tahu ya, aku tidak seperti yang kamu ucapkan." Juna sambil menarik tubuh Aleena sehingga wajah mereka saling berhadapan sangat dekat.
"Eits, jangan emosi! Lagian, aku cuma becanda kok hehe," ucap Aleena dengan kikuk sambil mendorong dada bidang suaminya."Sudah, ayo kita ke ruang makan. Sebelum berangkat kita sarapan dulu." Ajak Aleena kemudin berdiri lalu berjalan keluar dari kamar.
'Ck, punya istri ada-ada saja dan sangat mengemaskan sekali,' gumam Juna pada diri sendiri sambil mengelengkan kepalanya. Lalu berjalan keluar dari kamar menyusul istrinya.
"Selamat pagi kakakku yang cantik dan kakak Iparku yang sangat tampan," puji Angel sambil menatap Aleena dan Juna sedang berjalan menuju meja makan.
"Hey, selamat pagi juga adik Iparku. Terima kasih atas pujiannya," Juna sambil menaikan dua alisnya kemudian duduk di kursi meja makan.
"Iss lebay sekali. Oya kamu mau kemana Angel? Rapih sekali. Apakah kamu mau ikut juga pergi bersama kita?" tanya Aleena sambil menatap adiknya yang kini dengan penampilannya sangat rapih memakai baju berwarna putih berlengan pendek dan rok hitam sebawah lutut.
__ADS_1
"Tentu saja aku tidak akan ikut kalian kesana. Aku mau melamar kerja," ucap Angel sambil menatap kakaknya.
"Semalam aku sudah menyuruhmu untuk bekerja di perusahaanku. Tetapi kenapa kamu menolak dan pingin bekerja di perusahaan lain! Emangnya perusahaan aku jelek danĀ tidak bagus ya? Sehingga kamu ogah kerja disana," ucap Juna.
"Bukan begitu kakak Ipar. Angel pingin mandiri saja tanpa bantuan kakak. Lagian, Angel pingin saja berjuang dari Nol dan pingin merasakan nikmatnya setelah sukses karena usaha kita sendiri! Jadi maafkan Angel ya kakak Ipar." ucap Angel sambil menatap Juna.
Juna pun tersenyum, lalu menatap adik Iparnya dan berkata," ya kakak paham kok. Jika itu pilihan terbaik buat kamu, kakak dukung kok."
"Terima kasih kak," ucap Angel membalas senyuman Ya kakak Iparnya.
"Sudah ayo kita makan, mumpung masih hangat nih," ucap Aleena.
"Baiklah, ayo kakak Ipar kita makan."
"Oke, ayo." jawab Juna.
__ADS_1
Lalu mereka pun kini sedang menikmati sarapan paginya hingga selesai.