
Tok.... tok.... tok.... suara mengetuk pintu.
Aleena pun, terbangun dari tidurnya. Saat mendengar seseorang mengetuk pintu.
'Hoamm, masih ngantuk nih.' Kemudian Aleena pun, menatap jam dinding menunjukan jam pukul 7 malam.
Tok.... tok.... tok.... "Non Aleena," panggil seseorang.
"Iya, sebentar." Jawab Aleena sambil berjalan menuju pintu kamar. Kemudian membukakan pintunya saat sudah berada dibalik pintu.
"Maaf menganggu Non, saya disuruh sama Nyonya katanya sekarang waktunya makan malam." Ucap Bi Sri.
"Baiklah Bi. Tapi Aleena mau mandi dulu ya." Aleena sambil menatap Bi Sri.
"Iya baik Non, kalau gitu Bibi permisi dulu Non." Ucap Bi Sri.
"Iya silahkan Bi." Jawab Aleena sambil tersenyum. Kemudian Bi Sri pun, pergi meninggalkan Aleena. Dan Aleena pun berjalan menuju bathroom untuk mandi terlebih dahulu.
Kemudian Juna pun masuk ke dalam kamar, dan melihat seluruh ruangannya tidak melihat keberadaan Aleena.
'Kemana Aleena? Bukannya tadi dia masih tidur. Terus kenapa dia tidak ada disini.' Ucap Juna sambil berjalan menuju atas ranjang.
'Tapi masa bodohlah, yang penting sekarang saya bisa tidur di atas ranjang.' Juna sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Kemudian memejamkan matanya.
Tiba tiba Aleena pun, kini keluar dari bathroom. Dan berjalan menuju lemari untuk mencari bajunya dengan handuk terlilit dari dada sampai lutut. Aleena tidak menyadari kalau di ranjang ada Juna yang sedang tidur.
__ADS_1
Setelah menemukan baju yang di inginkan, dengan segera Aleena pun mengambil baju tersebut. Kemudian Aleena pun membuka handuknya dan memakaikan bajunya.
Tiba tiba Juna pun, membukakan matanya karena merasakan wangi aroma sabun bunga sakura. Dan betapa terkejut Juna, saat melihat pemandangan yang begitu indah. Juna pun, berusaha menelan salivanya sendiri dengan susah. Dan matanya masih tidak bisa berkedip sama sekali.
Setelah selesai memakai bajunya, Aleena pun terkejut dan baru menyadari kalau di ranjang ada Juna.
Ahhh.... teriak Aleena sambil melemparkan handuknya ke wajah Juna. Dan tepat mengenai wajah suaminya.
"Aleena! Kamu itu, apa apa sih hah? Main lempar handuk ke sembarangan arah. Tidak sopan sekali dirimu hah." Gerutu Juna merasa kesal dengan tingkah Aleena.
"Harusnya saya yang bilang gitu sama Tuan. Kenapa Tuan, ada disini hah? Main masuk saja tanpa permisi dulu." Gerutu Aleena sambil menatap Juna.
"Lagian tadi pas saya masuk ke dalam kamar, kamu tuh tidak ada disini. Ya sudah saya masuk dan merebahkan tubuh saya di atas ranjang." Ucap Juna.
"Ck, banyak alasan sekali Tuan. Dan jangan bilang kalau tadi Tuan sudah...." ucapan Aleena sengaja di gantung, lalu menatap tajam Juna.
"Ih Tuan, benar benar kurang ajar sekali ya." Ucap Aleena sambil melemparkan barang barang yang ada di atas rak meja kecantikan, seperti sisir, lipstik, mascara, eye liner dan bedak hingga mengenai wajah Juna.
"Aleena! Kamu itu benar benar ya jadi orang, kamu pikir tidak sakit apa hah, di lempar barang barang kaya gini hah?" Geram Juna merasa kesal.
"Masa bodoh! Lagian saya juga sama kesal sama Tuan, karena Tuan sudah kurang ajar." Gerutu Aleena.
"Benar benar mengesalkan sekali ya kamu itu hah. Dasar wanita barbar." Ucap Juna sambil menatap Aleena.
"Sudah tau, saya ini memang wanita barbar. Siapa suruh untuk menikahi saya hah? Inilah resiko menikah dengan seorang Aleena Santika." Ucap Aleena sambil berjalan menuju pintu kamar.
__ADS_1
'Ah.... benar benar itu ya orang. Kalau dia jadi wanita seperti itu, mana bisa saya dekatin Aleena. Padahal dulu Aleena cinta sama saya, mungkinkah karena saya telah membuat hatinya sangat terluka sehingga Aleena membenci saya?' Juna merasa ada penyesalan di dalam hati, dengan apa yang pernah dilakukannya waktu itu.
'Terus, apa apaan ini Aleena melempar barang barang kecantikannya. Apakah dia menyuruhku untuk berdandan? Benar benar itu orang.' Gerutu Juna merasa kesal lalu beranjak dari ranjangnya dan berjalan menuju keluar dari kamar. Karena Juna sudah tahu sekarang jadwalnya untuk makan malam.
Juna pun berjalan menuju meja makan, sekilas menatap Aleena yang kini sedang asyik mengobrol dengan Mommy Monik.
"Juna cepatan jalannya, kita sudah tidak sabar mau makan malam nih. Menunggu kamu, lama sekali." Ucap Mommy Monik.
"Iya Mom maafkan Juna," ucap Juna sambil menatap Aleena. Kemudian Aleen pun, memutarkan bola matanya dengan malas.
"Ya sudah karena semuanya sudah kumpul, mari kita makan." Ajak Ayah Joe.
Dan kini mereka pun, sedang menikmati makan malamnya tanpa ada yang berbicara sama sekali.
"Oya kebetulan ada yang ingin Mommy bicarakan sama kalian." Ucap Mommy Monik memulai pembicaraannya.
"Katakanlah Mom, emangnya mau berbicara apa?" Tanya Juna.
"Besok, Mommy sama Daddy mau pergi keluar negeri. Jadi pastinya tidak akan ada disini lagi. Tidak apa apakan Nak, sama Mommy dan Daddy di tinggal?" Tanya Mom Monik sambil menatap Aleena.
"Iya tidak apa apa kok Mom." Jawab Aleena sambil tersenyum kepada mertuanya.
"Mommy sama Daddy hanya mendoakan semoga kalian bahagia, dan selalu harmonis dalam berrumah tangga." Ucap Mom Monik sambil menatap Juna dan Aleena bergiliran.
"Iya Mom, terima kasih atas doanya." Juna sambil tersenyum terhadap Mom Monik.
__ADS_1
"Dan satu lagi doa Mommy, semoga kalian segera dapat momongan. Dan berharap kalau Mommy sama Daddy kesini lagi, kamu harus sudah memberikan seorang cucu." Ucap Mom Monik.
Uhuk.... uhuk.... tiba tiba Aleena pun terbatuk saat Mom Monik mengatakan seperti itu.