
"Kak, aku berangkat duluan ya," ucap Angel saat sudah selesai sarapan pagi nya.
"Iya silahkan!" jawab Aleena, "Oya, tadi kakak sudah menyuruh pak Tata untuk mengantarmu."
"Ya ampun kak, ngapain harus repot-repot sih nyuruh orang lain untuk nganterin Angel! Lagian, Angel bisa kok berangkat sendiri."
"Pak Tata itu bukan orang lain, Angel! Dia sudah menjadi bagian dari keluarga ini. Dan pak Tata juga, sudah hampir 11 tahun mengabdi bekerja disini," ucap Aleena sambil menatap adiknya.
"Oh gitu ya kak. Tetapi aku tetap enggak mau di anterin kakakku sayang! Aku pingin mandiri dan lebih baik naik angkutan umum saja." Angel sambil beranjak dari meja makannya.
"Ya sudah, terserah kamu saja deh. Hati- hati di jalannya," ucap Aleena.
"Iya siap kak. Ya sudah aku pergi dulu ya kak. Dan semoga kalian selamat sampai tujuan menuju rumah Ibu sama Ayah." ucap Angel.
"Terima kasih adik Iparku."
"Sama-sama kakar Iparku. Ya sudah, kalau begitu aku permisi." pamit Angel sambil berlalu dari hadapan kakaknya dan kakak Iparnya. Kemudian berjalan menuju keluar.
"Karena kita sama sudah selesai makannya, ayo kita berangkat," ajak Juna.
__ADS_1
"Oke, baiklah." jawab Aleena.
Aleena dan Juna pun pergi dari ruangan makan dan berjalan menuju tempat dimana mobil suaminya berada.
"Ayo kita masuk,"
Kemudian Aleena dan Juna pun masuk ke dalam mobil. Setelah semuanya keadaan sudah siap, dengan segera Juna pun menjalankan mobilnya dan pergi ke kampung halaman dimana istrinya dilahirkan.
***
.
"Pak sopir, kiri!" teriak Angel, saat sudah berada di tempat yang di tuju. Sopir bus pun, dengan segera memberhentikan mobilnya. Lalu Angel pun berjalan keluar dari bus tersebut.
"Iss so kecakepan lagi pakai mengerlipkan mata segala." gerutu Angel saat sudah turun dari bus tersebut.
Angel pun mengecek handphonenya untuk mengecek lokasi perusahaan yang sedang membutuhkan seorang karyawan. Kebetulan Angel mengetahui ada lowongan kerja karena lewat Online.
'Kayaknya benar nih, ini perusahaannya deh? PT. Alaska group? Yah, benar sesuai dengan di handphone nih,' Angel tersenyum merasa senang, akhirnya menemukan perusahaan yang di maksud.
__ADS_1
Ketika masuk ke kawasan perusahaan PT. Alaska group, Angel pun merasa terkejut dan tidak percaya. Bagaimana tidak? Perusahaan yang halamannya sangat luas, di hiasi dengan pepohonan hijau serta memiliki sebelas lantai menjulang ke atas.
'Semoga saja, aku bisa di terima bekerja disini,' Angel penuh harapan.
Saat Angel berjalan memasuki perusahaan tersebut, tiba-tiba ada seseorang berjalan terburu-buru dari berlainan arah sehingga menabrak Angel dan membuat tas milik Angel terjatuh ke bawah. Lalu dengan segera Angel pun mengambil tasnya dan lamaran kerja.
"Maaf, saya tidak sengaja." ucap Pria tersebut langsung membungkungkan tubuhnya tanpa menatap Angel.
"Iya tidak apa-apa." jawab Angel saat sudah selesai mengambil tas dan lamaran kerjanya dilantai kemudian berdiri dan mereka saling menatap satu sama lainnya.
"Kamu?" ucap Angel dan Veri secara bersamaan. Dan merasa terkejut.
"Kamu mau ngapain kesini?" tanya Veri sambil menatap Angel.
"Ya tentu saja, aku kesini mau melamar pekerjaan. Emangnya kamu pikir, aku kesini mau main apa hah?" Angel sambil menatap tajam Veri.
"Kamu berani sekali menatapku seperti itu. Lebih baik kamu pulang dan jangan menginjakkan kaki lagi di perusahaan ini." Veri membalas tatapan tajam Angel.
"Loh emangnya kamu punya hak apa mengusirku? Kamu pikir ini perusahaan milikmu apa hah?"
__ADS_1
"Oh jadi kamu belum tahu, siapa pemilik perusahaan ini? Ck, so belagu lagi." Veri menatap sinis Angel. Kemudian mengambil kartu namanya dan memberikannya ke tangan Angel. Lalu pergi meninggalkan Angel karena malas harus berdebat terus.
"Maksudnya apa memberikanku kartu namanya. Ck, emangya dia pikir, dia siapa?" Gerutu Angel. Kemudian membaca kartu nama yang Veri berikan dan Angel pun sangat terkejut dan tidak percaya kalau Veri pemilik dari PT. Alaska group.