Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)

Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)
30. Apa yang terjadi?


__ADS_3

Keesokan harinya.


Aleena pun terbangun dari tidurnya, saat cahaya matahari pagi menyoroti wajahnya melalui celah lubang jendela yang ada di bedroom.


'Pusing sekali kepalaku. Oya, sebenarnya aku ada dimana ya?' Ucap Aleena saat kesadarannya sudah terkumpul. Kemudian menatap seluruh ruangan yang ada hotel. Dan tiba tiba Aleena terkejut saat melihat sosok pria, yang kini sedang tertidur di sampingnya dengan keadaan tubuh polosnya.


'Jangan sampai-' ucapan  Aleena terputus, saat melihat dirinya dengan keadaan tubuh yang polos serta ada bercak darah di spreinya.


'Ah....' teriak Aleena dengan keras.


Lalu pria tersebut terbangun, saat mendengar suara teriakan Aleena.


"Aleena, kamu kenapa?" Tanya Juna merasa khawatir saat Aleena berteriak dengan keras.


"Tuan bilang, saya kenapa hah? Apa yang sudah kamu lakukan terhadapku Tuan?" Ucap Aleena sambil menatap tajam Juna dan tubuhnya kini ditutupi oleh selimut tebalnya.


"Saya juga tidak tahu Aleena, kenapa ini bisa terjadi." Juna membalas tatapan Aleena.


"Bohong Tuan! Saya yakin ini sengaja, Tuan melakukannya kan? Kenapa Tuan, melakukan ini kepada saya hiks hiks." Aleena mulai menangis.


"Aleena dengarkan saya dulu. Saya juga tidak tahu, kenapa bisa sampai berbuat seperti. Mu-"

__ADS_1


"Sudahlah Tuan, jangan banyak omong kosong! Kenapa Tuan, tidak jujur saja  hah? Dan kenapa Tuan, tega merebut kesuciannku yang selalu saya jaga selama ini Tuan!" Geram Aleena memotong pembicaraan Juna dengan amarah yang tinggi di sertai dengan tangisan yang semakin kencang.


"Aleena, saya bisa je-"


"Cukup Tuan! Tidak perlu dijelasin lagi, saya sudah tahu semuanya kalau Tuan memang sengaja melakukannya. Dan apa kata orang, bila kesucianku sudah hilang. Masih adakah yang mau menerimaku? hiks hiks." Aleena sambil menatap tajam Juna dan terus menangis. "Saya sangat benci Tuan brengsek!" Aleena sambil mengambil bajunya yang berada dibawah lantai dan berjalan menuju bedroom.


Juna pun hanya diam saja tanpa membalas perkataan Aleena. Di hati nya ada sedikit penyesalan, telah melakukannya. Tapi Juna merasa puas, karena sebentar lagi Aleena akan menjadi miliknya.


"Aleena, kamu mau kemana?" Tanya Juna saat sudah selesai memakai bajunya. Dan melihat Aleena yang kini sedang berjalan untuk mengambil handphonenya di atas kasur.


Namun Aleena, tidak menjawab perkataan Juna. Tiba tiba Juna mencengkram tangan Aleena, agar tidak pergi.


"Aww Tuan, lepasin tangan saya  sakit. Lagian Tuan mau apalagi hah? Belum puaskah Tuan, mengambil kesucianku bahkan pasti menikmatinya. Sekarang Tuan mau apalagi hah?" Aleena dengan emosi yang tidak terkontrol dan tiba tiba meneteskan airmatanya kembali.


"Jangan dekati saya Tuan! Dan emangnya Tuan pikir setelah Tuan merebut kesucianku, saya mau memaafkan Tuan iya hah? Tidak Tuan! Tuan memang brengsek, bahkan saya membencimu Tuan hiks hiks." Aleena sambil memukul dada bidang Juna dengan keras.


"Dengar Aleena, saya akan bertanggung jawab kok. Dan saya juga mau menikahi kamu, Aleena." Ucap Juna sambil memegang tangan Aleena.


Namun Aleena hanya diam saja tidak membalas perkataan Juna, dan menghempaskan tangan Juna dengan kasar.


"Saya sangat benci sama Tuan, brengsek! Sampai kapan pun, saya tidak akan memaafkanmu Tuan Juna." Aleena sambil menatap tajam Juna dan berlalu pergi meninggalkan Juna.

__ADS_1


"Aleena, coba kamu pikirkan dulu. Saya akan bertanggung jawab dengan semua ini Aleena. Kamu harus menikah dengan saya." Teriak Juna sambil menatap punggung Aleena yang kini sudah berada di depan pintu dan kemudian pergi keluar.


'Saya yakin, rencanaku pasti berhasil.' Juna sambil tersenyum.


.


.


'Kenapa Tuan Juna tega sekali, melakukan itu sama saya hiks hiks. Apa salah saya Tuan? Harusnya Tuan itu sadar, saya selama ini selalu membantu membuat perusahaan Tuan berkembang pesat. Tapi kenapa Tuan, membalas semuanya dengan seperti ini Tuan? Saya sangat benci sama Tuan Juna, saya benci.... hiks hiks.'  Teriak Aleena di dalam taksi.


"Nona, apakah baik baik saja?" Tanya sang sopir taksi. Karena merasa khawatir, penumpangnya terjadi sesuatu.


"Iya, saya baik baik saja kok." Jawab Aleena sambil mengusap airmatanya yang membasahi pipinya.


'Apakah ada yang  mau menerimaku   dengan keadaan tidak suci lagi?' Ucap Aleena pada diri sendiri, pandangannya sambil menatap ke arah luar mobil melihat pemandangan yang di laluinya.


"Non, kita mau kamana?" Tanya sopir taksi tersebut.


"Pulang saja pak." Jawab Aleena.


"Baik Non." Jawab pak Rizal.

__ADS_1


Lalu dengan segera pak Rizal pun, mempercepat laju jalannya mobil menuju tempat kediaman dimana Aleena nge kost. Pak Rizal adalah tukang sopir taksi Online langganan Aleena. Makanya pak Rizal tahu dimana Aleena tinggal.


Bersambung....


__ADS_2